SUMUT.NEWSLINE.ID, SINUNUKAN – Yayasan At-Taqwa yang berada di Desa Sinunukan 5, Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, terus berkomitmen membina generasi muda melalui pendidikan keagamaan secara gratis. Lembaga pendidikan tersebut didirikan dari dukungan infak dan sedekah masyarakat sekitar.
Ketua Yayasan At-Taqwa, Wiyono, mengatakan yayasan yang dipimpinnya bertujuan untuk mencetak generasi muda yang beriman, bertakwa, serta memiliki akhlak dan budi pekerti yang baik.
“Yayasan At-Taqwa dibangun dan dibiayai dari infak serta sedekah warga sekitar. Tujuan kami adalah membina generasi muda agar menjadi pribadi yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,” ujar Wiyono kepada wartawan, Senin (9/3/26).
Ia menjelaskan, yayasan tersebut terbuka bagi siapa saja yang ingin menempuh pendidikan di sana tanpa memandang latar belakang suku, bangsa, maupun agama.
“Siapa saja boleh sekolah di sini. Yayasan ini terbuka untuk anak-anak dari seluruh Indonesia,” tambahnya.
Wiyono mengungkapkan, operasional dan pengembangan yayasan tidak hanya berasal dari infak masyarakat, tetapi juga didukung dari wakaf lahan seluas sekitar 12 hektare serta plasma sebanyak enam kavling yang dikelola untuk menunjang kegiatan pendidikan. Selain itu, yayasan juga menerima dukungan dari para donatur yang peduli terhadap pendidikan keagamaan.
Saat ini Yayasan At-Taqwa mengelola sejumlah kegiatan pendidikan keagamaan, di antaranya Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) dan program Tahfiz tingkat Tsanawiyah yang diikuti sebanyak 41 santri. Para santri tersebut difasilitasi dengan asrama, terutama bagi anak yatim dan siswa dari keluarga kurang mampu.
Selain itu, yayasan juga mengelola Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) dengan jumlah peserta didik sebanyak 81 siswa. Lembaga tersebut juga memiliki Raudhatul Athfal (RA) atau setingkat taman kanak-kanak/PAUD sebagai pendidikan dasar bagi anak-anak.
Wiyono menambahkan, ke depan pihak yayasan berencana mendirikan sekolah tingkat Aliyah guna melanjutkan pendidikan para santri yang telah menyelesaikan jenjang sebelumnya.
Yayasan At-Taqwa sendiri dibangun di atas lahan seluas sekitar 1,3 hektare yang dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, seperti masjid, asrama santri, serta sarana olahraga.
“Seluruh pendidikan di Yayasan At-Taqwa tidak dipungut biaya. Bahkan bagi anak yatim dan siswa kurang mampu, kami berupaya memberikan bantuan tambahan,” tutup Wiyono.(STP)
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT










