Terungkap!!! Parman Pemilik “Danau Maut” Tambang Ilegal di Madina

Friday, 30 May 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Newsline.id MADINA – Fajaruddin, Kades Rantobi akhirnya buka suara dan menyebut nama Parman sebagai pemilik lobang tambang ilegal yang menelan nyawa dua bocah di Desa Rantobi, Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

Sebelumnya, Kades Rantobi sempat enggan menyebutkan identitas pemilik lobang tambang ilegal tersebut. Namun, setelah didesak, Kades Rantobi akhirnya mengakui bahwa Parman adalah pemilik lobang tambang ilegal yang dikenal sebagai “Danau Maut” tersebut.

Awalnya Kades Fajaruddin tidak bersedia mengungkapkan pemilik danau maut bekas tambang ilegal di Desa Rantobi, namun setelah didesak akhirnya sang kades pun bersuara.

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Iya pemilik lobang galian tambang ilegal itu adalah Parman warga Aek Baru Jae”ucap Fajaruddin setelah didesak melalui sambungan telepon, Jum’at (30/5/2025).

Kades Fajaruddin pun sempat menyebutkan perdamaian saat menjawab telepon, namun ketika dicecar perdamaian dengan siapa, ia pun kembali meralat keterangannya.

“Bukan, maksud saya bukan perdamaian, tapi semuanya sudah ditangani polisi”, potongnya.

Sedangkan ketika ditanya siapa pemilik lahan, Kades pun mengaku tidak tau meski dirinya seorang kepala desa.

“Saya tidak tau, itukan hanya tanah di daerah aliran sungai jadi saya gak tau siapa pemilik lahan”, akunya seperti menutupi.

Pengakuan Kades Rantobi ini pun tentunya menjadi titik terang bagi pihak kepolisian untuk mengungkapkan kasus ini lebih lanjut.

Pihak kepolisian diharapkan dapat melakukan penyelidikan dan mengambil tindakan tegas terhadap pemilik tambang ilegal tersebut.

Dengan demikian, diharapkan kasus ini dapat diungkap secara tuntas dan pihak-pihak yang bertanggung jawab dapat dimintai pertanggungjawaban.

Seperti diketahui keberadaan tambang ilegal di kabupaten Mandailing Natal ( Madina) terus saja memakan korban.

Jika kemarin korban tewas akibat tertimbun longsor, kini giliran dua anak perempuan meregang nyawa akibat tenggelam di eks lobang galian tambang yang sudah berubah jadi danau .

“Iya benar dua anak perempuan ditemukan tewas tenggelam di kolam bekas galian tambang yang sudah ditinggalkan pemiliknya,” Ujar Kepala Desa Rantobi kecamatan Batang Natal Kabupaten Mandailing Natal ( Madina),Fajaruddin,melalui sambungan telepon, Kamis (29/5/2025).

Fajaruddin menuturkan dua bocah yang ditemukan tewas tenggelam di danau eks tambang ilegal itu adalah Regina (10) dan temannya Sopiah (9),keduanya merupakan warga Desa Rantobi, saat ini masih duduk di bangku Sekolah Dasar ( SD).

Peristiwa memilukan itu terjadi pada Kamis (29/5). Seluruh warga desa sontak panik, terutama orang tua bocah yang merasa kehilangan anaknya saat mendengar informasi ada dua anak tenggelam di danau buatan toke tambang ilegal tersebut.

Warga pun berbondong-bondong untuk melakukan pencarian menuju lokasi tempat kejadian kedua bocah tenggelam tersebut.

Setelah melakukan pencarian beberapa lama akhirnya warga menemukan dua anak perempuan itu tenggelam di dasar kolam.

Diduga tenggelamnya kedua korban belum lama sehingga jasadnya tenggelam dan belum mengapung.

Sejumlah warga yang juga dihubungi mengecam pemilik lobang bekas tambang ilegal yang begitu saja meninggalkan lobangnya, sehingga menjadi ancaman maut bagi warga Desa Rantobi.

“Ini sangat tidak bertanggungjawab, setelah menguras emasnya dia seenaknya meninggalkan “danau maut” bagi warga disini, terutama anak – anak”, kecam warga yang tak mau ditulis namanya.

Tragedi ini menjadi pengingat bagi kita semua, bahwa keselamatan warga, khususnya anak-anak harus menjadi prioritas utama.

Kolam bekas tambang yang mengaga tanpa pengamanan harus segera ditangani sebelum lebih banyak nyawa yang melayang.

Dalam kesedihan yang menyelimuti Desa Rantobi, suara tangis dan doa terus mengalun dari kedua orang tua bocah yang ditinggal, mereka berharap agar peristiwa serupa tak lagi terulang.

 

(Dedek)

Berita Terkait

Isu Permintaan Uang Viral, Pegawai Kominfo Nias Barat: Tidak Benar
Jaringan Judi Online Rp1,037 Triliun Dibongkar Bareskrim, Pakai AI dan Bot untuk Hindari Blokir
Pemkab Nias Barat Tingkatkan Penghasilan PPPK Paruh Waktu Dari Rp 250 Menjadi Rp 750 Ribu
Pelatihan Practical Office BLK Panyabungan Vokasi Nasional Batch 3 Ditutup
Job Fair Madina 2026 Buka 245 Lowongan Kerja dari 13 Perusahaan
Jelang Musda KAHMI Medan, Ansor Harahap Jadi Kandidat Pertama yang Mendaftar, Bawa Gagasan “Rumah Besar Merawat Nilai”
Kadis PKPLH Nias Barat Tegaskan Bantuan BSPS Gratis, Tak Ada Pungutan Sepersen Pun
Pemkab Nias Barat Perkuat Infrastruktur, Enam Ruas Jalan Lahomi–Sirombu Ditinjau
Berita ini 88 kali dibaca

Berita Terkait

Tuesday, 15 September 2026 - 22:47 WIB

Isu Permintaan Uang Viral, Pegawai Kominfo Nias Barat: Tidak Benar

Monday, 7 September 2026 - 11:26 WIB

Jaringan Judi Online Rp1,037 Triliun Dibongkar Bareskrim, Pakai AI dan Bot untuk Hindari Blokir

Saturday, 5 September 2026 - 12:11 WIB

Pemkab Nias Barat Tingkatkan Penghasilan PPPK Paruh Waktu Dari Rp 250 Menjadi Rp 750 Ribu

Saturday, 5 September 2026 - 00:08 WIB

Job Fair Madina 2026 Buka 245 Lowongan Kerja dari 13 Perusahaan

Thursday, 3 September 2026 - 09:54 WIB

Jelang Musda KAHMI Medan, Ansor Harahap Jadi Kandidat Pertama yang Mendaftar, Bawa Gagasan “Rumah Besar Merawat Nilai”

Berita Terbaru

Uncategorized

Ansor Harahap Calon Ketua KAHMI Medan, Bawa 3 Gagasan Besar

Tuesday, 8 Sep 2026 - 14:07 WIB

Uncategorized

Naik Bus Bawa 4 Kg Sabu, Kurir Dibekuk TNI-Polri di Labuhanbatu

Sunday, 6 Sep 2026 - 12:25 WIB