SUMUT.NEWSLINE.ID, DELI SERDANG – Sebuah video yang diunggah akun Facebook bernama Alvin Sinaga viral di media sosial setelah memperlihatkan dugaan penolakan pasien peserta BPJS Kesehatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSU Full Bethesda Deli Serdang, Jum’at (27/2/26).
Dalam video tersebut, keluarga pasien terdengar memprotes pihak rumah sakit karena disebut tidak segera memberikan penanganan terhadap orang tua mereka yang dalam kondisi darurat.
Dalam rekaman yang beredar, percakapan bernada emosional antara keluarga pasien dan pihak rumah sakit. Keluarga pasien mempertanyakan alasan tidak diterimanya pasien di IGD serta mempertanyakan keberadaan dokter jaga. Mereka juga menyinggung status pasien sebagai peserta BPJS.
“Orang tua saya sudah darurat, kenapa tidak diterima? Kami peserta BPJS dan kami bayar iuran,” ujar perekam video dalam narasi yang beredar.
Keluarga pasien bahkan menyebut menyampaikan persoalan tersebut kepada Gubernur Sumatera Utara, Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Utara, hingga Kepala Cabang BPJS setempat. Mereka menegaskan bahwa seluruh peserta BPJS berhak mendapatkan pelayanan kesehatan, termasuk dalam kondisi darurat.
Video tersebut dengan cepat menyebar dan memicu beragam reaksi dari warganet. Banyak yang mengaku memiliki pengalaman serupa terkait pelayanan rumah sakit terhadap pasien BPJS.
Salah satu komentar datang dari akun bernama Ali Hasyim yang menuliskan bahwa masyarakat harus lebih kritis agar pelayanan kesehatan dapat berjalan dengan baik. “Kalau rakyat tidak kritis, ya begini. Besok giliran keluarga kita,” tulisnya.
Komentar lain dari akun Ika Rias juga menyoroti dugaan perbedaan perlakuan antara pasien BPJS dan pasien umum. Ia mempertanyakan komitmen pelayanan terhadap pasien dalam kondisi sekarat yang dinilai tidak segera ditangani.
Sementara itu, akun Ezta Tumangger mengaku pernah mengalami pengalaman kurang menyenangkan saat membawa anggota keluarganya ke rumah sakit yang sama dalam kondisi darurat. Ia menyebut pasien hanya ditempatkan di IGD tanpa tindakan medis berarti dan menunggu dokter dalam waktu lama, namun tetap dikenakan biaya.
Saat media ini menghubungi akun pengunggah video, ia membenarkan bahwa pasien yang dimaksud dalam rekaman tersebut adalah orang tua kandungnya.
Alvin menjelaskan bahwa alasan membawa ibunya ke RSU Full Bethesda karena kondisi yang mendesak.
Ia menyebut sang ibu dalam keadaan darurat atau drop sehingga membutuhkan pertolongan pertama secepatnya.
“Justru itu, Bang, saya bawa ke situ karena kondisi ibu saya emergency atau drop untuk mendapatkan pertolongan pertama,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak manajemen RSU Full Bethesda terkait video viral tersebut. Begitu pula dengan pernyataan resmi dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara maupun pihak BPJS Kesehatan setempat.
Sebagai informasi, berdasarkan regulasi yang berlaku, rumah sakit wajib memberikan pelayanan kepada pasien dalam kondisi gawat darurat tanpa memandang status pembiayaan. Ketentuan ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan serta peraturan terkait pelayanan kegawatdaruratan.(RED)










