Sumut.Newsline.id | Nias Barat – Pemerintah Kabupaten Nias Barat mulai merealisasikan pembangunan Ruas Jalan Faondrato–Pantai yang menghubungkan wilayah Kecamatan Mandrehe dan Moro’o. Pembangunan jalan tersebut ditangani hingga sepanjang 1,1 kilometer dan menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan konektivitas serta pemerataan pembangunan antarwilayah.
Dimulainya pekerjaan ini mendapat apresiasi dari sejumlah masyarakat. Mereka menilai pembangunan infrastruktur jalan sangat dibutuhkan untuk membuka akses wilayah sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya dalam memperlancar pengangkutan hasil-hasil komoditas dari desa menuju pusat pemasaran.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Masyarakat juga mengapresiasi komitmen Bupati dan Wakil Bupati Nias Barat yang dinilai terus mendorong pembangunan infrastruktur secara merata hingga ke wilayah desa. Pembangunan tersebut dipandang sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi dan misi pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan yang menyentuh kebutuhan dasar.
Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Nias Barat Ir. Arwadi Asmar Jaya Gulo, S.T. pada kami (27/08/2026) menjelaskan bahwa pembangunan Ruas Jalan Faondrato–Pantai memiliki peran strategis dalam meningkatkan konektivitas kawasan.
“ Tujuan pembangunan ini untuk meningkatkan konektivitas kawasan serta dalam rangka mengurangi kesenjangan antarwilayah. Ruas ini diharapkan secara bertahap dapat tembus ke jalan nonstatus ruas Sirombu–Afulu,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan jalan tersebut juga diharapkan dapat memperkuat akses logistik dan mempermudah masyarakat dalam mengangkut berbagai hasil komoditas dari desa.
“Juga mendukung akses logistik serta diharapkan dapat mempermudah pengangkutan hasil-hasil komoditas masyarakat desa,” lanjutnya.
Pemerintah Kabupaten Nias Barat juga mengharapkan dukungan masyarakat selama proses pembangunan berlangsung. Sinergi antara pemerintah, pelaksana pekerjaan dan masyarakat dinilai penting agar pekerjaan di lapangan dapat berjalan lancar sesuai dengan yang direncanakan.
“ Kami mengharapkan dukungan dan sinergi masyarakat untuk kesuksesan pelaksanaan pekerjaan di lapangan. Kita tidak ingin ada gangguan yang dapat menghambat kelancaran pekerjaan,” tegasnya.
Ia menambahkan, Dinas PUTR Nias Barat terbuka terhadap pengawasan masyarakat. Kritik dan masukan dari masyarakat tetap diperlukan sebagai bagian dari pengawasan pembangunan, sepanjang disampaikan secara konstruktif dan mengedepankan solusi.
“ PUTR Nias Barat tidak alergi terhadap koreksi maupun pengawasan dari masyarakat. Kritik tetap kami terima, terutama kritik yang mengedepankan solusi,” katanya.
Pembangunan Ruas Jalan Faondrato–Pantai ini juga disebut sebagai bentuk realisasi komitmen Bupati Nias Barat kepada masyarakat di wilayah tersebut. Sebelumnya, Bupati Nias Barat telah berkunjung ke kawasan itu dan menyampaikan rencana pembangunan jalan sebagai bagian dari pemenuhan kebutuhan infrastruktur masyarakat.
Kini, janji tersebut mulai diwujudkan melalui dimulainya pekerjaan di lapangan. Pemerintah berharap pembangunan jalan ini nantinya tidak hanya memperlancar mobilitas masyarakat, tetapi juga membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru, memperkuat konektivitas antardesa dan secara bertahap mengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah di Kabupaten Nias Barat. (P.gulo/SNL)
Penulis : Peringatan Gulo
Editor : Peringatan Gulo








