Ayah Tiri Asal Madina Aniaya Anak Hingga Tewas di Tapsel

Sunday, 7 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Newsline.id TAPSEL – Seorang bocah berusia 3 tahun, Muhammad Al Gazi, tewas di tangan ayah tirinya, Soleh Bahroin Pakpahan (48), di Desa Pargarutan Jae, Dusun Rispa, Kecamatan Angkola Timur, Kabupaten Tapanuli Selatan, Jumat (5/9/2025).

Peristiwa tragis itu bermula ketika ibu korban, Siti Mardiah Simamora (24), meninggalkan rumah untuk mengisi ulang baterai telepon seluler dan lampu portabel di perkampungan yang berjarak sekitar 500 meter dari rumah mereka. Saat itu, Al Gazi merengek ingin ikut, namun sang ibu menolak.

Tangisan anak itu membuat sang ayah tiri naik pitam. Usai makan siang, Bahroin memukul, membanting, dan memukul kepala korban dengan sebilah kayu hingga tubuh mungil tersebut tergeletak lemah di tanah.

ADVERTISEMENT

banner BCChost

SCROLL TO RESUME CONTENT

Melihat kondisi anak tirinya kejang dan tidak sadarkan diri, Bahroin panik. Ia mengganti baju korban yang kotor lalu membawanya ke Pondok Pesantren Dar Ibnu Arrizah, dengan alasan korban “kesurupan”.

Sementara itu, Siti Mardiah ibu korban baru mengetahui anaknya telah meninggal dunia dengan luka-luka di kepala dan tubuh akibat di siksa suami keduanya itu.

Pelaku sendiri diketahui merupakan duda anak 4 asal Desa Sibaruang, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

1757221939520
Korban bersama ibunya (Dok:Ist)

Kapolres Tapanuli Selatan AKBP Yon Edi Winara, dalam konferensi pers di Mapolres Tapsel, Sipirok, Sabtu (6/9/2025), mengungkapkan tersangka sudah berulang kali melakukan kekerasan terhadap korban dengan alasan sepele.

“Puncaknya kemarin saat anak itu ditinggal ibunya. Dipukul, ditampar, dibanting berulang kali,” jelasnya.

Hasil autopsi menunjukkan adanya luka robek di kepala sisi kanan yang sudah mengering. Pada bagian dalam kepala ditemukan resapan darah yang menyebabkan gangguan pada sistem saraf pusat. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa sebatang kayu, baju kotor, dan sandal korban.

1757222025153
Pelaku saat diamankan di Mapolres Tapsel (Dok:Ist)

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 80 ayat 3 dan 4 UU RI No.35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU RI No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman pidana ditambah sepertiga karena pelaku adalah orang tua korban.

Kapolres menegaskan, kasus ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat agar tidak melakukan kekerasan terhadap anak. “Kami berharap kejadian serupa tidak terulang, khususnya di wilayah hukum Polres Tapsel,” tegasnya.

 

(D/red) 

Berita Terkait

IMA Kamus Madina Gelar Barakasih di Panti Asuhan Siti Aisyah, Hadirkan Kebahagiaan Lewat Kebersamaan
Gegara Takaran BBM Diduga Dicurangi, Manajer dan Supervisor SPBU di Sergai Ditangkap Polisi
Dugaan Status Keanggotaan Arianto di KUD Maju Bersama Desa Pardamean Baru Terkuak
TP PKK Madina Gelar Aksi Sosial di Gunung Baringin, Salurkan Bantuan hingga CKG Untuk Warga
Kolaborasi Camat Natal, Kapolsek dan Kacabjari Bagikan Masker di Tengah Kabut Asap
Jenderal Tandyo Jadi KSAD, Anggota DPR Singgung Peluang Jadi Panglima TNI
Program Bedah Rumah BSPS di Madina Disorot, Diduga Ada Penerima Tak Penuhi Syarat
Pengurus KUD Maju Bersama Ajukan PMH ke PN Madina, Sidang Perdana Dimulai
Berita ini 125 kali dibaca

Berita Terkait

Monday, 2 November 2026 - 09:27 WIB

IMA Kamus Madina Gelar Barakasih di Panti Asuhan Siti Aisyah, Hadirkan Kebahagiaan Lewat Kebersamaan

Monday, 26 October 2026 - 22:25 WIB

Gegara Takaran BBM Diduga Dicurangi, Manajer dan Supervisor SPBU di Sergai Ditangkap Polisi

Friday, 16 October 2026 - 18:14 WIB

Dugaan Status Keanggotaan Arianto di KUD Maju Bersama Desa Pardamean Baru Terkuak

Friday, 16 October 2026 - 16:44 WIB

TP PKK Madina Gelar Aksi Sosial di Gunung Baringin, Salurkan Bantuan hingga CKG Untuk Warga

Friday, 16 October 2026 - 14:20 WIB

Jenderal Tandyo Jadi KSAD, Anggota DPR Singgung Peluang Jadi Panglima TNI

Berita Terbaru