Bendahara Sekretariat DPRD Madina Diduga Merendahkan Profesinya Sebagai PNS

Thursday, 24 July 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Newsline.id MADINA – Dalam pernyataan yang mengejutkan, Muhammad Asran, seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS), yang menjabat sebagai bendahara pengeluaran di Sekretariat DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengaku bahwa dirinya tidak mendapatkan apa-apa dari pekerjaannya.

“Saya sebagai pekerja, kalau penghasilan dari pegawai ini, saya tidak dapat apa-apa,” ucapnya pada hari Selasa (22/8/2025) lalu.

Pernyataan Muhammad Asran yang mengaku tidak mendapatkan apa-apa dari pekerjaannya sebagai PNS ini pun memicu reaksi beragam dari kalangan masyarakat Madina, termasuk warga Kelurahan Hutasiantar tempat tinggal Asran.

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Warga Hutasiantar berinisial RA yang juga merupakan PNS mengatakan, usai membaca berita soal bendahara ini, RA mengaku sangat miris membaca pernyataan Asran tersebut.

“Kalau memang dia tidak mendapat apa apa dari pekerjaannya, ya sudah mundur saja, ngapain dipertahankan, lagian dia juga sudah lama disitu, mudur sajalah atau pensiun dini,” tulisnya ke WhatsApp wartawan.

RA juga membenarkan, jika Asran memiliki banyak aset yang tidak ia ketahui asal usulnya. bahkan menurutnya sosok Asran ini mempunyai sifat yang sombong dan angkuh.

“Bana ma bai, ngadong alo ni ibe anggo bendahara na marepeng, na menek dei nida ia alak, Na sap dei harto ni i. Samping inspektorat lama Tano kosong
Na godangan ubege tabusi ia nasakali i lobi 500jt,” tulisnya memakai bahasa daerah Mandailing.

Baca Juga:Bendahara DPRD Madina Sebut Uang Rp4 Miliar ‘Kecil’ bagi Pemain Kripto

Sementara, warga lain juga ikut menilai bahwa pernyataan tersebut justru merendahkan profesi dan pekerjaannya sebagai PNS, yang umumnya dianggap sebagai profesi yang menjamin, dan didambakan oleh seluruh masyarakat.

Kritik lain pun muncul dari LSM Projamin yang berpusat di ibukota Jakarta yang mempertanyakan bagaimana Asran bisa memiliki pandangan seperti itu tentang profesinya sendiri.

“Gawat kali kawan ini, kok bisa dia berbicara seperti itu, seolah dia tidak menghargai profesinya. Sudah layak dia di copot, karena sudah tidak menghargai pekerjaannya, dan dia juga sudah dicap sebagai bendahara seumur hidup,” ucap Ketua Projamin Sumut. Faisal Haris Nasution S.H. Kamis (24/72025).

 

(D/red)

Berita Terkait

Seorang Pria Tewas, Saat Ditemukan Wajah Babak Belur di Lokasi Pengolahan Tambang
Marak PETI Rusak Lingkungan, Anggota Komisi XII DPR RI Rocky Candra: Tangkap Penadah, Bukan Hanya Penambang
KPK Segera Panggil Pemilik Maktour dalam Pengusutan Korupsi Kuota Haji ‎
Pegawai RSUD Husni Thamrin Natal Keluhkan Dugaan Pungli Saat Proses Pencairan THR
Momentum Ramadan, KB SMA Negeri 1 Batahan Buka Puasa Bersama
Didanai Infak Warga, Yayasan At-Taqwa Bina Puluhan Santri Secara Gratis
Sertijab Forkada Kepulauan Nias Bahas Pesawat Berbadan Besar
Polda Sumut Selidiki Pemilik 14 Alat Berat Tambang Ilegal, 17 Orang Berstatus Saksi‎ ‎
Berita ini 170 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 8 April 2026 - 15:29 WIB

Seorang Pria Tewas, Saat Ditemukan Wajah Babak Belur di Lokasi Pengolahan Tambang

Tuesday, 7 April 2026 - 23:31 WIB

Marak PETI Rusak Lingkungan, Anggota Komisi XII DPR RI Rocky Candra: Tangkap Penadah, Bukan Hanya Penambang

Tuesday, 7 April 2026 - 14:00 WIB

KPK Segera Panggil Pemilik Maktour dalam Pengusutan Korupsi Kuota Haji ‎

Monday, 16 March 2026 - 16:26 WIB

Pegawai RSUD Husni Thamrin Natal Keluhkan Dugaan Pungli Saat Proses Pencairan THR

Saturday, 14 March 2026 - 19:16 WIB

Momentum Ramadan, KB SMA Negeri 1 Batahan Buka Puasa Bersama

Berita Terbaru

Serba Serbi

Momentum Ramadan, KB SMA Negeri 1 Batahan Buka Puasa Bersama

Saturday, 14 Mar 2026 - 19:16 WIB