Insiden Intimidasi Wartawan, FWP Desak Penertiban Orang Dekat Gubsu

Friday, 9 May 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Newsline.id MEDAN – Forum Wartawan Pemprovsu (FWP) angkat suara ihwal insiden dugaan intimidasi yang dilakukan Wahyu Panjaitan, tim melekat Gubernur Bobby Nasution terhadap wartawan TVRI, Dodi Kurniawan.

Ketua FWP, Zulkifli Harahap, menyatakan pihaknya sangat menyayangkan kejadian tersebut bisa terjadi. Menurutnya, hal itu sudah menciderai Undang-Undang Nomor 40/1999 tentang Pers.

“Hemat kami tidak seharusnya kejadian cekcok itu terjadi, apalagi saat itu dalam momen acara yang dihadiri wartawan. Dan wartawan dalam kapasitas menjalankan tugas dan tanggungjawabnya sebagai jurnalis. Mau siapapun dia itu, dalam kapasitas apapun dia, tidak berhak ada upaya penghalangan terhadap jurnalis yang meliput di kantor gubernur Sumut,” ujarnya didampingi Sekretaris FWP, Benny Pasaribu, Kamis (8/5/2025).

ADVERTISEMENT

banner BCChost

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pria yang akrab disapa Zul Gondrong ini menegaskan mau siapapun gubernur Sumut, tetap ada wartawan yang bertugas di kantor gubernur. Maka jangan sampai ‘gerbong’ dari gubernur yang baru masuk tersebut, justru ingin merusak citra Bobby Nasution sebagai orang nomor satu di Pemerintahan Provinsi Sumut.

“Dan satu hal lagi yang perlu diingat, kami di kantor gubernur itu bukan untuk mencari-cari pekerjaan, melainkan memang ditugaskan secara resmi dari kantor kami masing-masing untuk meliput di lingkungan Pemprovsu. Jadi tolonglah kita saling menghargai. Kalau melihat kejadian semalam itu, saya menilai itu semacam premanisme. Sampai ada bahasa ‘kau tandai aku ya’, apa itu?” tegas wartawan senior dari Harian Waspada ini.

Karenanya sekali lagi Zul Gondrong mengingatkan, jangan sampai orang-orang di sekeliling Bobby Nasution justru menjadi penyebab tidak harmonisnya hubungan antara wartawan terutama yang tergabung di FWP, dengan Gubernur Bobby.

“Padahal dalam tugas kami sehari-hari, tidak hanya gubernur dan wakil gubernur, semua pejabat Pemprovsu berhak untuk melayani pertanyaan ataupun konfirmasi dari wartawan yang bertugas di kantor Gubsu. Karena sekali lagi, kami di sini itu bertugas menjalankan profesi yang mulia ini, sebagai penyambung aspirasi masyarakat Sumut. Jadi bukan kami mencari-cari kerja. Dan mau siapapun gubernurnya, tetap ada wartawan unit Pemprovsu,” pungkasnya.

                Informasi Keliru

Benny Pasaribu menambahkan, pihaknya menduga kuat bahwa orang-orang sekeliling gubernur saat ini sudah menyampaikan informasi yang keliru kepada Bobby Nasution. Misalnya bahwa FWP tidak mendukung pemerintahan Bobby-Surya.

“Nah, padahal mungkin di sisi pak gubernur sendiri, sebenarnya ingin membuka komunikasi yang baik dengan kita (FWP) di sini. Dan kita pun sangat welcome jika diajak bergandengan tangan untuk membangun visi misi Pak Bobby dan Pak Surya hingga 2030 mendatang,” ujarnya.

Orang-orang di sekeliling Gubernur Bobby yang bersikap arogan dan tidak bersahabat kepada insan pers, tegas Benny, harus ditertibkan dan jangan dipakai lagi ke depannya.

“Kita minta jangan sampai pula orang-orang di sekitar Pak Gubernur Bobby hari ini, menjadi penghambat tugas-tugas jurnalistik dari kawan-kawan media yang sehari-harinya meliput di jajaran Pemprovsu. Apalagi di sini itu banyak para senior dan sesepuh jurnalis juga yang sampai sekarang masih konsisten meliput di kantor gubernur. Marilah kita saling menghargai satu sama lain, sehingga dalam perjalanannya kita nyaman menjalankan tugas dan kewajiban kita masing-masing,” ujarnya.

