Sumut.newsline.id, Madina – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Husni Thamrin Natal, Kecamatan Natal, menjadi sorotan publik usai insiden pasien darurat yang tidak mendapatkan pelayanan karena tidak ada petugas berjaga pada Sabtu malam, 9 Agustus 2025. Kejadian ini viral di berbagai media dan menuai kritik luas.
Direktur RSUD Husni Thamrin, Muhammad Rajamin Nasution, dalam klarifikasinya menyebut, saat insiden terjadi tenaga kesehatan tengah melakukan pergantian shift dan belum tiba di rumah sakit karena hujan.
Namun, penjelasan tersebut memicu kritik publik. Pasalnya, kasus serupa pernah terjadi pada 1 Agustus dengan alasan yang sama.
“Ini bukan pertama kali. Pada 1 Agustus juga sempat tidak ada petugas karena hujan. Saat kejadian 9 Agustus, jawabannya kembali sama,” kata Rajamin dalam sebuah video singkat.
Sejumlah warga menilai alasan tersebut tidak logis.
“Pergantian shift kok bisa terhalang hujan? Tidak masuk akal,” ujar Riswan Lubis, warga Natal, Rabu (13/8/2025).
Kritik tak hanya datang dari masyarakat, tetapi juga dari internal rumah sakit. Seorang pegawai yang enggan disebutkan namanya menilai pimpinan kerap melempar kesalahan kepada bawahan.
“Selama dia menjabat, yang ada hanya menyalahkan anggota. Lalu apa perannya sebagai direktur?” ucapnya.
Pegawai itu juga menyoroti jarangnya sang direktur hadir di rumah sakit.
“Bagaimana kami bisa disiplin kalau pimpinan sendiri tidak? Dalam seminggu kadang tidak datang sama sekali,” tambahnya.
Ketua Lembaga Adat Budaya Ranah Nata (LABRN) Kecamatan Natal, Ali Anapiah, menilai pola menyalahkan petugas adalah bentuk kepemimpinan yang tidak sehat.
“Jangan selalu menjadikan petugas sebagai kambing hitam. Sumber masalahnya ada pada direktur,” tegasnya.
Ali bahkan mendesak Bupati Mandailing Natal untuk segera mengganti direktur RSUD Husni Thamrin. (red/snl)










