Bupati Madina Perintahkan Kadis Perindag Cek Izin Aeklan dan Madina Murni

Tuesday, 22 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Newsline.id MADINA – Bupati Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Saipullah Nasution mengaku telah menugaskan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadis Perindag Madina) untuk meneliti izin Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) AekLan dan Madina Murni yang izin edarnya telah kadaluarsa.

Dua merek AMDK ini diketahui sudah beredar luas di masyarakat Madina dan disinyalir banyak dikonsumsi di areal perkantoran pemerintahan.

Menurut Saipullah, dirinya telah memerintahkan Kepala Dinas Perdagangan, Parlin Lubis untuk mengeksekusi dan meneliti terkait izin edarnya.

ADVERTISEMENT

banner BCChost

SCROLL TO RESUME CONTENT

Langkah ini menunjukkan perhatian Bupati terhadap masalah izin yang telah kadaluarsa dan komitmen untuk memastikan bahwa produk AMDK yang beredar di Madina telah memenuhi standar keamanan dan kualitas yang ditetapkan oleh BPOM RI.

Demikian dikatakan oleh Saipullah ketika dikonfirmasi wartawan melalui pesan WhatsApp, (22/04/2025).

“Silakan tanya Kadis Perdagangan Ya. Sudah Bapak tugas kan beliau untuk meneliti Izinnya,” tulis Bupati membalas pesan whatsapp wartawan.

Baca Juga:Surat Bupati Madina Tegas Menghentikan PETI, Zakaria Rambe “Kapolres Harusnya Ambil Tindakan Hukum”

Sebelumnya, Wadih Al-Rasyid melaporkan ke BPOM RI terkait adanya dua merk AMDK yaitu Aek Lan dan Madina Murni.

“Sebelum membuat dumas ke Polres Madina, Kami sudah surati BPOM RI, dan sudah disampaikan bahwa memang kedua produk AMDK ini sudah tak miliki izin edar karena sudah kadaluarsa,”terangnya.

Karena itu lanjutnya, harus segera ditarik dari peredaran. Ini saya lakukan juga karena saya peduli dengan kesehatan masyarakat Madina. Kita tidak pernah tahu secara jelas kadar apa yang terkandung dalam air kemasan tersebut. Apakah membahayakan atau tidak,”pungkasnya.

Wadih pun juga menjelaskan, dua produk ini sudah beredar di Kabupaten Madina kurang lebih 4 tahun. Namun, sayangnya hingga saat ini pemerintah Kabupaten Madina pun tidak pernah tanggap terhadap dua produk yang ternyata sekarang tak memiliki izin BPOM.

“Masalahnya produk AMDK ini sering kita temukan di kantor-kantor pemerintahan Madina. Dan tak satupun yang melirik izin BPOMnya. Ini kan bisa merugikan konsumen. Seharusnya mulai dari Dinas Kesehatan hingga Dinas Perdagangan tanggap terhadap dua produk ini. Walaupun kita tahu, ini adalah produk lokal. Namun untuk BPOM, itu suatu keharusan,”paparnya.

Berdasarkan amatan di lapangan, terdapat dua produk AMDK yang tidak memenuhi aturan beredar di masyarakat baik di warung/toko kelontong serta minimarket di sekitar Kabupaten Mandailing Natal.

 

1. AEKLAN

– Nomor izin edar: MD 265202004083

– Masa berlaku: 5 April 2021

– Nama pendaftar: CV Elmas Tirta Parlayanan

 

2. Madina Murni

– Nomor izin edar: MD 265202001095

– Masa berlaku: 22 November 2021

– Nama pendaftar: CV Madina Murni. 

 

 

(Dedek)

Berita Terkait

Tolak PETI di Lahan Sitaan Satgas PKH, Koperasi MSM Minta PT Agrinas Turun Tangan
IMA Kamus Madina Gelar Barakasih di Panti Asuhan Siti Aisyah, Hadirkan Kebahagiaan Lewat Kebersamaan
Dugaan Status Keanggotaan Arianto di KUD Maju Bersama Desa Pardamean Baru Terkuak
TP PKK Madina Gelar Aksi Sosial di Gunung Baringin, Salurkan Bantuan hingga CKG Untuk Warga
Kolaborasi Camat Natal, Kapolsek dan Kacabjari Bagikan Masker di Tengah Kabut Asap
Jenderal Tandyo Jadi KSAD, Anggota DPR Singgung Peluang Jadi Panglima TNI
Program Bedah Rumah BSPS di Madina Disorot, Diduga Ada Penerima Tak Penuhi Syarat
Pengurus KUD Maju Bersama Ajukan PMH ke PN Madina, Sidang Perdana Dimulai
Berita ini 128 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 4 November 2026 - 23:48 WIB

Tolak PETI di Lahan Sitaan Satgas PKH, Koperasi MSM Minta PT Agrinas Turun Tangan

Monday, 2 November 2026 - 09:27 WIB

IMA Kamus Madina Gelar Barakasih di Panti Asuhan Siti Aisyah, Hadirkan Kebahagiaan Lewat Kebersamaan

Friday, 16 October 2026 - 18:14 WIB

Dugaan Status Keanggotaan Arianto di KUD Maju Bersama Desa Pardamean Baru Terkuak

Friday, 16 October 2026 - 14:46 WIB

Kolaborasi Camat Natal, Kapolsek dan Kacabjari Bagikan Masker di Tengah Kabut Asap

Friday, 16 October 2026 - 14:20 WIB

Jenderal Tandyo Jadi KSAD, Anggota DPR Singgung Peluang Jadi Panglima TNI

Berita Terbaru