Laporan Dugaan Penyimpangan Anggaran di Desa Ononazara Menggantung di Inspektorat, Warga Geram: “Seperti Dipeti-eskan!”

Saturday, 15 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumut.Newsline.id | Nias Utara- Dugaan penyimpangan anggaran Program Bibit Ternak Babi Tahun Anggaran 2024 di Desa Ononazara, Kecamatan Tugala Oyo, terus menuai sorotan. Hingga Sabtu (15/11/2025), laporan masyarakat yang sudah masuk ke Inspektorat Kabupaten Nias Utara dinilai tak kunjung ditindaklanjuti. Warga menyebut prosesnya “menggantung” dan menuntut agar kasus ini segera dibuka terang-terangan.

Program yang dijalankan pada masa Pj. Kepala Desa Falentinus Zebua itu memiliki total anggaran Rp297.500.000. Namun menurut keterangan warga, dana yang benar-benar diterima masyarakat hanya Rp181.475.000. Selisih sekitar Rp116.025.000 inilah yang memicu gelombang pertanyaan: ke mana perginya ratusan juta rupiah tersebut?

Tokoh masyarakat, Surianto Zalukhu, menilai pola pelaksanaan program sudah memberikan sinyal kuat adanya kejanggalan.

ADVERTISEMENT

banner BCChost

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Anggarannya jelas untuk membeli babi dan disalurkan ke warga. Faktanya, tidak ada satu pun babi yang pernah diserahkan. Warga hanya menerima uang, itu pun nilainya jauh di bawah anggaran. Selisih Rp116 juta ini harus dijelaskan. Tidak bisa dibiarkan hilang begitu saja,” ujar Surianto.

Ia juga menyoroti sikap Inspektorat Kabupaten Nias Utara yang hingga kini belum memberikan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP), meski penyidik disebut telah berulang kali memintanya.

“Inspektorat diam. Bagi kami, ini memberi kesan seolah ada upaya melindungi pihak tertentu. Keterlambatan ini membuat proses hukum menggantung dan masyarakat bertanya-tanya. Kami mendesak Inspektorat segera menyerahkan LHP agar penyidik bisa bekerja dengan jelas dan tuntas,” tegasnya.

Sikap bungkam itu semakin menambah tanda tanya publik. Upaya wartawan untuk meminta klarifikasi dengan menghubungi Inspektur Nias Utara, Yulianus Waruwu, melalui pesan WhatsApp, juga tak membuahkan hasil. Hingga berita ini dipublikasikan, tidak ada jawaban maupun penjelasan resmi.

Warga mengingatkan bahwa dana ratusan juta rupiah tersebut adalah uang negara yang seharusnya digunakan untuk kesejahteraan masyarakat desa. Mereka berharap penanganan kasus ini tidak terhenti di meja Inspektorat dan proses hukum bisa berlangsung transparan hingga tuntas. P/SNL

Berita Terkait

Gegara Takaran BBM Diduga Dicurangi, Manajer dan Supervisor SPBU di Sergai Ditangkap Polisi
Foto Pribadi ASN Diduga Disebar Gegara Utang
KPK Tetapkan 8 Tersangka Baru Kasus Proyek Jalan Sumut, Mantan Bupati hingga Pejabat PUPR Madina Ikut Diperiksa
Terungkap Meteran Listrik Sekolah Hilang Ternyata Dicuri, Polsek Natal Gerak Cepat Amankan Pelaku
Isu Permintaan Uang Viral, Pegawai Kominfo Nias Barat: Tidak Benar
Pembukaan Lahan di Buburan Picu Dugaan Kerusakan Mangrove
Tragedi Bus ALS di Muratara, Penyidik Telusuri Dugaan Kelalaian Korporasi, Dua Tersangka Ditetapkan‎
Cleaning Service Gym di Medan Dibekuk Polisi, Curi Uang Member hingga Rp16 Juta
Berita ini 265 kali dibaca

Berita Terkait

Monday, 26 October 2026 - 22:25 WIB

Gegara Takaran BBM Diduga Dicurangi, Manajer dan Supervisor SPBU di Sergai Ditangkap Polisi

Monday, 12 October 2026 - 22:38 WIB

Foto Pribadi ASN Diduga Disebar Gegara Utang

Wednesday, 7 October 2026 - 23:42 WIB

KPK Tetapkan 8 Tersangka Baru Kasus Proyek Jalan Sumut, Mantan Bupati hingga Pejabat PUPR Madina Ikut Diperiksa

Friday, 2 October 2026 - 13:21 WIB

Terungkap Meteran Listrik Sekolah Hilang Ternyata Dicuri, Polsek Natal Gerak Cepat Amankan Pelaku

Tuesday, 15 September 2026 - 22:47 WIB

Isu Permintaan Uang Viral, Pegawai Kominfo Nias Barat: Tidak Benar

Berita Terbaru