Newsline.id MADINA – Aksi unjuk rasa mahasiswa di Kantor Bupati Mandailing Natal (Madina), Senin (3/11/2025) sore, berlangsung panas dan saling dorong dengan puluhan petugas Kepolisian dan Satpol-pp.
Dalam aksi ini, mahasiswa menyoroti persoalan perkebunan sawit di wilayah Pantai Barat. Massa aksi menghadiahi Sekretaris Daerah (Sekda) Madina, Drs. Sahnan Pasaribu, dengan boneka replika pocong sebagai simbol kekecewaan terhadap kinerja pemerintahan daerah.
Ratusan mahasiswa itu menilai pemerintahan daerah abai terhadap berbagai persoalan yang terjadi di sektor perkebunan sawit, terutama yang berdampak langsung pada masyarakat kecil.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam orasinya, ratusan mahasiswa meneriakkan kata kata kurang pas dan kritik tajam disertai kecaman terhadap Bupati Madina, Saipullah Nasution, dan Sekda Madina Sahnan Pasaribu.
Beberapa orator bahkan melontarkan kalimat bernada keras yang menggambarkan kemarahan dan kekecewaan mendalam terhadap kebijakan pemerintah daerah.
Tak hanya berorasi, massa aksi juga membakar ban bekas di halaman kantor Bupati sebagai simbol “matinya rasa keadilan dan nurani pemerintah” dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Pemberian boneka pocong kepada Sekda menjadi puncak aksi protes. Menurut mahasiswa, pocong tersebut melambangkan “matinya moral dan keberpihakan” pemerintah terhadap rakyat.
Hingga aksi berakhir, situasi di sekitar Kantor Bupati Madina sempat memanas namun tetap dalam pengawasan ketat aparat keamanan.
Penulis : Dede








