Sumut. Newsline.id, Nias Barat | Akhir-akhir ini beredar berbagai berita di media sosial terkait penggunaan aplikasi SmartSchool di sekolah-sekolah, termasuk tudingan adanya pungutan sebesar Rp25.000 per siswa. Menanggapi hal tersebut, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nias Barat, Parlinus Gulo, memberikan klarifikasi resmi pada Kamis (11/12/2025).
Parlinus Gulo menegaskan bahwa informasi yang beredar tersebut tidak benar.
” Informasi itu tidak benar. Sampai sekarang pun pembayaran kepada penyedia SmartSchool belum dilakukan. Justru tadi juga sudah dibahas oleh para kasek dengan penyedia dan hasilnya bahwa biayanya sebesar Rp5.500 per siswa, yang sumber dananya dari dana BOS,” jelasnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan bahwa pembayaran untuk layanan SmartSchool tidak melalui Dinas Pendidikan, melainkan dilakukan langsung oleh pihak sekolah kepada penyedia layanan.
” Pihak sekolah memang langsung membayarnya ke penyedia,” tambahnya.
Lebih lanjut, Parlinus Gulo menyebut bahwa penggunaan SmartSchool memberikan manfaat positif bagi keaktifan guru dan proses pembelajaran siswa, terutama dalam mendukung sistem administrasi dan kegiatan belajar berbasis digital.
Terkait isu penggunaan dana BOS untuk layanan Starlink, Parlinus Gulo menjelaskan bahwa Starlink juga sangat mendukung tersedianya jaringan internet di lingkungan sekolah, dimana akhir-akhir ini sekolah yang telah mengaktifkan starlink merasakan manfaatnya yang sangat besar apalagi karena kondisi cuaca ekstrim dan bencana alam yang mengganggu kestabilan jaringan internet. Informasi dari penyedia tentang pembayarannya yang Rp.1.300.000,- karena paket yang disediakan adalah paket Unlimited, tidak terbatas kuota datanya.
” Starlink itu merupakan penunjang kegiatan belajar karena menyediakan akses internet dengan baik, dan bila sekolah membutuhkannya tentu memprogramkan penganggarannya dari dana BOSP” terangnya.
Dengan adanya klarifikasi ini, Dinas Pendidikan berharap masyarakat mendapatkan informasi yang benar dan tidak mudah terpengaruh isu yang kurang pasti di media sosial. (P.gl/SNL)










