Semburan Lumpur Panas di Roburan Dolok Mengancam Kesehatan dan Lingkungan

Friday, 25 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Newsline.id MADINA – Desa Roburan Dolok, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), saat ini tengah menghadapi masalah serius akibat munculnya semburan lumpur panas yang tidak hanya mencemari aliran sungai, tetapi juga berdampak pada kualitas udara.

Asap dan uap berbau belerang yang dihasilkan oleh semburan lumpur panas tersebut menyebabkan kualitas udara di wilayah itu semakin memburuk.

Dampak dari semburan lumpur panas ini pun sangat dirasakan oleh warga sekitar, terutama petani dan mereka yang tinggal tak jauh dari lokasi semburan.

ADVERTISEMENT

banner BCChost

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bahkan puluhan hektare lahan pertanian warga sekitar saat ini sudah banyak yang mati akibat panas yang ditimbulkan oleh peristiwa ini.

“Saat ini kualitas udara yang semakin buruk akibat uap belerang yang timbul, bahkan kami para petani disini sudah sangat khawatir dengan lahan pertanian kami yang semakin hari banyak yang mati,” ucap Bahri Lubis Kamis (24/4/2025)

Bahri pun mengaku, selain banyaknya tanaman seperti pohon karet dan tanaman lain yang mati, semburan panas ini juga menyebabkan aliran sungai yang digunakan 4 Desa sudah tercemari.

“Dulunya sebelum ada peristiwa ini warga bergantung ke sungai untuk mengambil air minum dan mandi serta mencuci, sekarang tidak lagi karena sudah tercemari,” tambah Bahri.

1745559358424
Semburan Air campur lumpur panas

Atas peristiwa tersebut, warga Desa Roburan Dolok berharap pihak terkait dapat segera mengambil tindakan untuk menangani semburan lumpur panas ini dan mengurangi dampak negatifnya bagi masyarakat.

“Kami berharap agar masalah ini dapat segera diatasi dan kehidupan kami dapat kembali normal, dan lingkungan kami terutama lahan pertanian dapat kembali ditanami seperti sebelumnya, karena sangat berdampak terhadap ekonomi masyarakat yang sebagian besar menggantungkan hidup dari hasil pertanian,” tambah Khoiruddin Nasution.

Sementara, pemerintah Desa setempat sampai saat ini diketahui belum merespon dan tanggap atas peristiwa tersebut, bahkan Kepala Desa Roburan Dolok yang dihubungi media ini mengaku masih sibuk.

“Saya lagi di kebun, masih sibuk pak,” ucapnya singkat.

 

(Dedek)

Berita Terkait

IMA Kamus Madina Gelar Barakasih di Panti Asuhan Siti Aisyah, Hadirkan Kebahagiaan Lewat Kebersamaan
Dugaan Status Keanggotaan Arianto di KUD Maju Bersama Desa Pardamean Baru Terkuak
TP PKK Madina Gelar Aksi Sosial di Gunung Baringin, Salurkan Bantuan hingga CKG Untuk Warga
Kolaborasi Camat Natal, Kapolsek dan Kacabjari Bagikan Masker di Tengah Kabut Asap
Jenderal Tandyo Jadi KSAD, Anggota DPR Singgung Peluang Jadi Panglima TNI
Program Bedah Rumah BSPS di Madina Disorot, Diduga Ada Penerima Tak Penuhi Syarat
Pengurus KUD Maju Bersama Ajukan PMH ke PN Madina, Sidang Perdana Dimulai
Atang Bantah Dituding Mafia PETI, Tegaskan Sudah 3 Tahun Tak Menjabat Sekdes
Berita ini 146 kali dibaca

Berita Terkait

Monday, 2 November 2026 - 09:27 WIB

IMA Kamus Madina Gelar Barakasih di Panti Asuhan Siti Aisyah, Hadirkan Kebahagiaan Lewat Kebersamaan

Friday, 16 October 2026 - 18:14 WIB

Dugaan Status Keanggotaan Arianto di KUD Maju Bersama Desa Pardamean Baru Terkuak

Friday, 16 October 2026 - 16:44 WIB

TP PKK Madina Gelar Aksi Sosial di Gunung Baringin, Salurkan Bantuan hingga CKG Untuk Warga

Friday, 16 October 2026 - 14:20 WIB

Jenderal Tandyo Jadi KSAD, Anggota DPR Singgung Peluang Jadi Panglima TNI

Friday, 16 October 2026 - 13:03 WIB

Program Bedah Rumah BSPS di Madina Disorot, Diduga Ada Penerima Tak Penuhi Syarat

Berita Terbaru