Sumut.Newsline, Mandailing Natal – Ikatan Mahasiswa Keluarga Abituren Musthafawiyah Mandailing Natal (IMA KAMUS MADINA) menggelar kegiatan sosial bertajuk Barakasih (Bakar-Bakar dan Berbagi Kasih) di Panti Asuhan Siti Aisyah, Jalan Lintas Timur, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Minggu (1/11/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian mahasiswa terhadap anak-anak panti asuhan. Tidak hanya berbagi kebahagiaan, kegiatan ini juga bertujuan mempererat tali silaturahmi serta membangun kedekatan emosional melalui suasana kekeluargaan.
Ketua Umum IMA KAMUS MADINA, Syamsul Ma’arif, mengatakan kegiatan BARAKASIH merupakan salah satu upaya menanamkan nilai kepedulian sosial di kalangan mahasiswa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, mahasiswa tidak seharusnya hanya berfokus pada aktivitas akademik, tetapi juga harus mampu memberikan kontribusi nyata dan manfaat bagi masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan kepedulian sosial di kalangan mahasiswa. Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat tidak hanya sebatas menjalankan peran akademik, tetapi juga harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi sesama,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, para mahasiswa mengajak anak-anak panti asuhan menikmati kebersamaan melalui kegiatan bakar-bakar yang dikemas secara sederhana dan penuh keakraban.
Suasana santai tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman berbeda bagi anak-anak panti asuhan, sekaligus menghadirkan keceriaan dan mengurangi kejenuhan dari rutinitas sehari-hari.
Sementara itu, Ketua Panitia BARAKASIH, Khoirul Fahri, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sengaja dirancang sebagai momentum untuk membangun kebersamaan dan menghadirkan kebahagiaan sederhana bagi anak-anak panti asuhan.
“Kegiatan ini kami rancang sebagai momentum untuk membangun kebersamaan dengan adik-adik di panti asuhan. Kami berharap melalui suasana santai dan penuh kekeluargaan, seluruh rangkaian kegiatan dapat menghadirkan kebahagiaan yang bermakna bagi mereka,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kepedulian sosial tidak selalu harus diwujudkan melalui pemberian bantuan materi. Meluangkan waktu, memberikan perhatian, mendengarkan cerita, hingga menemani anak-anak panti asuhan juga merupakan bentuk kepedulian yang memiliki nilai tersendiri.
Lebih dari sekadar kegiatan berkumpul dan makan bersama, BARAKASIH menjadi gambaran bahwa kepedulian dapat dimulai dari hal-hal sederhana.
IMA KAMUS MADINA berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk lebih aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
Dengan demikian, keberadaan organisasi mahasiswa tidak hanya dirasakan di lingkungan kampus, tetapi juga mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.
Melalui BARAKASIH, IMA KAMUS MADINA ingin menunjukkan bahwa berbagi kasih bukan semata-mata tentang apa yang diberikan, melainkan juga tentang kehadiran, perhatian, dan ketulusan dalam membangun kebersamaan.(RD)
Penulis : Ahmad Umeir Siregar
Editor : Rudi






