Ketika Miskin Jadi Ujian: Suami Lumpuh, Istri Buruh Tani, Anak-Anak Berhenti Sekolah

Tuesday, 21 October 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Newsline.id MADINA – Di sebuah rumah kecil berdinding papan di Desa Huta Godang Muda, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) hidup sepasang suami istri yang kini tengah berjuang melawan nasib.

Mombang Tua (58), sang kepala keluarga, sudah empat tahun terakhir hanya bisa terbaring lemah di atas kasur lusuh akibat penyakit saraf kejepit yang dideritanya.

Sejak kelumpuhan itu datang, seluruh beban hidup keluarga mereka berpindah ke pundak sang istri, Seriani (48).

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setiap pagi, sang istri berangkat ke sawah atau kebun milik orang lain, ia bekerja sebagai buruh tani dengan upah seadanya. Kadang dibayar harian, kadang hanya cukup untuk membeli beras setengah liter.

“Kadang cuma cukup beli beras setengah liter, kadang malah tak dapat apa-apa, kalau tidak ada, terpaksa ditahan gak makan dulu,” ucapnya pelan.

Kesulitan hidup ini membuat dua anak mereka, Dayah Sari (15) dan Ali Rizki (13), terpaksa berhenti sekolah.

Dayah kini membantu ibunya mencuci dan membersihkan rumah tetangga, sementara Ali lebih sering di rumah menemani dan merawat ayahnya yang tak berdaya.

“Seragam olahraga dan baju batik sekolah untuk dua anak saya tak terpenuhi. Kalau nanti ada rezeki, saya ingin mereka sekolah lagi, tapi untuk sekarang, makan saja kadang susah,” kata Mombang Tua dengan suara bergetar kepada Wartamandailing, Selasa (21/10/2025).

IMG 20251021 WA0043

Sementara, keluarga ini tinggal di rumah mereka yang berdiri di atas tanah warisan orangtua, berdinding papan dan beratap seng yang mulai berkarat.

Di tengah kesederhanaan dan kesunyian itu, keluarga kecil ini masih menggantungkan harapan agar ada tangan-tangan dermawan atau perhatian dari pemerintah yang sudi membantu meringankan beban hidup mereka.

Meski hidup dalam keterbatasan, keluarga Mombang Tua tidak pernah berhenti bersyukur. “Yang penting kami sehat dan masih bisa berdoa,” ujarnya lirih sambil meneteskan air mata, seolah menitipkan doa agar esok lebih baik.

Penulis : Dede/has

Berita Terkait

Keluarga Sebastian Gulo Tegaskan Unggahan Soal Bupati Nias Barat Tidak Benar
Pendidikan di Daerah Terpencil dan Kepulauan Masih Hadapi Banyak Tantangan, Kurikulum Berbasis Lokal Dinilai Jadi Solusi
Bupati Nias Barat Eliyunus Waruwu Hadiri Forum Strategis Otonomi Daerah
Bupati Nias Barat Eliyunus Waruwu Apresiasi Pengabdian Polri di Hari Bhayangkara
Bupati Eliyunus Waruwu: Persatuan dan Iman Kunci Membangun Nias Barat yang Sejahtera
Bupati Nias Barat Eliyunus Waruwu Lihat Kondisi Jalan dan Pertanian Warga, Ajak Dialog Masyarakat
Masmudin Menang Telak, Nahkodai Koperasi Produsen BKPB Desa Bintuas
Pemilihan Pengurus Baru Koperasi Plasma BKPB Desa Bintuas, Penghitungan Suara Berlangsung Hingga Malam
Berita ini 87 kali dibaca

Berita Terkait

Thursday, 16 July 2026 - 00:10 WIB

Keluarga Sebastian Gulo Tegaskan Unggahan Soal Bupati Nias Barat Tidak Benar

Wednesday, 15 July 2026 - 16:57 WIB

Pendidikan di Daerah Terpencil dan Kepulauan Masih Hadapi Banyak Tantangan, Kurikulum Berbasis Lokal Dinilai Jadi Solusi

Friday, 3 July 2026 - 08:57 WIB

Bupati Nias Barat Eliyunus Waruwu Hadiri Forum Strategis Otonomi Daerah

Thursday, 2 July 2026 - 03:58 WIB

Bupati Nias Barat Eliyunus Waruwu Apresiasi Pengabdian Polri di Hari Bhayangkara

Monday, 29 June 2026 - 04:07 WIB

Bupati Eliyunus Waruwu: Persatuan dan Iman Kunci Membangun Nias Barat yang Sejahtera

Berita Terbaru