Apresiasi Polda Sumut, Zakaria Rambe, Pelaku Harus Sampai Persidangan 

Wednesday, 28 May 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Newsline.id MADINA ⁠- Pengamat Hukum, Zakaria Rambe SH mengapresiasi tindakan tim unit III Tipiter Ditreskrimsus Polda Sumatera Utara (Sumut) terkait adanya penangkapan pelaku Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di kecamatan Kotanopan, Senin (26/05/2025) lalu.

Tindakan ini dianggap Zakaria sebagai salah satu prestasi dari Kapolda Sumut, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto menyikapi laporan dari warga di Kecamatan Kotanopan, Mandailing Natal (Madina) terkait aktifitas PETI yang merusak lingkungan.

“Tindakan ini merupakan tanggapan dari Kapolda Sumut. Ini prestasi dari Kapolda dan timnya. Akhirnya menanggapi imbauan dari masyarakat Kabupaten Madina khususnya di Kotanopan,” jelas Zakaria Rambe, melalui WhatsApp, Rabu (28/05/2025).

ADVERTISEMENT

banner BCChost

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun sayangnya, tindakan ini harus dicederai adanya isu pelepasan diduga tersangka yang sudah diamankan. Zakaria pun menilai, jika memang ini benar adanya pelepasan maka akan menjadi prestasi buruk untuk Kapolda dan Dirreskrimsus Polda Sumut.

“Kita juga harus melihat jelas, apa alasan dari polisi melepaskan dugaan tersangka pelaku PETI itu. Jika memang ada masih barang bukti berupa alat berat yang disita di Sidimpuan, kemungkinan ini akan terus dilidik,” tutur Ketua Dewan Penasehat Korps Advokat Alumni UMSU (KAUM) itu.

Karena itu, Zakaria pun berharap penindakan ini bisa diselesaikan hingga ke meja hijau atau persidangan. Hal ini merupakan tanggung jawab dari polisi terkait pengungkapan kasus PETI ini.

“Harus selesai hingga meja hijau atau pengadilan. Jangan selesai ditengah jalan, harus ada orang yang bertanggung jawab atas perusakan alam di Kecamatan Kotanopan,” tandas Zakaria Rambe yang juga ketua Jaringan Masyarakat Pemantau Polri (JAMPI) Sumut tersebut.

Sebelumnya Dirreskrimsus Polda Sumut, Kombes Pol Rudi Rifani, SIK menegaskan bahwa tidak ada kata lepas-lepas terkait penangkapan 4 pelaku PETI kotanopan. Dan saat ini anggotanya masih berada di Madina.

”untuk kasus PETI perusak lingkungan ini tidak ada kata lepas-lepas, barang bukti masih kita tahan di Sidimpuan. Kasihan masyarakat, karena saya juga bagian dari masyarakat Madina,”tegasnya saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (28/05/2025) via seluler.

 

(Dedek)

Berita Terkait

Tolak PETI di Lahan Sitaan Satgas PKH, Koperasi MSM Minta PT Agrinas Turun Tangan
IMA Kamus Madina Gelar Barakasih di Panti Asuhan Siti Aisyah, Hadirkan Kebahagiaan Lewat Kebersamaan
Gegara Takaran BBM Diduga Dicurangi, Manajer dan Supervisor SPBU di Sergai Ditangkap Polisi
Dugaan Status Keanggotaan Arianto di KUD Maju Bersama Desa Pardamean Baru Terkuak
TP PKK Madina Gelar Aksi Sosial di Gunung Baringin, Salurkan Bantuan hingga CKG Untuk Warga
Kolaborasi Camat Natal, Kapolsek dan Kacabjari Bagikan Masker di Tengah Kabut Asap
Jenderal Tandyo Jadi KSAD, Anggota DPR Singgung Peluang Jadi Panglima TNI
Program Bedah Rumah BSPS di Madina Disorot, Diduga Ada Penerima Tak Penuhi Syarat
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 4 November 2026 - 23:48 WIB

Tolak PETI di Lahan Sitaan Satgas PKH, Koperasi MSM Minta PT Agrinas Turun Tangan

Monday, 2 November 2026 - 09:27 WIB

IMA Kamus Madina Gelar Barakasih di Panti Asuhan Siti Aisyah, Hadirkan Kebahagiaan Lewat Kebersamaan

Monday, 26 October 2026 - 22:25 WIB

Gegara Takaran BBM Diduga Dicurangi, Manajer dan Supervisor SPBU di Sergai Ditangkap Polisi

Friday, 16 October 2026 - 18:14 WIB

Dugaan Status Keanggotaan Arianto di KUD Maju Bersama Desa Pardamean Baru Terkuak

Friday, 16 October 2026 - 14:46 WIB

Kolaborasi Camat Natal, Kapolsek dan Kacabjari Bagikan Masker di Tengah Kabut Asap

Berita Terbaru