Bendahara DPRD Madina Sebut Uang Rp4 Miliar ‘Kecil’ bagi Pemain Kripto

Thursday, 24 July 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Newsline.id MADINA – Muhammad Asran, bendahara Sekretariat DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) akui dirinya bermain bursa saham Kripto dan Bitcoin untuk menambah penghasilannya di luar gaji sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Asran juga menyebut, hal yang sangat wajar jika seorang pemain Kripto dan Bitcoin memiliki harta yang banyak, dan tidak asing lagi jika harta yang ia miliki mencapai miliar rupiah.

“Saya juga bermain Kripto, jadi sangat kecil bagi pemain jika uang 4 milliar, 4 milliar itu sebentar bagi pemain,” Sebutnya Selasa (22/7/2025) kemarin.

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, Asran juga mengaku, jika dirinya tak dapat apa apa dari pekerjaannya sebagai seorang PNS. “Saya sebagai pekerja, kalau penghasilan dari pegawai ini, saya tidak dapat apa apa,” tambahnya.

Diketahui, Kripto dan Bitcoin merupakan mata uang digital atau virtual yang menggunakan kriptografi untuk keamanan dan bersifat terdesentralisasi. Tidak seperti mata uang fisik seperti Rupiah atau dolar, cryptocurrency tidak dikeluarkan oleh otoritas pusat seperti bank atau pemerintah.

Namun di Indonesia, cryptocurrency tidak boleh disebut mata uang tapi aset. Karena cryptocurrency tidak dapat digunakan untuk transaksi atau sarana pembayaran. Hanya Rupiah saja yang boleh digunakan untuk pembayaran di Indonesia.

Baca Juga:Bendahara Terkaya di Madina, Asran Dijuluki Bendahara Seumur Hidup

Sebelumnya, Muhammad Asran bendahara pengeluaran di Sekretariat DPRD Madina saat ini tengah menjadi sorotan publik dan media online karena pemberitaan tentang aset dan harta yang dilaporkan dan tidak dilaporkan ke Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara Lembaga (LHKPN).

Asran diduga sengaja menutupi harta dan asetnya dari publik karena dia sebagai PNS, dan diduga banyak aset miliknya yang tidak tercatat dalam laporannya.

Dari data yang diperoleh di lapangan, aset bendahara DPRD yang tidak didaftarkan tersebut berupa kenderaan roda 2 sebanyak 2 unit, yakni mobil Toyota merek Rush, dan mobil Toyota Raize warna kuning.

Tak hanya itu, aset lain yang diduga milik bendahara ini, yakni kepemilikan lahan perkebunan seluas 70 hektare di wilayah Desa Pagur, Kecamatan Panyabungan Timur, sebidang tanah di Kelurahan Dalan Lidang, serta kebun sawit dan puluhan ekor Sapi di Kecamatan Muara Batang Gadis.

Selain itu, ada juga dugaan 3 unit Stasiun Pom bensin mini yang tersebar di beberapa daerah, yakni 1 unit di perbatasan Tapsel Madina, 1 unit daerah Singkuang dan 1 unit di Desa Pagur Panyabungan Timur.

Namun, ketika dikonfirmasi media ini, Asran mengaku untuk kepemilikan 2 unit mobil yang disebutkan, ia mengaku mobil itu milik keluarganya, dan ia hanya pinjam pakai.

“Saya tidak daftarkan karena mobil itu milik keluarga saya, bukan atas nama saya, kan boleh saya pakai,” ucapnya pada Selasa kemarin.

Dan untuk kepemilikan lahan serta 3 unit Stasiun Pom bensin mini, Asran mengaku bukan miliknya, itu milik CV orang lain.

“Itulah manusia Mandailing, semua ditanyain, itukan CV bukan milik saya, lagian kan banyak pejabat, saya bukan pejabat,” ucapnya.

Selain memiliki aset yang fantastik, Asran juga dijuluki sebagai ‘bendahara seumur hidup’ dan ‘bendahara terkaya’ di lingkungan pemerintah daerah Kabupaten Madina.

 

(D/red)

 

Berita Terkait

Isu Permintaan Uang Viral, Pegawai Kominfo Nias Barat: Tidak Benar
Jaringan Judi Online Rp1,037 Triliun Dibongkar Bareskrim, Pakai AI dan Bot untuk Hindari Blokir
Pemkab Nias Barat Tingkatkan Penghasilan PPPK Paruh Waktu Dari Rp 250 Menjadi Rp 750 Ribu
Pelatihan Practical Office BLK Panyabungan Vokasi Nasional Batch 3 Ditutup
Job Fair Madina 2026 Buka 245 Lowongan Kerja dari 13 Perusahaan
Jelang Musda KAHMI Medan, Ansor Harahap Jadi Kandidat Pertama yang Mendaftar, Bawa Gagasan “Rumah Besar Merawat Nilai”
Kadis PKPLH Nias Barat Tegaskan Bantuan BSPS Gratis, Tak Ada Pungutan Sepersen Pun
Pemkab Nias Barat Perkuat Infrastruktur, Enam Ruas Jalan Lahomi–Sirombu Ditinjau
Berita ini 184 kali dibaca

Berita Terkait

Tuesday, 15 September 2026 - 22:47 WIB

Isu Permintaan Uang Viral, Pegawai Kominfo Nias Barat: Tidak Benar

Monday, 7 September 2026 - 11:26 WIB

Jaringan Judi Online Rp1,037 Triliun Dibongkar Bareskrim, Pakai AI dan Bot untuk Hindari Blokir

Saturday, 5 September 2026 - 12:11 WIB

Pemkab Nias Barat Tingkatkan Penghasilan PPPK Paruh Waktu Dari Rp 250 Menjadi Rp 750 Ribu

Saturday, 5 September 2026 - 00:08 WIB

Job Fair Madina 2026 Buka 245 Lowongan Kerja dari 13 Perusahaan

Thursday, 3 September 2026 - 09:54 WIB

Jelang Musda KAHMI Medan, Ansor Harahap Jadi Kandidat Pertama yang Mendaftar, Bawa Gagasan “Rumah Besar Merawat Nilai”

Berita Terbaru

Uncategorized

Ansor Harahap Calon Ketua KAHMI Medan, Bawa 3 Gagasan Besar

Tuesday, 8 Sep 2026 - 14:07 WIB

Uncategorized

Naik Bus Bawa 4 Kg Sabu, Kurir Dibekuk TNI-Polri di Labuhanbatu

Sunday, 6 Sep 2026 - 12:25 WIB