Newsline.id MADINA – Sejumlah warga perwakilan dari 4 desa di Kecamatan Panyabungan Barat, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), melakukan protes terhadap perusahaan Galian C yang beroperasi di bantaran Sungai Batang Gadis. Senin (26/5/2025).
Protes ini terkait dengan pengoperasian Galian C yang dinilai menimbulkan kerusakan sejumlah lahan pertanian akibat erosi dan terkikisnya tanah oleh air sungai.
Warga yang terdiri dari Desa Barbaran, Barbaran Jae, Batang Gadis, dan Desa Batang Gadis Jae, mengungkapkan kekhawatiran mereka karena aktivitas Galian C ini telah menyebabkan puluhan meter lahan masyarakat terkikis oleh air sungai.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sudah pernah kami sambangi pihak yang melakukan tambang galian C ini, untuk segera menghentikan aktivitas mereka, namun hingga hari ini aktivitas itu masih tetap dilanjutkan,”ucap warga bernama Parwis Nasution.
Selain itu, warga juga khawatir karena air sungai sudah mulai mengikis tanah pemakaman yang berada di pinggir sungai, dan menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat.
Bahkan, warga juga mengkhawatirkan bahwa aktivitas Galian C yang diduga sudah tak lagi memiliki izin operasional ini dapat membahayakan pembangunan SMA Negeri 1 Panyabungan Barat yang sedang dalam proses pembangunan di wilayah Barbaran.
“Jarak dari sungai ini ke areal Sekolah kurang lebih 300 meter, jadi kami khawatirkan air ini semakin meluas dan menghantam bangunan Sekolah ini,” ucap Parwis.
Untuk itu, warga berharap agar pemerintah dapat segera mengambil tindakan terhadap perusahaan Galian C ini dan menghentikan aktivitasnya yang merugikan masyarakat dan lingkungan.
Sementara dalam aksi protes ini, warga turut didampingi pihak dari Kecamatan Panyabungan Barat dan Babinsa serta Babinkamtibmas.
(Dedek)










