Newsline.id TAPSEL – Seorang pria berpenampilan kemayu di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) yang sempat menghina profesi wartawan melalui sebuah video viral, akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui video klarifikasi yang diunggahnya.
Namun, permintaan maaf tersebut tetap mendapat beragam tanggapan, termasuk dari Penasehat Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Iskandar Hasibuan, SE, yang juga Pemilik PT Malintang Pos Group.
Iskandar menegaskan, dalam ajaran Islam meminta maaf dan memaafkan merupakan perbuatan yang sangat dianjurkan dan wajib dilakukan oleh setiap manusia, baik atas kesalahan yang disengaja maupun tidak.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Permintaan maafnya kepada wartawan melalui video sah-sah saja, dan permintaan maafnya kita terima. Namun, kami para wartawan di Mandailing Natal tetap meminta Kapolres Tapsel agar melanjutkan proses hukumnya terhadap terduga pelaku,” ujar Iskandar Hasibuan di Posko Wartawan Alun-Alun Kota Panyabungan, Sabtu (25/10/2025).
Iskandar yang dikenal sebagai wartawan senior itu menambahkan, kesalahan yang merugikan orang lain baik secara lisan maupun perbuatan memiliki konsekuensi moral dan hukum.
Ia juga mengutip firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surat Al-A’raf ayat 199:
“Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang-orang mengerjakan yang makruf, serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh.”
Menurut Iskandar, memaafkan harus dilakukan dengan tulus dan ikhlas karena Allah SWT. Namun demikian, permintaan maaf tidak serta-merta menghapus tanggung jawab hukum jika telah terjadi dugaan pelanggaran yang merugikan profesi tertentu.
“Kita percaya penuh kepada Kapolres Tapsel. Contohnya, pria ini sudah meminta maaf di media sosial, itu menandakan pihak kepolisian sudah bergerak cepat mengungkap dugaan pelecehan terhadap wartawan ini,” tegas mantan Anggota DPRD Madina periode 2009–2014 itu.
Sebelumnya, video berdurasi singkat yang diduga menghina profesi wartawan itu pertama kali diunggah oleh akun @InfoSumutViral di media sosial.
Video tersebut langsung menuai kecaman dari warganet dan para jurnalis, khususnya di wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel).
Dalam tayangan itu, pria berpenampilan kemayu tersebut berbicara dengan gaya berlebihan sambil melontarkan kalimat yang dinilai merendahkan profesi wartawan.
Tulisan yang muncul dalam video berbunyi “Kangkung comnut mamak bere menghina wartawan desa”, yang semakin memperkuat dugaan bahwa konten itu bermaksud mengejek wartawan.
Penulis : Dede










