Sumut. Newsline.id | Nias Barat – Pemberitaan Faty War yang menyebut dirinya dimintai uang sebesar Rp1 juta hingga Rp2 juta oleh salah seorang pegawai Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Nias Barat menjadi perhatian di media sosial dan sejumlah grup WhatsApp publik.
Namun, informasi tersebut mendapat bantahan dari salah seorang pegawai Dinas Kominfo berinisial Nehesokhi Halawa
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
” tu tidak benar,” jelas Nehesokhi
Menurut Nehesokhi, dirinya tidak pernah mendengar adanya pegawai Dinas Kominfo yang meminta-minta uang kepada wartawan, termasuk kepada pihak yang disebut dalam pemberitaan tersebut.
” Setahu saya, tidak pernah mendengar ada pegawai-pegawai yang minta-minta uang kepada wartawan,” ucapnya.
Nehesokhi Halawa menegaskan, pernyataan tersebut disampaikannya berdasarkan pengetahuan dan informasi yang ia ketahui selama ini.
Sementara itu, terkait adanya perbedaan informasi antara pemberitaan Faty War dan bantahan dari pegawai Kominfo tersebut, pihak yang bersangkutan tetap memiliki ruang untuk memberikan klarifikasi dan bukti pendukung, sehingga persoalan dapat dilihat secara utuh dan berimbang.
- Informasi mengenai dugaan permintaan uang tersebut masih berupa klaim dan bantahan dari pihak-pihak terkait. Publik diharapkan tidak terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum terdapat informasi dan bukti yang dapat diverifikasi. (P.gulo/SNL)
Penulis : Peringatan Gulo
Editor : Peringatan Gulo
Sumber Berita: Konfirnasi Diskominfo








