Janji Pengerukan Tak Kunjung Datang, Sedimen Timbun Sawah Puluhan Hektare di Hutabargot

Wednesday, 10 December 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Newsline.id MADINA – Sungai Aek Sihaporas di Desa Sayur Maincat, Kecamatan Hutabargot, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), kembali meluap dan memicu kerusakan serius pada saluran irigasi Batang Gadis sisi kiri.

Material pasir bercampur batu yang diperkirakan mencapai puluhan ton menyumbat aliran irigasi, sehingga air meluber ke lahan pertanian warga.

Akibatnya, puluhan hektare lahan masyarakat terendam banjir, sementara sebagian lainnya tertimbun endapan sedimen.

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak hanya itu, sekitar 30 hektare sawah petani saba rampak di bagian hilir juga mengalami kerusakan berat akibat gorong-gorong irigasi yang tersumbat, hingga menyebabkan pendangkalan dan aliran air tak lagi normal.

Hujan deras yang mengguyur dalam beberapa hari terakhir membuat aktivitas pertanian lumpuh total. Para petani mengaku tidak dapat menggarap lahan karena material banjir justru menutupi areal persawahan.

“Setelah banjir datang, lahan pertanian kami tertimbun pasir dan batu. Ini akibat luapan dari irigasi Batang Gadis yang tersumbat,” ungkap Burhanuddin, salah satu petani setempat, Rabu (10/12/2025).

Ia menambahkan, para petani berharap Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumut segera turun tangan untuk melakukan pengerukan material yang menutup aliran irigasi tersebut.

Warga menyebut, kondisi ini sebenarnya sudah pernah ditangani pemerintah dan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumut beberapa bulan lalu melalui pengerukan.

Namun, sedimen kembali menumpuk dan kini lebih parah. Ironisnya, hingga kini pihak BWS belum juga melakukan langkah penanganan, meski sebelumnya telah menjanjikan pengerukan menggunakan alat berat excavator panjang.

Petani mendesak agar pemerintah dan BWS bergerak cepat, mengingat irigasi Batang Gadis sisi kiri merupakan jalur air utama yang menjadi sumber penghidupan ribuan petani di kawasan tersebut.

“Kami memohon dilakukan tindakan secepatnya, karena tanpa pengerukan, kerusakan dipastikan akan bertambah luas dan mengancam gagal panen di musim tanam berikutnya,” ucap Burhanuddin.

Penulis : Dede

Berita Terkait

Keluarga Sebastian Gulo Tegaskan Unggahan Soal Bupati Nias Barat Tidak Benar
Pendidikan di Daerah Terpencil dan Kepulauan Masih Hadapi Banyak Tantangan, Kurikulum Berbasis Lokal Dinilai Jadi Solusi
Bupati Nias Barat Eliyunus Waruwu Hadiri Forum Strategis Otonomi Daerah
Bupati Nias Barat Eliyunus Waruwu Apresiasi Pengabdian Polri di Hari Bhayangkara
Bupati Eliyunus Waruwu: Persatuan dan Iman Kunci Membangun Nias Barat yang Sejahtera
Bupati Nias Barat Eliyunus Waruwu Lihat Kondisi Jalan dan Pertanian Warga, Ajak Dialog Masyarakat
Masmudin Menang Telak, Nahkodai Koperasi Produsen BKPB Desa Bintuas
Pemilihan Pengurus Baru Koperasi Plasma BKPB Desa Bintuas, Penghitungan Suara Berlangsung Hingga Malam
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Thursday, 16 July 2026 - 00:10 WIB

Keluarga Sebastian Gulo Tegaskan Unggahan Soal Bupati Nias Barat Tidak Benar

Wednesday, 15 July 2026 - 16:57 WIB

Pendidikan di Daerah Terpencil dan Kepulauan Masih Hadapi Banyak Tantangan, Kurikulum Berbasis Lokal Dinilai Jadi Solusi

Friday, 3 July 2026 - 08:57 WIB

Bupati Nias Barat Eliyunus Waruwu Hadiri Forum Strategis Otonomi Daerah

Thursday, 2 July 2026 - 03:58 WIB

Bupati Nias Barat Eliyunus Waruwu Apresiasi Pengabdian Polri di Hari Bhayangkara

Monday, 29 June 2026 - 04:07 WIB

Bupati Eliyunus Waruwu: Persatuan dan Iman Kunci Membangun Nias Barat yang Sejahtera

Berita Terbaru