Aktivitas PETI di Muara Batang Gadis Terus Beroperasi, Camat: “Sudah Tidak Ada Lagi”

Saturday, 20 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Newsline.id MADINA – Pertambangan Tanpa Izin (PETI) menggunakan alat berat excavator masih marak beroperasi di wilayah konservasi Taman Nasional Batang Gadis (TNBG) di Kecamatan Muara Batang Gadis (MBG).

Informasi masih maraknya beroperasi PETI yang notabene merusak lingkungan ini diterima wartawan, Sabtu (20/09/2025) dari warga Sulang Aling Kecamatan MBG.

Warga yang meminta identitasnya dirahasiakan menyebutkan bahwa kegiatan PETI tersebut berada di kawasan Aek Sininjon, Desa Ranto Panjang.

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia juga mengungkapkan bahwa seorang oknum berinisial AM diduga bertindak sebagai pengawas di lapangan.

“Warga di warung-warung juga mengetahuinya, Bang. Diduga Pak Camat ada keterkaitan dengan PETI itu,” ujarnya.

Ia menambahkan, aktivitas PETI tersebut telah berlangsung lebih dari tiga bulan.

“Kami tidak tahu berapa hasil tambangnya, Bang, karena mereka mencucinya di dalam camp, sehingga karyawan pun tidak mengetahui hasil sebenarnya,” ungkapnya lagi.

Masih menurut warga tersebut, para pekerja di lokasi tambang ilegal itu merasa seperti “dijajah” karena upah yang diterima tidak sebanding dengan pendapatan dari kegiatan tambang.

Konfirmasi Camat MBG

Camat Muara Batang Gadis, Zulhidayat, S.Sos, saat dikonfirmasi membantah adanya aktivitas PETI di wilayahnya.

“Kalau kabar yang saya dengar, sudah tidak ada lagi. Informasi sebelumnya, dua hari yang lalu, memang ada di kilometer 16. Kemungkinan Senin atau Selasa kami akan turun ke KM 16 untuk memastikan kebenaran informasi dari masyarakat,” jelas Zulhidayat.

 

(D/red) 

Berita Terkait

Keluarga Sebastian Gulo Tegaskan Unggahan Soal Bupati Nias Barat Tidak Benar
Pendidikan di Daerah Terpencil dan Kepulauan Masih Hadapi Banyak Tantangan, Kurikulum Berbasis Lokal Dinilai Jadi Solusi
Bupati Nias Barat Eliyunus Waruwu Hadiri Forum Strategis Otonomi Daerah
Bupati Nias Barat Eliyunus Waruwu Apresiasi Pengabdian Polri di Hari Bhayangkara
Bupati Eliyunus Waruwu: Persatuan dan Iman Kunci Membangun Nias Barat yang Sejahtera
Bupati Nias Barat Eliyunus Waruwu Lihat Kondisi Jalan dan Pertanian Warga, Ajak Dialog Masyarakat
Masmudin Menang Telak, Nahkodai Koperasi Produsen BKPB Desa Bintuas
Pemilihan Pengurus Baru Koperasi Plasma BKPB Desa Bintuas, Penghitungan Suara Berlangsung Hingga Malam
Berita ini 99 kali dibaca

Berita Terkait

Thursday, 16 July 2026 - 00:10 WIB

Keluarga Sebastian Gulo Tegaskan Unggahan Soal Bupati Nias Barat Tidak Benar

Wednesday, 15 July 2026 - 16:57 WIB

Pendidikan di Daerah Terpencil dan Kepulauan Masih Hadapi Banyak Tantangan, Kurikulum Berbasis Lokal Dinilai Jadi Solusi

Friday, 3 July 2026 - 08:57 WIB

Bupati Nias Barat Eliyunus Waruwu Hadiri Forum Strategis Otonomi Daerah

Thursday, 2 July 2026 - 03:58 WIB

Bupati Nias Barat Eliyunus Waruwu Apresiasi Pengabdian Polri di Hari Bhayangkara

Monday, 29 June 2026 - 04:07 WIB

Bupati Eliyunus Waruwu: Persatuan dan Iman Kunci Membangun Nias Barat yang Sejahtera

Berita Terbaru