Marak PETI Rusak Lingkungan, Anggota Komisi XII DPR RI Rocky Candra: Tangkap Penadah, Bukan Hanya Penambang

Tuesday, 7 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎Sumut.newsline.id, Jakarta – Maraknya aktivitas pertambangan tanpa izin (PETI) yang terus merusak lingkungan menjadi sorotan Anggota Komisi XII DPR RI, Rocky Candra, dalam rapat kerja bersama Kementerian Lingkungan Hidup, Selasa (7/4/2026).
‎
‎Ia menegaskan bahwa penegakan hukum harus dilakukan secara menyeluruh dengan menyasar aktor utama, bukan hanya penambang kecil di lapangan.
‎
‎Rocky menilai, penindakan yang selama ini dilakukan belum memberikan efek jera karena hanya menyentuh pelaku di tingkat bawah.
‎
‎Ia menyebut, penangkapan penambang tidak akan menghentikan aktivitas ilegal tersebut jika jaringan penadah masih bebas beroperasi.
‎
‎“Kalau hari ini ditangkap 10 penambang, besok bisa muncul 50 penambang baru. Tapi kalau penadahnya yang ditangkap, itu bisa menghentikan semuanya,” ujarnya.
‎
‎Ia pun mendorong aparat penegak hukum untuk lebih fokus membongkar jaringan di balik praktik PETI, termasuk para penadah yang menjadi kunci berjalannya aktivitas tambang ilegal.
‎
‎Selain itu, Rocky juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas kementerian dalam menangani persoalan PETI yang semakin kompleks.
‎
‎Ia menyebut perlunya harmonisasi antara Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), serta Kementerian Kehutanan.
‎
‎Menurutnya, tanpa sinergi yang kuat antar lembaga, penanganan PETI akan terus berulang dan tidak menyentuh akar masalah.
‎
‎Ia juga mengingatkan bahwa aktivitas PETI kini semakin berani, bahkan telah merambah kawasan hutan lindung dan beroperasi di sekitar jalan lintas.
‎
‎“Ini sudah sangat meresahkan. Bahkan masuk ke hutan lindung dan dilakukan secara terang-terangan. Tidak mungkin satu kementerian bisa menyelesaikan sendiri, harus ada kerja sama lintas sektor,” tegasnya.
‎
‎Rocky turut menyoroti adanya jaringan penadah yang sempat ditindak di beberapa daerah, seperti Surabaya dan Sumatera Barat. Ia berharap penindakan tersebut dapat terus berlanjut dan diperkuat.
‎
‎Di sisi lain, ia juga mengungkap dampak lanjutan dari aktivitas PETI, termasuk penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang digunakan untuk mendukung operasional tambang ilegal.
‎
‎“Harapan kami, dengan kolaborasi antar kementerian dan aparat penegak hukum, persoalan ini bisa diselesaikan. Memang tidak mudah, tapi akan lebih efektif jika yang ditindak adalah aktor utamanya,” pungkas Rocky.(snl/001)
‎

Berita Terkait

Jenderal Tandyo Jadi KSAD, Anggota DPR Singgung Peluang Jadi Panglima TNI
KPK Tetapkan 8 Tersangka Baru Kasus Proyek Jalan Sumut, Mantan Bupati hingga Pejabat PUPR Madina Ikut Diperiksa
Suyudi Ario Seto Disetujui DPR Jadi Kapolri, Hari Ini Dilantik Prabowo: Ini Profil Lengkapnya
Jaringan Judi Online Rp1,037 Triliun Dibongkar Bareskrim, Pakai AI dan Bot untuk Hindari Blokir
Jelang Musda KAHMI Medan, Ansor Harahap Jadi Kandidat Pertama yang Mendaftar, Bawa Gagasan “Rumah Besar Merawat Nilai”
Tragedi Bus ALS di Muratara, Penyidik Telusuri Dugaan Kelalaian Korporasi, Dua Tersangka Ditetapkan‎
Ketua Kaderisasi PKC PMII Riau Desak Polda Usut Dugaan Penyaluran BBM Ilegal
BGN Luncurkan Aplikasi “Reviu MBG”, Guru hingga Pengurus Pesantren Kini Bisa Nilai Kualitas Makanan Gratis
Berita ini 86 kali dibaca

Berita Terkait

Friday, 16 October 2026 - 14:20 WIB

Jenderal Tandyo Jadi KSAD, Anggota DPR Singgung Peluang Jadi Panglima TNI

Wednesday, 7 October 2026 - 23:42 WIB

KPK Tetapkan 8 Tersangka Baru Kasus Proyek Jalan Sumut, Mantan Bupati hingga Pejabat PUPR Madina Ikut Diperiksa

Thursday, 1 October 2026 - 13:11 WIB

Suyudi Ario Seto Disetujui DPR Jadi Kapolri, Hari Ini Dilantik Prabowo: Ini Profil Lengkapnya

Monday, 7 September 2026 - 11:26 WIB

Jaringan Judi Online Rp1,037 Triliun Dibongkar Bareskrim, Pakai AI dan Bot untuk Hindari Blokir

Thursday, 3 September 2026 - 09:54 WIB

Jelang Musda KAHMI Medan, Ansor Harahap Jadi Kandidat Pertama yang Mendaftar, Bawa Gagasan “Rumah Besar Merawat Nilai”

Berita Terbaru