Newsline.id, Madina – Di tengah hangatnya suasana Idul Adha 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) terus bergerak menyalurkan hewan kurban ke pelosok desa. Hingga Senin (25/5/2026), tercatat 18 ekor hewan kurban terdiri dari 14 sapi dan 4 kambing disalurkan.
Angka ini memang belum menyentuh target awal sebesar 21 ekor. Namun, di balik angka tersebut, tersimpan komitmen kuat Pemkab Madina untuk memastikan tidak ada desa yang luput dari keberkahan hari raya kurban.
Bupati Madina, Saipullah Nasution, yang memantau langsung proses penyaluran di halaman Masjid Agung Nur Ala Nur, Panyabungan, menegaskan bahwa koordinasi dengan berbagai pihak masih terus digencarkan.
”Kami optimistis target 21 ekor dapat tercapai. Setiap ekor tambahan berarti lebih banyak masyarakat yang bisa menikmati,” ujar Saipullah dengan nada penuh harap.
Agar penyaluran lebih tepat sasaran, Pemkab Madina menerapkan pendekatan berbasis kebutuhan. Desa-desa dengan keterbatasan hewan kurban menjadi prioritas utama.
Ketua Panitia Kurban Pemkab Madina, Bahruddin Juliadi, menjelaskan bahwa empat ekor kambing tambahan direncanakan akan dikirim ke Desa Aek Nabara, Banjar Lancat, serta kemungkinan Desa Hutatinggi di Kecamatan Panyabungan Timur.
”Kami pastikan proses penyembelihan dan pembagian daging dilaksanakan sesuai syariat, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh yang membutuhkan,” tegas Bahruddin.
Di luar target kuantitas, Bupati Saipullah juga menyoroti dimensi spiritual dan sosial dari momen Idul Adha. Menurutnya, esensi kurban bukan hanya pada jumlah hewan yang disembelih, melainkan pada nilai kepedulian dan solidaritas yang ditumbuhkan.
”Idul Adha mengajarkan kita untuk introspeksi, berbagi, dan memperkuat tali silaturahmi. Semoga semangat ini terus menyala di tengah masyarakat Madina,” pesannya.(RD)
Penulis : Rudi










