16 Desa Tak Serahkan LPJ DD 2023, Kasi Pidsus : Sudah Terima Laporannya Dan Akan kita Telaah

Thursday, 2 October 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Newsline.id MADINA. Kejaksaan Negeri Mandailing Natal (Kejari Madina) sedang melakukan telaah hukum atas laporan Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (GNPK-RI) Sumatera Utara (Sumut) atas 16 Desa di kabupaten Madina yang tidak menyerahkan Laporan Pertanggungjawaban Dana Desa (LPJ DD) 2023.

Hal ini ditegaskan Plt Kajari Madina, Gatot Haryono, SH, MH melalui Kasi Pidsus, Herianto, SH, MH ketika dikonfirmasi wartawan, Kamis (02/10/2025) sore via seluler.

“Sudah kita terima laporannya dan tim akan melakukan telaah hukum atas laporan tersebut,”jawabnya singkat.

ADVERTISEMENT

banner BCChost

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebelumnya, Sekretaris GNPK-RI Sumut, Yulinar Lubis, Rabu (01/10/2025) telah melaporkan sebanyak 16 Desa di Kabupaten Madina yang tidak menyerahkan LPJ DD tahun 2023 ke Inspektorat dari beberapa kecamatan.

“Kita masukkan laporan resmi ke Kejaksaan. Laporan ini sudah kita konfrontir dengan data dari Inspektorat Madina. Sehingga secara administrasi laporan yang kita serahkan ke Kejaksaan sudah lengkap dengan data,” ungkapnya.

Ia pun menguraikan, awalnya pihak GNPK RI sudah menyurati dan mengkonfirmasi kepada Kepala Desa. Namun, hingga dibuat laporan resmi ini, surat konfirmasi yang GNPK RI kirimkan hanya dianggap lalu oleh kepala desa yang terindikasi tidak menyerahkan SPJ DD 2023 lalu.

“Kita sudah coba untuk konfirmasi. Hanya beberapa desa yang tanggapi surat konfirmasi kita. Rata-rata balasan dari Kepala Desa seolah tak mau mempertanggungjawabkan karena masa itu dipimpin oleh Pejabat Kepala Desa,”ungkapnya.

Jadi lanjutnya, kita duga ini ada pemufakatan dan kerjasama untuk mengkorupsi dana desa tersebut.

Yuli juga mengatakan, salah seorang Camat yang juga menjabat Pejabat Kepala Desa saat itu pun diduga berbohong karena membalas surat konfirmasi dari GNPK RI Sumut menegaskan SPJnya sudah diserahkan dan dianggap selesai oleh Inspektorat.

Contohnya, Camat Ranto Baek, yang pada saat itu menjabat Pj Kepala Desa Manisak memang telah menjawab bahwa SPJ dari desanya sudah selesai dan diserahkan oleh Inspektorat Madina. Namun, berdasarkan jawaban dari Inspektorat, desa Manisak hingga saat ini tidak menyerahkan SPJ tahun 2023,” terangnya.

Dan Yulinar menambahkan, apa yang dilakukan baik oleh Kepala Desa maupun Pejabat Kepala Desa di tahun 2023 yang lalu diduga kuat merupakan indikasi korupsi. Sehingga mereka harus mempertanggungjawabkan perbuatan mereka.

”kita dari GNPK RI menduga ada indikasi korupsi sehingga SPJ DD 2023 sebagian Pejabat Kepala Desa tidak menyerahkannya ke Inspektorat. Dan yang paling mengherankan mengapa DD 2024 bisa di cairkan, sementara SPJ DD 2023 itu tidak diserahkan kepala Desa,”tutup Yuli penuh tanya.

Sebab sambungnya, tidak menyerahkan SPJ Dana Desa merupakan pelanggaran terhadap Pasal 71 ayat (1) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa(UU Desa) yang mewajibkan Kepala Desa untuk menyampaikan laporan penyelenggaraan pemerintahan desa kepada Bupati/Walikota.

Pelanggaran ini dapat dikenakan sanksi sesuai peraturan perundang-undangan, termasuk dalam hal ini ketentuan yang termuat dalam peraturan perundang-undangan terkait pengelolaan dana desa seperti sanksi administrasi dan sanksi hukum pidana.

Penulis : RLS/Dede

Berita Terkait

Tolak PETI di Lahan Sitaan Satgas PKH, Koperasi MSM Minta PT Agrinas Turun Tangan
IMA Kamus Madina Gelar Barakasih di Panti Asuhan Siti Aisyah, Hadirkan Kebahagiaan Lewat Kebersamaan
Dugaan Status Keanggotaan Arianto di KUD Maju Bersama Desa Pardamean Baru Terkuak
TP PKK Madina Gelar Aksi Sosial di Gunung Baringin, Salurkan Bantuan hingga CKG Untuk Warga
Kolaborasi Camat Natal, Kapolsek dan Kacabjari Bagikan Masker di Tengah Kabut Asap
Jenderal Tandyo Jadi KSAD, Anggota DPR Singgung Peluang Jadi Panglima TNI
Program Bedah Rumah BSPS di Madina Disorot, Diduga Ada Penerima Tak Penuhi Syarat
Pengurus KUD Maju Bersama Ajukan PMH ke PN Madina, Sidang Perdana Dimulai
Berita ini 87 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 4 November 2026 - 23:48 WIB

Tolak PETI di Lahan Sitaan Satgas PKH, Koperasi MSM Minta PT Agrinas Turun Tangan

Monday, 2 November 2026 - 09:27 WIB

IMA Kamus Madina Gelar Barakasih di Panti Asuhan Siti Aisyah, Hadirkan Kebahagiaan Lewat Kebersamaan

Friday, 16 October 2026 - 18:14 WIB

Dugaan Status Keanggotaan Arianto di KUD Maju Bersama Desa Pardamean Baru Terkuak

Friday, 16 October 2026 - 14:46 WIB

Kolaborasi Camat Natal, Kapolsek dan Kacabjari Bagikan Masker di Tengah Kabut Asap

Friday, 16 October 2026 - 14:20 WIB

Jenderal Tandyo Jadi KSAD, Anggota DPR Singgung Peluang Jadi Panglima TNI

Berita Terbaru