Newsline.id MADINA – Alat berat jenis excavator yang berada di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kecamatan Panyabungan Barat, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) diduga tak kunjung difungsikan selama bertahun-tahun, meski pemerintah daerah terus menganggarkan biaya besar untuk perawatan dan pemeliharaannya setiap tahun.
Berdasarkan data anggaran, pada tahun 2023 APBD Madina mengalokasikan Rp100 juta untuk biaya pemeliharaan excavator tersebut.
Pada tahun 2024 anggaran itu meningkat menjadi Rp200 juta, dan pada tahun 2025 kembali melonjak drastis hingga menyentuh Rp650 juta.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Meski anggaran terus digelontorkan, excavator itu justru diduga dan disebut sebut tidak pernah beroperasi.
Warga sekitar TPA menilai alat tersebut hanya terparkir dan tidak mengalami perbaikan berarti. Informasi itu turut dibenarkan oleh Kepala Desa Batang Gadis.
“Alat berat itu belum bagus, sudah bertahun-tahun di situ,” ujar Kepala Desa Batang Gadis melalui pesan WhatsApp, Senin (17/11/2025).
Hingga kini belum ada penjelasan dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Madina terkait kondisi excavator tersebut, termasuk soal penggunaan anggaran perawatan yang terus meningkat setiap tahun.
Bahkan Kepala Dinas, Khairul, terkesan bungkam, meski konfirmasi sudah dikirim seminggu lalu.
Penulis : Dede








