Janji Pengerukan Tak Kunjung Datang, Sedimen Timbun Sawah Puluhan Hektare di Hutabargot

Wednesday, 10 December 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Newsline.id MADINA – Sungai Aek Sihaporas di Desa Sayur Maincat, Kecamatan Hutabargot, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), kembali meluap dan memicu kerusakan serius pada saluran irigasi Batang Gadis sisi kiri.

Material pasir bercampur batu yang diperkirakan mencapai puluhan ton menyumbat aliran irigasi, sehingga air meluber ke lahan pertanian warga.

Akibatnya, puluhan hektare lahan masyarakat terendam banjir, sementara sebagian lainnya tertimbun endapan sedimen.

ADVERTISEMENT

banner BCChost

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak hanya itu, sekitar 30 hektare sawah petani saba rampak di bagian hilir juga mengalami kerusakan berat akibat gorong-gorong irigasi yang tersumbat, hingga menyebabkan pendangkalan dan aliran air tak lagi normal.

Hujan deras yang mengguyur dalam beberapa hari terakhir membuat aktivitas pertanian lumpuh total. Para petani mengaku tidak dapat menggarap lahan karena material banjir justru menutupi areal persawahan.

“Setelah banjir datang, lahan pertanian kami tertimbun pasir dan batu. Ini akibat luapan dari irigasi Batang Gadis yang tersumbat,” ungkap Burhanuddin, salah satu petani setempat, Rabu (10/12/2025).

Ia menambahkan, para petani berharap Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumut segera turun tangan untuk melakukan pengerukan material yang menutup aliran irigasi tersebut.

Warga menyebut, kondisi ini sebenarnya sudah pernah ditangani pemerintah dan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumut beberapa bulan lalu melalui pengerukan.

Namun, sedimen kembali menumpuk dan kini lebih parah. Ironisnya, hingga kini pihak BWS belum juga melakukan langkah penanganan, meski sebelumnya telah menjanjikan pengerukan menggunakan alat berat excavator panjang.

Petani mendesak agar pemerintah dan BWS bergerak cepat, mengingat irigasi Batang Gadis sisi kiri merupakan jalur air utama yang menjadi sumber penghidupan ribuan petani di kawasan tersebut.

“Kami memohon dilakukan tindakan secepatnya, karena tanpa pengerukan, kerusakan dipastikan akan bertambah luas dan mengancam gagal panen di musim tanam berikutnya,” ucap Burhanuddin.

Penulis : Dede

Berita Terkait

IMA Kamus Madina Gelar Barakasih di Panti Asuhan Siti Aisyah, Hadirkan Kebahagiaan Lewat Kebersamaan
Dugaan Status Keanggotaan Arianto di KUD Maju Bersama Desa Pardamean Baru Terkuak
TP PKK Madina Gelar Aksi Sosial di Gunung Baringin, Salurkan Bantuan hingga CKG Untuk Warga
Kolaborasi Camat Natal, Kapolsek dan Kacabjari Bagikan Masker di Tengah Kabut Asap
Jenderal Tandyo Jadi KSAD, Anggota DPR Singgung Peluang Jadi Panglima TNI
Program Bedah Rumah BSPS di Madina Disorot, Diduga Ada Penerima Tak Penuhi Syarat
Pengurus KUD Maju Bersama Ajukan PMH ke PN Madina, Sidang Perdana Dimulai
Atang Bantah Dituding Mafia PETI, Tegaskan Sudah 3 Tahun Tak Menjabat Sekdes
Berita ini 40 kali dibaca

Berita Terkait

Monday, 2 November 2026 - 09:27 WIB

IMA Kamus Madina Gelar Barakasih di Panti Asuhan Siti Aisyah, Hadirkan Kebahagiaan Lewat Kebersamaan

Friday, 16 October 2026 - 18:14 WIB

Dugaan Status Keanggotaan Arianto di KUD Maju Bersama Desa Pardamean Baru Terkuak

Friday, 16 October 2026 - 16:44 WIB

TP PKK Madina Gelar Aksi Sosial di Gunung Baringin, Salurkan Bantuan hingga CKG Untuk Warga

Friday, 16 October 2026 - 14:20 WIB

Jenderal Tandyo Jadi KSAD, Anggota DPR Singgung Peluang Jadi Panglima TNI

Friday, 16 October 2026 - 13:03 WIB

Program Bedah Rumah BSPS di Madina Disorot, Diduga Ada Penerima Tak Penuhi Syarat

Berita Terbaru