
Newsline.id, Mandailing Natal – Kemampuan menghadapi situasi darurat di lingkungan sekolah menjadi perhatian Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Sumatera Utara.
Melalui pelatihan kesiapsiagaan bencana, para guru dan tenaga kependidikan di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) diberikan pembekalan mengenai langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi kondisi darurat.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di SMP Negeri 1 Natal, Kecamatan Natal, Madina, Jumat (2/10/2026). Pelatihan dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, hingga Minggu (4/10/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala BBGTK Sumut dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Madina, dr. M. Faisal Situmorang, M.KM., turut hadir dalam pembukaan kegiatan.
Faisal mengatakan, kesiapan menghadapi bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab pihak tertentu. Guru yang setiap hari berhadapan langsung dengan peserta didik juga perlu memahami tindakan yang tepat apabila terjadi keadaan darurat.
“Guru tidak hanya memiliki tugas dalam proses belajar mengajar, tetapi juga harus memahami langkah yang perlu dilakukan ketika terjadi bencana atau keadaan darurat yang mengancam keselamatan peserta didik,” kata Faisal.
Ia menilai, pengetahuan tersebut menjadi penting karena kondisi darurat dapat terjadi kapan saja, termasuk ketika kegiatan pembelajaran sedang berlangsung.
“Guru wajib mengetahui apa yang harus dilakukan ketika menghadapi kondisi darurat,” ujarnya.
Menurut Faisal, pemahaman tentang kesiapsiagaan diharapkan membuat guru lebih siap mengambil tindakan ketika terjadi bencana. Terutama dalam mengarahkan peserta didik menuju kondisi yang lebih aman.
“Dengan pemahaman mengenai kesiapsiagaan bencana, guru diharapkan mampu mengambil langkah yang tepat untuk mengarahkan dan melindungi peserta didik apabila terjadi situasi darurat,” katanya.
Pelatihan ini diikuti guru dan tenaga kependidikan dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD hingga SMA/SMK yang berada di kawasan Pantai Barat Madina.
Peserta mendapatkan pembekalan terkait kesiapsiagaan menghadapi bencana, termasuk pemahaman mengenai tindakan yang perlu dipersiapkan sebelum kejadian, langkah saat bencana berlangsung, hingga penanganan setelah kondisi darurat berakhir.
Dengan adanya pembekalan tersebut, satuan pendidikan diharapkan memiliki sumber daya manusia yang lebih siap dalam menghadapi berbagai kemungkinan bencana.
Selain itu, pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan diharapkan dapat diterapkan dalam lingkungan sekolah sehingga guru dan tenaga kependidikan tidak hanya memahami teori, tetapi juga mengetahui langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi situasi darurat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri KasiNatal dan Pendidikan Khusus Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XI, Muhammad Akhyar ME Nasution, S.Pd., M.Pd., Korwil 16 Dinas Pendidikan Salamat Nasution, S.Pd., sejumlah kepala sekolah dan jajaran terkait.
BBGTK Sumut bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Madina berharap materi yang diberikan selama pelatihan dapat diteruskan dan diterapkan di masing-masing satuan pendidikan.
Dengan demikian, kesiapsiagaan menghadapi bencana dapat menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan sekolah yang lebih aman bagi guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik.(RD)






