Polda Sumut Selidiki Pemilik 14 Alat Berat Tambang Ilegal, 17 Orang Berstatus Saksi‎ ‎

Tuesday, 3 March 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMUT.NEWSLINE.ID, MEDAN – Tim gabungan dari Satuan Brimob dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumatera Utara menggerebek aktivitas tambang emas ilegal di wilayah perbatasan Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kabupaten Mandailing Natal, Senin (2/3/2026).
‎
‎Dalam operasi tersebut, sebanyak 17 orang turut diamankan karena diduga terlibat langsung dalam aktivitas pertambangan tanpa izin di lokasi yang berada di sekitar aliran Sungai Batang Gadis.
‎
‎Selain mengamankan pekerja di lapangan, petugas juga menyita 14 unit alat berat jenis ekskavator. Rinciannya, 12 unit diamankan di lokasi tambang, sementara 2 unit lainnya disita saat dalam perjalanan menuju area tersebut.
‎
‎Namun demikian, aparat belum berhasil menangkap pihak yang diduga sebagai pemilik tambang. Sejauh ini, mereka yang diamankan diduga hanya berperan sebagai operator dan pekerja kasar, bukan investor maupun pengusaha utama di balik aktivitas tambang ilegal tersebut.
‎
‎Wakil Kepala Polda Sumatera Utara, Brigjen Pol Sonny Irawan, SIK, MH menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan pendalaman untuk mengungkap siapa pemilik tambang dan alat berat yang digunakan.
‎
‎Untuk menelusuri kepemilikan alat berat, kepolisian berencana memanggil pihak dari PT Hexindo Adiperkasa Tbk selaku distributor alat berat.
‎
‎“Kemudian kita juga akan memanggil saksi dari pihak Hexindo, yaitu pihak alat berat, untuk mengetahui kepemilikan terhadap alat berat tersebut,” ujar Sonny Irawan, Selasa (3/3/2026).
‎
‎Menurutnya, dengan pemeriksaan terhadap pihak perusahaan distributor, diharapkan dapat terungkap pihak yang bertanggung jawab atas kepemilikan alat berat tersebut sekaligus membuka jalan untuk mengidentifikasi pemodal utama tambang ilegal itu.
‎
‎Terkait 17 orang yang diamankan, jenderal bintang satu tersebut menegaskan bahwa mereka masih berstatus sebagai saksi dan belum ditetapkan sebagai tersangka. Saat ini, mereka masih berada di area tambang dengan pengawasan ketat aparat guna mencegah upaya melarikan diri.
‎
‎Sementara itu, proses evakuasi barang bukti berupa ekskavator dari kawasan hutan tengah dilakukan. Rencananya, alat berat tersebut akan disimpan di Markas Batalyon C Brimob Sipirok.
‎
‎Proses pemindahan tidak dapat dilakukan secara cepat. Aparat harus menurunkan alat berat dari wilayah Sungai Batang Gadis dan menjalankannya selama kurang lebih satu hingga dua hari menuju area permukiman. Setelah itu, ekskavator akan diangkut menggunakan truk khusus jenis trado.
‎
‎“Karena harus kita turunkan dari wilayah Sungai Batang Gadis, kemudian berjalan 1-2 hari, kemudian nanti baru kita angkat menggunakan trado,” jelasnya.
‎
‎Sebelumnya, tim gabungan Sat Brimob dan Ditreskrimsus Polda Sumatera Utara juga telah menindak aktivitas tambang emas ilegal di pinggir Sungai Batang Gadis, wilayah perbatasan Tapanuli Selatan dengan Kabupaten Mandailing Natal. (RED)
‎
‎

Berita Terkait

IMA Kamus Madina Gelar Barakasih di Panti Asuhan Siti Aisyah, Hadirkan Kebahagiaan Lewat Kebersamaan
Gegara Takaran BBM Diduga Dicurangi, Manajer dan Supervisor SPBU di Sergai Ditangkap Polisi
Dugaan Status Keanggotaan Arianto di KUD Maju Bersama Desa Pardamean Baru Terkuak
TP PKK Madina Gelar Aksi Sosial di Gunung Baringin, Salurkan Bantuan hingga CKG Untuk Warga
Kolaborasi Camat Natal, Kapolsek dan Kacabjari Bagikan Masker di Tengah Kabut Asap
Jenderal Tandyo Jadi KSAD, Anggota DPR Singgung Peluang Jadi Panglima TNI
Program Bedah Rumah BSPS di Madina Disorot, Diduga Ada Penerima Tak Penuhi Syarat
Pengurus KUD Maju Bersama Ajukan PMH ke PN Madina, Sidang Perdana Dimulai
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Monday, 2 November 2026 - 09:27 WIB

IMA Kamus Madina Gelar Barakasih di Panti Asuhan Siti Aisyah, Hadirkan Kebahagiaan Lewat Kebersamaan

Monday, 26 October 2026 - 22:25 WIB

Gegara Takaran BBM Diduga Dicurangi, Manajer dan Supervisor SPBU di Sergai Ditangkap Polisi

Friday, 16 October 2026 - 18:14 WIB

Dugaan Status Keanggotaan Arianto di KUD Maju Bersama Desa Pardamean Baru Terkuak

Friday, 16 October 2026 - 16:44 WIB

TP PKK Madina Gelar Aksi Sosial di Gunung Baringin, Salurkan Bantuan hingga CKG Untuk Warga

Friday, 16 October 2026 - 14:20 WIB

Jenderal Tandyo Jadi KSAD, Anggota DPR Singgung Peluang Jadi Panglima TNI

Berita Terbaru