Newsline.id MADINA – Dinas Pertanian Kabupaten Mandailing Natal (Madina) cek Sipon Irigasi Batang Gadis yang tersumbat di Desa Gunung Tua Jae, Kecamatan Panyabungan. Sabtu (14/11/2025) sore.
Sipon Irigasi Batang Gadis yang mengairi lahan pertanian warga 3 Desa itu tersumbar akibat tumpukan material lumpur dan sampah, yang menyebabkan ratusan hektar lahan pertanian terancam.
3 Desa yang mengalami lahan pertanian kekeringan akibat Sipon yang tersumbat ini yakni, Desa Gunung Tua Jae, Desa Manyabar, dan Desa Gunung Barani.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Dinas Pertanian Madina, Taufik Zulhendra Ritonga bersama sejumlah Kepala Desa dalam tinjauan itu mengaku akan langsung berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera Utara, Dinas PUPR Madina, dan Dinas PUPR Provinsi untuk perbaikan.
Alhasil, Pengerukan material lumpur dan sampah di Sipon Irigasi sepanjang 25 meter ini akan dikerjakan pada hari senin depan oleh BWS bersama masyarakat setempat.
“Mudah-mudahan pengerukan ini selesai dalam kurun waktu satu minggu, sehingga air kembali mengalir mengairi lahan pertanian warga di 3 Desa dengan luas lahan 357 hektar. Sehingga petani bisa kembali beraktifitas untuk menanam padi di musim tanam kali ini,”ujar Taufik.
Sebelumnya, akibat kurangnya pasokan air yang mengairi lahan pertanian warga, sebagian petani mengalihkan lahan mereka ke lahan holtikultura.
Diketahui, Sipon Batang Gadis tersumbat sejak satu tengah tahun yang lalu, dan hingga kini belum ada perbaikan yang menyebabkan ratusan petani terganggu untuk tanam padi.
Penulis : Dede










