Newsline.id MADINA – Ketua Gabungan Pengusaha Kontruksi Nasional (GAPEKNAS) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Edi Syahputra, meminta pemerintah memprioritaskan pengusaha lokal dalam pelaksanaan penunjukan langsung (PL) di wilayah Madina.
“Di Madina masih banyak Perusahaan Kontruksi yang bernaung di bawah Asosiasi resmi, kenapa harus yang dari luar daerah yang mengerjakan PL, ditengah efisiensi anggaran ini seharusnya Pemerintah memberikan PL itu kepada Perusahan Lokal yang bernaung di Asosiasi di Madina ini,” ungkap Edi Syahputra.
Edi Syahputra menegaskan bahwa di Kabupaten Mandailing Natal masih banyak pengusaha dan perusahaan kontruksi yang memiliki kemampuan dan kualifikasi dalam melaksanakan kegiatan bersifat penunjukan langsung.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Di Madina banyak Perusahaan yang memiliki Qualified melaksanakan kegiatan itu, jadi kenapa harus dari luar,” tegasnya.
Dalam kesempatan ini, Edi Syahputra juga meminta ketegasan Bupati Madina H Saipullah Nasution untuk memperhatikan keberlangsungan seluruh perusahaan dan pengusaha lokal yang bernaung di bawah Asosiasi-Asosiasi di Madina.
Dengan demikian, diharapkan pengusaha lokal dapat memberdayakan pekerja lokal di Madina dan meningkatkan perekonomian daerah.
Sebelumnya, pemberitaan muncuat setelah pembangunan bekas Bioskop Pasar Lama Panyabungan diduga menggunakan material yang tidak mengatongi SIPB atau Izin penambangan Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB).
Pembangunan pasar bekas Bioskop itu bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Madina Tahun Anggaran (TA) 2025 dengan Pagu anggaran sebesar Rp 398.986.000,.
Pembangunan itu pun kini menjadi sorotan masyarakat usai pemberitaan muncul di berbagai media Online.
(Dedek)










