Ancaman PETI Lingga Bayu, Warga Menanti Tindakan Tegas Aparat

Monday, 16 June 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Newsline.id MADINA – Korban jiwa terus bertambah akibat Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Wilayah Kecamatan Lingga Bayu Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menjadi isu sensitif di kalangan masyarakat.

Bahkan masyarakat berpendapat, PETI di Lingga Bayu ini perlu dikritisi karena belum ada penindakan serius dari pihak berwajib terhadap pemilik mesin Dongfeng dan pemilik lahan PETI yang menyebabkan korban beberapa orang meninggal dunia.

Selain itu, kejadian ini pun memicu kekhawatiran akan adanya korban massal selanjutnya, sehingga muncul pertanyaan yang menghantui masyarakat.

ADVERTISEMENT

banner BCChost

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Apakah aparat akan tetap mengabaikan dan menunggu terjadi korban massal tertimbun longsor akibat peti ini, baru mengambil tindakan,” Ucap warga Madina bermarga Nasution yang ditemui di Taman Kota Panyabungan. Senin (16/6/2025).

Masyarakat pun menanti tindakan tegas dari pihak berwajib untuk menghentikan aktivitas PETI ilegal di wilayah Kecamatan Lingga Bayu ini.

Mereka khawatir, bahwa jika tidak ada tindakan nyata, maka akan ada lebih banyak nyawa yang melayang sia-sia.

“Apakah perlu ada korban massal selanjutnya untuk memicu reaksi aparat, masyarakat berharap agar pihak berwajib dapat bertindak dan melindungi warga dari ancaman PETI yang membahayakan ini,” tambahnya.

Warga Madina juga berucap, akan menantikan kejelasan dan penindakan yang tegas terhadap kasus ini, karena dinilai proses hukum yang lambat dan kurang transparan menimbulkan pertanyaan.

Sementara, hingga sampai saat ini diketahui belum ada informasi yang jelas tentang status penyelidikan yang dilakukan pihak penegak hukum, apakah sudah ada tersangka dalam kasus ini atau belum.

Bahkan masyarakat mempertanyakan apakah proses hukum ini hanya akan berakhir dengan sekadar penyelidikan tanpa penindakan lebih lanjut.

“Salah satu pertanyaan terbesar adalah siapa dalang di balik peristiwa ini yang menyebabkan kasus ini tidak pernah diusut tuntas,” ujar warga penuh tanya???

Selain itu, masyarakat mulai mempertanyakan dan menduga adanya kemungkinan intervensi atau perlindungan terhadap pihak-pihak tertentu yang terlibat dalam PETI ini.

“Apakah ada sesuatu yang diduga melindungi mereka agar tidak mau bertanggung jawab atas musibah ini,” tutup warga.

 

(Dedek)

Berita Terkait

IMA Kamus Madina Gelar Barakasih di Panti Asuhan Siti Aisyah, Hadirkan Kebahagiaan Lewat Kebersamaan
Gegara Takaran BBM Diduga Dicurangi, Manajer dan Supervisor SPBU di Sergai Ditangkap Polisi
Dugaan Status Keanggotaan Arianto di KUD Maju Bersama Desa Pardamean Baru Terkuak
TP PKK Madina Gelar Aksi Sosial di Gunung Baringin, Salurkan Bantuan hingga CKG Untuk Warga
Kolaborasi Camat Natal, Kapolsek dan Kacabjari Bagikan Masker di Tengah Kabut Asap
Jenderal Tandyo Jadi KSAD, Anggota DPR Singgung Peluang Jadi Panglima TNI
Program Bedah Rumah BSPS di Madina Disorot, Diduga Ada Penerima Tak Penuhi Syarat
Pengurus KUD Maju Bersama Ajukan PMH ke PN Madina, Sidang Perdana Dimulai
Berita ini 40 kali dibaca

Berita Terkait

Monday, 2 November 2026 - 09:27 WIB

IMA Kamus Madina Gelar Barakasih di Panti Asuhan Siti Aisyah, Hadirkan Kebahagiaan Lewat Kebersamaan

Monday, 26 October 2026 - 22:25 WIB

Gegara Takaran BBM Diduga Dicurangi, Manajer dan Supervisor SPBU di Sergai Ditangkap Polisi

Friday, 16 October 2026 - 18:14 WIB

Dugaan Status Keanggotaan Arianto di KUD Maju Bersama Desa Pardamean Baru Terkuak

Friday, 16 October 2026 - 16:44 WIB

TP PKK Madina Gelar Aksi Sosial di Gunung Baringin, Salurkan Bantuan hingga CKG Untuk Warga

Friday, 16 October 2026 - 14:20 WIB

Jenderal Tandyo Jadi KSAD, Anggota DPR Singgung Peluang Jadi Panglima TNI

Berita Terbaru