Sosok Wahyu Panjaitan diketahui mendadak menjadi sorotan publik, usai diduga melakukan intimidasi kepada insan pers saat meliput di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Rabu (7/5/2025).

Setelah ditelusuri wartawan, Wahyu Panjaitan ternyata tidak terdaftar sebagai staf protokol pada Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Setdaprovsu maupun di Dinas Kominfo Sumut.

                   Tidak Terdaftar 

Kepala Biro Adpim, Ady Putra Parlauangan melalui Kabag Protokol, Reza Prima Kurniawan, membenarkan bahwa Wahyu Panjaitan bukan bagian dari instansi mereka.

“Tidak ada nama itu (Wahyu, Red) di Biro Adpim, Bang. Kalau abang tidak percaya, nanti saya kasih daftar nama-namanya. Heran juga saya kenapa nama dia itu disebut-sebut di media sebagai staf protokoler di Biro Adpim,” ungkapnya menjawab konfirmasi wartawan, Rabu sore (7/5).

Reza juga tidak mengetahui keberadaan Wahyu Panjaitan secara resmi di lingkungan Pemprovsu. Termasuk sebagai protokol pribadi atau justru tim media melekat Gubernur Bobby.

“Kalau itu ceritanya kurang tahulah saya, bang,” pungkasnya.

Hal senada diakui Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kominfo Sumut, Porman Mahulae. Saat dikonfirmasi wartawan via telepon, Kamis (8/5/2025), ia menegaskan, Wahyu tidak terdaftar di instansi mereka.

“Saya tidak tahu siapa dia dan apa tugasnya,” ungkapnya.

Porman menduga insiden yang terjadi merupakan bentuk miskomunikasi. Namun demikian, kegaduhan yang terjadi sudah menimbulkan keresahan, terutama di kalangan jurnalis yang merasa ruang kerja mereka dibatasi oleh figur tanpa status yang jelas.

(***)

Berita Terkait

IMA Kamus Madina Gelar Barakasih di Panti Asuhan Siti Aisyah, Hadirkan Kebahagiaan Lewat Kebersamaan
Dugaan Status Keanggotaan Arianto di KUD Maju Bersama Desa Pardamean Baru Terkuak
TP PKK Madina Gelar Aksi Sosial di Gunung Baringin, Salurkan Bantuan hingga CKG Untuk Warga
Kolaborasi Camat Natal, Kapolsek dan Kacabjari Bagikan Masker di Tengah Kabut Asap
Jenderal Tandyo Jadi KSAD, Anggota DPR Singgung Peluang Jadi Panglima TNI
Program Bedah Rumah BSPS di Madina Disorot, Diduga Ada Penerima Tak Penuhi Syarat
Pengurus KUD Maju Bersama Ajukan PMH ke PN Madina, Sidang Perdana Dimulai
Atang Bantah Dituding Mafia PETI, Tegaskan Sudah 3 Tahun Tak Menjabat Sekdes
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Monday, 2 November 2026 - 09:27 WIB

IMA Kamus Madina Gelar Barakasih di Panti Asuhan Siti Aisyah, Hadirkan Kebahagiaan Lewat Kebersamaan

Friday, 16 October 2026 - 18:14 WIB

Dugaan Status Keanggotaan Arianto di KUD Maju Bersama Desa Pardamean Baru Terkuak

Friday, 16 October 2026 - 16:44 WIB

TP PKK Madina Gelar Aksi Sosial di Gunung Baringin, Salurkan Bantuan hingga CKG Untuk Warga

Friday, 16 October 2026 - 14:20 WIB

Jenderal Tandyo Jadi KSAD, Anggota DPR Singgung Peluang Jadi Panglima TNI

Friday, 16 October 2026 - 13:03 WIB

Program Bedah Rumah BSPS di Madina Disorot, Diduga Ada Penerima Tak Penuhi Syarat

Berita Terbaru