IYE Menilai Kejati Sumut Tidak Serius Tangani Dugaan Korupsi Stunting Madina

Wednesday, 1 October 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Newsline.id MADINA ⁠- Indonesia Youth Epicentrum Mandailing Natal (IYE Madina) menilai Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) tidak serius dalam menangani kasus dugaan korupsi anggaran stunting tahun 2022-2023 di Madina yang prosesnya sudah berjalan hampir setahun di Kejati.

Ketua IYE Madina, Farhan Donganta, menilai sikap Kejati Sumut tidak profesional setelah sebelumnya seolah melempar tanggung jawab ke Kejari Madina. Padahal, menurutnya, kasus ini merupakan kewenangan Kejati Sumut.

“Penegakan hukum yang lemah berasal dari penegak hukum yang tidak profesional. Korupsi stunting ini harus ditegakkan apapun konsekuensinya, karena menyangkut masa depan anak-anak,” tegas Farhan kepada wartawan, Rabu (01/10/2025) usai dirinya menerima balasan konfirmasi dari Kasi Penkum Kejatisu, Husairi terkait perkembangan kasus hukum stunting Madina yang disuruh menghubungi Kasi Intelijen Madina, Jupri W Banjarnahor, SH, MH.

ADVERTISEMENT

banner BCChost

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia mengingatkan adagium hukum Fiat justitia ruat caelum (tegakkan keadilan walau langit runtuh) serta Ubi societas ibi jus (dimana ada masyarakat disana ada keadilan), yang menurutnya relevan dalam kasus ini.

Dan Farhan menilai para pelaku diduga telah melanggar perintah konstitusi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan merawat fakir miskin.

“Sebagai wakil Tuhan, Kejati Sumut harus menegakkan keadilan,” ujarnya.

IYE Madina pun mendesak agar Kejati Sumut segera menetapkan tersangka dan menuntaskan kasus dugaan korupsi tersebut.

Sebelumnya, Pegiat Anti Korupsi Sumut, Arif Tampubolon terkait kasus Stunting Madina 2022-2023 yang saat ini ditangani Kejati Sumut menegaskan bahwa Kejatisu harus melanjuti penyidikan kasus dugaan korupsi stunting Madina yang telah berjalan selama ini.

Arif pun menuturkan jangan sampai ada kesan kasus diendapkan oleh penyidik oleh karena sesuatu. Selama ini publik sangat optimis dengan kejaksaan agung, selama Asta cita ada dibuat Presiden Prabowo. Dengan begitu kejatisu harus komitmen dengan Asta Cita yang sudah dilakukan jaksa agung.

“Kasus dugaan korupsi stunting Madina harus masuk prioritas untuk dituntaskan kejatisu. Ini sangat berdampak bagi kepercayaan publik terhadap lembaga Adhiyaksa yang dipimpin St Burhanuddin apa bila tidak dituntaskan,”pungkasnya.

Penulis : Dede

Berita Terkait

Tolak PETI di Lahan Sitaan Satgas PKH, Koperasi MSM Minta PT Agrinas Turun Tangan
IMA Kamus Madina Gelar Barakasih di Panti Asuhan Siti Aisyah, Hadirkan Kebahagiaan Lewat Kebersamaan
Gegara Takaran BBM Diduga Dicurangi, Manajer dan Supervisor SPBU di Sergai Ditangkap Polisi
Dugaan Status Keanggotaan Arianto di KUD Maju Bersama Desa Pardamean Baru Terkuak
TP PKK Madina Gelar Aksi Sosial di Gunung Baringin, Salurkan Bantuan hingga CKG Untuk Warga
Kolaborasi Camat Natal, Kapolsek dan Kacabjari Bagikan Masker di Tengah Kabut Asap
Jenderal Tandyo Jadi KSAD, Anggota DPR Singgung Peluang Jadi Panglima TNI
Program Bedah Rumah BSPS di Madina Disorot, Diduga Ada Penerima Tak Penuhi Syarat
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 4 November 2026 - 23:48 WIB

Tolak PETI di Lahan Sitaan Satgas PKH, Koperasi MSM Minta PT Agrinas Turun Tangan

Monday, 2 November 2026 - 09:27 WIB

IMA Kamus Madina Gelar Barakasih di Panti Asuhan Siti Aisyah, Hadirkan Kebahagiaan Lewat Kebersamaan

Monday, 26 October 2026 - 22:25 WIB

Gegara Takaran BBM Diduga Dicurangi, Manajer dan Supervisor SPBU di Sergai Ditangkap Polisi

Friday, 16 October 2026 - 18:14 WIB

Dugaan Status Keanggotaan Arianto di KUD Maju Bersama Desa Pardamean Baru Terkuak

Friday, 16 October 2026 - 14:46 WIB

Kolaborasi Camat Natal, Kapolsek dan Kacabjari Bagikan Masker di Tengah Kabut Asap

Berita Terbaru