Semburan Lumpur Panas di Roburan Dolok Mengancam Kesehatan dan Lingkungan

Friday, 25 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Newsline.id MADINA – Desa Roburan Dolok, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), saat ini tengah menghadapi masalah serius akibat munculnya semburan lumpur panas yang tidak hanya mencemari aliran sungai, tetapi juga berdampak pada kualitas udara.

Asap dan uap berbau belerang yang dihasilkan oleh semburan lumpur panas tersebut menyebabkan kualitas udara di wilayah itu semakin memburuk.

Dampak dari semburan lumpur panas ini pun sangat dirasakan oleh warga sekitar, terutama petani dan mereka yang tinggal tak jauh dari lokasi semburan.

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bahkan puluhan hektare lahan pertanian warga sekitar saat ini sudah banyak yang mati akibat panas yang ditimbulkan oleh peristiwa ini.

“Saat ini kualitas udara yang semakin buruk akibat uap belerang yang timbul, bahkan kami para petani disini sudah sangat khawatir dengan lahan pertanian kami yang semakin hari banyak yang mati,” ucap Bahri Lubis Kamis (24/4/2025)

Bahri pun mengaku, selain banyaknya tanaman seperti pohon karet dan tanaman lain yang mati, semburan panas ini juga menyebabkan aliran sungai yang digunakan 4 Desa sudah tercemari.

“Dulunya sebelum ada peristiwa ini warga bergantung ke sungai untuk mengambil air minum dan mandi serta mencuci, sekarang tidak lagi karena sudah tercemari,” tambah Bahri.

1745559358424
Semburan Air campur lumpur panas

Atas peristiwa tersebut, warga Desa Roburan Dolok berharap pihak terkait dapat segera mengambil tindakan untuk menangani semburan lumpur panas ini dan mengurangi dampak negatifnya bagi masyarakat.

“Kami berharap agar masalah ini dapat segera diatasi dan kehidupan kami dapat kembali normal, dan lingkungan kami terutama lahan pertanian dapat kembali ditanami seperti sebelumnya, karena sangat berdampak terhadap ekonomi masyarakat yang sebagian besar menggantungkan hidup dari hasil pertanian,” tambah Khoiruddin Nasution.

Sementara, pemerintah Desa setempat sampai saat ini diketahui belum merespon dan tanggap atas peristiwa tersebut, bahkan Kepala Desa Roburan Dolok yang dihubungi media ini mengaku masih sibuk.

“Saya lagi di kebun, masih sibuk pak,” ucapnya singkat.

 

(Dedek)

Berita Terkait

Keluarga Sebastian Gulo Tegaskan Unggahan Soal Bupati Nias Barat Tidak Benar
Pendidikan di Daerah Terpencil dan Kepulauan Masih Hadapi Banyak Tantangan, Kurikulum Berbasis Lokal Dinilai Jadi Solusi
Bupati Nias Barat Eliyunus Waruwu Hadiri Forum Strategis Otonomi Daerah
Bupati Nias Barat Eliyunus Waruwu Apresiasi Pengabdian Polri di Hari Bhayangkara
Bupati Eliyunus Waruwu: Persatuan dan Iman Kunci Membangun Nias Barat yang Sejahtera
Bupati Nias Barat Eliyunus Waruwu Lihat Kondisi Jalan dan Pertanian Warga, Ajak Dialog Masyarakat
Masmudin Menang Telak, Nahkodai Koperasi Produsen BKPB Desa Bintuas
Pemilihan Pengurus Baru Koperasi Plasma BKPB Desa Bintuas, Penghitungan Suara Berlangsung Hingga Malam
Berita ini 143 kali dibaca

Berita Terkait

Thursday, 16 July 2026 - 00:10 WIB

Keluarga Sebastian Gulo Tegaskan Unggahan Soal Bupati Nias Barat Tidak Benar

Wednesday, 15 July 2026 - 16:57 WIB

Pendidikan di Daerah Terpencil dan Kepulauan Masih Hadapi Banyak Tantangan, Kurikulum Berbasis Lokal Dinilai Jadi Solusi

Friday, 3 July 2026 - 08:57 WIB

Bupati Nias Barat Eliyunus Waruwu Hadiri Forum Strategis Otonomi Daerah

Thursday, 2 July 2026 - 03:58 WIB

Bupati Nias Barat Eliyunus Waruwu Apresiasi Pengabdian Polri di Hari Bhayangkara

Monday, 29 June 2026 - 04:07 WIB

Bupati Eliyunus Waruwu: Persatuan dan Iman Kunci Membangun Nias Barat yang Sejahtera

Berita Terbaru