Peti Kotanopan Ancaman bagi Ekosistem Sungai Batanggadis, Ikan Banyak yang Mati

Monday, 28 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Newsline.id MADINA – Aktivitas penambangan emas ilegal menggunakan dompeng dan alat berat (excavator) di wilayah Kotanopan, Mandailing Natal, telah menimbulkan dampak negatif bagi ekosistem Sungai Batanggadis.

Sungai yang menjadi salah satu mata pencaharian penduduk dengan cara mengambil ikan ini kini mengalami pencemaran akibat aktivitas tambang emas ilegal.

M Amar, salah satu warga Laru Baringin, mengungkapkan, sejak tambang emas dibuka di sungai Batanggadis, air sungai menjadi keruh dan kuning.

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal ini menyebabkan ikan di sungai semakin sulit ditemukan, sehingga warga yang sebelumnya menggantungkan hidupnya pada penangkapan ikan di sungai terpaksa beralih profesi.

“Kami sudah tidak menjala ikan di sungai Batanggadis lagi karena tidak ada hasilnya. Kami sudah beralih menjadi petani,” kata Amar Kamis (24/4/2025) pekan lalu.

Pencemaran Sungai Batanggadis ini tidak hanya berdampak pada ekosistem sungai, tetapi juga pada kehidupan masyarakat di hilir sungai yang bergantung pada sungai dan ikannya.

Diketahui, sungai Batanggadis yang melintasi wilayah Laru menjadi salah satu mata pencaharian penduduk dengan cara mengambil ikan di sungai tersebut.

Ada yang menjaring dan ada juga yang menggunakan pancingan seperti kail. Dengan pencemaran sungai ini warga di hilir sungai pun banyak yang kehilangan mata pencahariannya.

“Tidak ada lagi orang yang menjala ikan dan mengkail ikan di sungai Batanggadis sejak tambang emas buka di Kotanopan, mungkin benih ikan ikan itu mati karena tercemari. Hanya hari Jumat saya lihat air sungai Batanggadis agak sedikit bersih. Mungkin penambang di Kotanopan itu libur,” tambah Amar.

Amar juga menyebut, saat Lebaran Idul Fitri biasanya banyak desa yang membuka lubuk larangan di hilir Sungai Batanggadis di Mandailing Julu. Namun lebaran tahun 2025 ini sudah tak ada lagi lubuk larangan.

“Ikan tak banyak didapat. Hanya satu lubuk yang ada ikannya. Lubuk yang lain banyak yang kosong,”katanya lagi.

Amar yang juga punya usaha rumah makan ini menyebut, sudah setahun belakangan mereka tak lagi membeli ikan dari sungai Batanggadis akibat dari pencemaran sungai ini.

“Ikan Mera (Jurung) dan Garing tidak ada lagi kami beli dari Batanggadis. Ikan-ikan kami sekarang berasal dari Aek Tambangan, Aek Mais dan Batang Pungkut,” jelasnya.

Diketahui, aktivitas beko dan dompeng dalam mengambil emas sudah berjalan lebih satu tahun secara ilegal di wilayah Kotanopan, Kecamatan Kotanopan tanpa tersentuh hukum.

Selain di Kotanopan, informasi yang diperoleh dari Pojoksatu.id, aktivitas menambang emas secara ilegal di pinggir sungai Batanggadis juga terjadi di Kecamatan Muarasipongi dan Pakantan.

 

(Dedek)

Berita Terkait

Keluarga Sebastian Gulo Tegaskan Unggahan Soal Bupati Nias Barat Tidak Benar
Pendidikan di Daerah Terpencil dan Kepulauan Masih Hadapi Banyak Tantangan, Kurikulum Berbasis Lokal Dinilai Jadi Solusi
Bupati Nias Barat Eliyunus Waruwu Hadiri Forum Strategis Otonomi Daerah
Bupati Nias Barat Eliyunus Waruwu Apresiasi Pengabdian Polri di Hari Bhayangkara
Bupati Eliyunus Waruwu: Persatuan dan Iman Kunci Membangun Nias Barat yang Sejahtera
Bupati Nias Barat Eliyunus Waruwu Lihat Kondisi Jalan dan Pertanian Warga, Ajak Dialog Masyarakat
Masmudin Menang Telak, Nahkodai Koperasi Produsen BKPB Desa Bintuas
Pemilihan Pengurus Baru Koperasi Plasma BKPB Desa Bintuas, Penghitungan Suara Berlangsung Hingga Malam
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Thursday, 16 July 2026 - 00:10 WIB

Keluarga Sebastian Gulo Tegaskan Unggahan Soal Bupati Nias Barat Tidak Benar

Wednesday, 15 July 2026 - 16:57 WIB

Pendidikan di Daerah Terpencil dan Kepulauan Masih Hadapi Banyak Tantangan, Kurikulum Berbasis Lokal Dinilai Jadi Solusi

Friday, 3 July 2026 - 08:57 WIB

Bupati Nias Barat Eliyunus Waruwu Hadiri Forum Strategis Otonomi Daerah

Thursday, 2 July 2026 - 03:58 WIB

Bupati Nias Barat Eliyunus Waruwu Apresiasi Pengabdian Polri di Hari Bhayangkara

Monday, 29 June 2026 - 04:07 WIB

Bupati Eliyunus Waruwu: Persatuan dan Iman Kunci Membangun Nias Barat yang Sejahtera

Berita Terbaru