Ancaman PETI Lingga Bayu, Warga Menanti Tindakan Tegas Aparat

Monday, 16 June 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Newsline.id MADINA – Korban jiwa terus bertambah akibat Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Wilayah Kecamatan Lingga Bayu Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menjadi isu sensitif di kalangan masyarakat.

Bahkan masyarakat berpendapat, PETI di Lingga Bayu ini perlu dikritisi karena belum ada penindakan serius dari pihak berwajib terhadap pemilik mesin Dongfeng dan pemilik lahan PETI yang menyebabkan korban beberapa orang meninggal dunia.

Selain itu, kejadian ini pun memicu kekhawatiran akan adanya korban massal selanjutnya, sehingga muncul pertanyaan yang menghantui masyarakat.

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Apakah aparat akan tetap mengabaikan dan menunggu terjadi korban massal tertimbun longsor akibat peti ini, baru mengambil tindakan,” Ucap warga Madina bermarga Nasution yang ditemui di Taman Kota Panyabungan. Senin (16/6/2025).

Masyarakat pun menanti tindakan tegas dari pihak berwajib untuk menghentikan aktivitas PETI ilegal di wilayah Kecamatan Lingga Bayu ini.

Mereka khawatir, bahwa jika tidak ada tindakan nyata, maka akan ada lebih banyak nyawa yang melayang sia-sia.

“Apakah perlu ada korban massal selanjutnya untuk memicu reaksi aparat, masyarakat berharap agar pihak berwajib dapat bertindak dan melindungi warga dari ancaman PETI yang membahayakan ini,” tambahnya.

Warga Madina juga berucap, akan menantikan kejelasan dan penindakan yang tegas terhadap kasus ini, karena dinilai proses hukum yang lambat dan kurang transparan menimbulkan pertanyaan.

Sementara, hingga sampai saat ini diketahui belum ada informasi yang jelas tentang status penyelidikan yang dilakukan pihak penegak hukum, apakah sudah ada tersangka dalam kasus ini atau belum.

Bahkan masyarakat mempertanyakan apakah proses hukum ini hanya akan berakhir dengan sekadar penyelidikan tanpa penindakan lebih lanjut.

“Salah satu pertanyaan terbesar adalah siapa dalang di balik peristiwa ini yang menyebabkan kasus ini tidak pernah diusut tuntas,” ujar warga penuh tanya???

Selain itu, masyarakat mulai mempertanyakan dan menduga adanya kemungkinan intervensi atau perlindungan terhadap pihak-pihak tertentu yang terlibat dalam PETI ini.

“Apakah ada sesuatu yang diduga melindungi mereka agar tidak mau bertanggung jawab atas musibah ini,” tutup warga.

 

(Dedek)

Berita Terkait

Ketua Kaderisasi PKC PMII Riau Desak Polda Usut Dugaan Penyaluran BBM Ilegal
Keluarga Sebastian Gulo Tegaskan Unggahan Soal Bupati Nias Barat Tidak Benar
Pendidikan di Daerah Terpencil dan Kepulauan Masih Hadapi Banyak Tantangan, Kurikulum Berbasis Lokal Dinilai Jadi Solusi
Bupati Nias Barat Eliyunus Waruwu Hadiri Forum Strategis Otonomi Daerah
Bupati Nias Barat Eliyunus Waruwu Apresiasi Pengabdian Polri di Hari Bhayangkara
Bupati Eliyunus Waruwu: Persatuan dan Iman Kunci Membangun Nias Barat yang Sejahtera
Bupati Nias Barat Eliyunus Waruwu Lihat Kondisi Jalan dan Pertanian Warga, Ajak Dialog Masyarakat
Masmudin Menang Telak, Nahkodai Koperasi Produsen BKPB Desa Bintuas
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Thursday, 23 July 2026 - 17:09 WIB

Ketua Kaderisasi PKC PMII Riau Desak Polda Usut Dugaan Penyaluran BBM Ilegal

Thursday, 16 July 2026 - 00:10 WIB

Keluarga Sebastian Gulo Tegaskan Unggahan Soal Bupati Nias Barat Tidak Benar

Wednesday, 15 July 2026 - 16:57 WIB

Pendidikan di Daerah Terpencil dan Kepulauan Masih Hadapi Banyak Tantangan, Kurikulum Berbasis Lokal Dinilai Jadi Solusi

Friday, 3 July 2026 - 08:57 WIB

Bupati Nias Barat Eliyunus Waruwu Hadiri Forum Strategis Otonomi Daerah

Thursday, 2 July 2026 - 03:58 WIB

Bupati Nias Barat Eliyunus Waruwu Apresiasi Pengabdian Polri di Hari Bhayangkara

Berita Terbaru