Sumut.newsline.id, Pekan Baru – Pimpinan Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Pekanbaru menyoroti berbagai peristiwa yang terjadi di wilayah hukum Kepolisian Daerah Riau (Polda Riau), mulai dari kasus kekerasan yang menimbulkan korban jiwa, konflik sosial di sejumlah daerah, hingga persoalan kematian gajah yang dinilai menambah daftar panjang problem penegakan hukum dan perlindungan lingkungan di Provinsi Riau.
Sorotan tersebut disampaikan Ketua PC PMII Kota Pekanbaru, Muhammad Arsyad, dalam kegiatan PKL (Pelatihan Kader Lanjut) yang diselenggarakan oleh PC PMII, Sabtu (14/2/26) di Aula BPMP Riau, Pekanbaru.
Dalam forum kaderisasi itu, Arsyad menilai berbagai kejadian yang terjadi tidak bisa dipandang sebagai peristiwa yang berdiri sendiri.
“Rangkaian kasus yang berulang menunjukkan lemahnya langkah pencegahan dan minimnya antisipasi. Implementasi kebijakan yang selama ini digaungkan, termasuk konsep Green Policing, belum terlihat maksimal di lapangan,” ujar Arsyad di hadapan peserta PKL.
Menurutnya, ketika konflik sosial terus terjadi dan kekerasan berulang, bahkan hingga menyentuh persoalan lingkungan seperti kematian satwa dilindungi, maka publik berhak mempertanyakan efektivitas kepemimpinan di tingkat daerah.
“Jangan sampai slogan hanya menjadi hiasan tanpa dampak nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Arsyad menilai akumulasi berbagai persoalan tersebut telah berdampak pada menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum di daerah.
Ia menyebut kondisi ini membutuhkan evaluasi serius dan langkah besar guna memulihkan rasa aman publik.
Dalam pernyataannya, PC PMII Kota Pekanbaru secara tegas mendesak Kapolda Riau untuk mundur sebagai bentuk tanggung jawab moral atas berbagai persoalan yang terjadi di wilayah hukumnya.
Selain itu, pihaknya juga meminta Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) melalui Kapolri untuk melakukan evaluasi menyeluruh dan menghadirkan kepemimpinan baru yang dinilai lebih responsif terhadap keresahan masyarakat.
“Ini bukan serangan personal, melainkan kritik moral dari gerakan mahasiswa. Pergantian kepemimpinan adalah langkah yang wajar jika situasi tidak kunjung membaik,” katanya.
Sebagai tindak lanjut, PC PMII Kota Pekanbaru menyatakan akan menggelar aksi penyampaian aspirasi di depan Mapolda Riau dalam waktu dekat.
Aksi tersebut direncanakan berlangsung secara damai, tertib, dan konstitusional dengan membawa tuntutan evaluasi total terhadap kepemimpinan serta penanganan persoalan keamanan dan lingkungan di Riau.
Arsyad menutup pernyataannya dengan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga kondusivitas daerah, sembari terus mengawal penegakan hukum yang transparan, adil, dan berpihak pada kepentingan rakyat.
Penulis : Ilman Rahman
Editor : Redaksi










