Newsline.id MADINA – Bencana banjir yang melanda sejumlah kecamatan di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dalam beberapa hari terakhir berdampak besar terhadap sektor pertanian.
Berdasarkan data dari pemerintah Kabupaten Madina, luas lahan terdampak, total 4,498,78 hektare lahan pertanian terendam banjir, dan 3,630,35 hektare di antaranya mengalami kerusakan atau puso.
Tanaman padi tercatat sebagai komoditas dengan kerusakan terparah. Total lahan padi terdampak mencapai 4.073,53 hektare, dengan 3.359 hektare mengalami puso. Kerusakan terbesar terjadi di beberapa kecamatan berikut:
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Puncak Sorik Merapi. 50,62 ha terdampak dan 20 ha puso.
Siabu: 2.053,4 ha terdampak dan 2.000 ha puso.
Muara Batang Gadis: 987 ha terdampak dan 987 ha puso.
Panyabungan Utara: 394,6 ha terdampak dan 60 ha puso.
Hutabargot: 147,5 ha terdampak.
Serta ratusan hektare di Kecamatan lain yang ikut rusak akibat banjir ini. Kondisi ini mengancam produksi beras daerah dan memukul perekonomian petani.
Tanaman jagung ikut terdampak banjir seluas 382,40 hektare, dengan 234 hektare mengalami kerusakan. Sebaran kerusakan jagung terbesar terjadi di.
Kecamatan Siabu: 181 hektar dan 100 hektare puso.
Panyabungan Utara: 143 hektrar dan 100 hektare puso.

Sementara itu, tanaman hortikultura ikut terdampak meski dalam luasan yang lebih kecil:
Cabai: 5,17 ha puso
Tomat: 1,78 ha terdampak
Terong: 14,50 ha puso
Timun: 0,05 ha puso
Pare: 1 ha (puso)
Kembang kol: 0,75 ha
Jeruk Manis: 5 ha
Kacang Tanah: 0,1 ha
Selain tanaman pangan dan sayuran, banjir juga merusak lahan tanaman tahunan milik warga.
Sementara, pemerintah Kabupaten Mandailing Natal melalui Dinas Pertanian menyampaikan bahwa pendataan ini sudah final dari lapangan.
“Pendataan ini sesuai dengan hasil yang kita dapatkan di lapangan, berkoordinasi dengan pihak kecamatan serta desa. Bantuan benih dan pendampingan pascabencana akan segera disalurkan,” terang Taufik Zulhandra Ritonga.
Penulis : Dede










