Newsline.id MADINA – Dalam pernyataan yang mengejutkan, Muhammad Asran, seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS), yang menjabat sebagai bendahara pengeluaran di Sekretariat DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengaku bahwa dirinya tidak mendapatkan apa-apa dari pekerjaannya.
“Saya sebagai pekerja, kalau penghasilan dari pegawai ini, saya tidak dapat apa-apa,” ucapnya pada hari Selasa (22/8/2025) lalu.
Pernyataan Muhammad Asran yang mengaku tidak mendapatkan apa-apa dari pekerjaannya sebagai PNS ini pun memicu reaksi beragam dari kalangan masyarakat Madina, termasuk warga Kelurahan Hutasiantar tempat tinggal Asran.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Warga Hutasiantar berinisial RA yang juga merupakan PNS mengatakan, usai membaca berita soal bendahara ini, RA mengaku sangat miris membaca pernyataan Asran tersebut.
“Kalau memang dia tidak mendapat apa apa dari pekerjaannya, ya sudah mundur saja, ngapain dipertahankan, lagian dia juga sudah lama disitu, mudur sajalah atau pensiun dini,” tulisnya ke WhatsApp wartawan.
RA juga membenarkan, jika Asran memiliki banyak aset yang tidak ia ketahui asal usulnya. bahkan menurutnya sosok Asran ini mempunyai sifat yang sombong dan angkuh.
“Bana ma bai, ngadong alo ni ibe anggo bendahara na marepeng, na menek dei nida ia alak, Na sap dei harto ni i. Samping inspektorat lama Tano kosong
Na godangan ubege tabusi ia nasakali i lobi 500jt,” tulisnya memakai bahasa daerah Mandailing.
Baca Juga:Bendahara DPRD Madina Sebut Uang Rp4 Miliar ‘Kecil’ bagi Pemain Kripto
Sementara, warga lain juga ikut menilai bahwa pernyataan tersebut justru merendahkan profesi dan pekerjaannya sebagai PNS, yang umumnya dianggap sebagai profesi yang menjamin, dan didambakan oleh seluruh masyarakat.
Kritik lain pun muncul dari LSM Projamin yang berpusat di ibukota Jakarta yang mempertanyakan bagaimana Asran bisa memiliki pandangan seperti itu tentang profesinya sendiri.
“Gawat kali kawan ini, kok bisa dia berbicara seperti itu, seolah dia tidak menghargai profesinya. Sudah layak dia di copot, karena sudah tidak menghargai pekerjaannya, dan dia juga sudah dicap sebagai bendahara seumur hidup,” ucap Ketua Projamin Sumut. Faisal Haris Nasution S.H. Kamis (24/72025).
(D/red)










