Newsline.id MADINA – Lapor Pak Bupati, warga 4 Desa di Kecamatan Panyabungan Barat, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), melaporkan kerusakan parah pada lahan pertanian mereka akibat aktivitas Galian C di bantaran Sungai Batang Gadis.
Warga mengaku, sudah puluhan meter lahan pertanian masyarakat yang terkikis oleh air sungai, membuat warga resah dan khawatir, sebab Galian C itu terus beroperasi meski sudah dilakukan himbauan dan protes oleh masyarakat 4 Desa.
“Mohon kiranya pak Bupati menindak lanjuti keluhan kami masyarakat 4 Desa ini, sebab pak Bupati, kami khawatir air sungai sudah mulai mengikis tanah pemakaman dan pertanian yang berada di pinggir sungai, serta mengancam pembangunan SMA Negeri 1 Panyabungan Barat yang lokasinya sangat dekat dengan pinggir sungai,” ucap Parwis Nasution Rabu (28/5/2025).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Parwis mengaku, pihak Galian C yang beroperasi di bantaran Sungai Batang Gadis tidak juga menghiraukan dan menghentikan aktivitasnya, meski sudah ada larangan dari pihak Dinas Pertambangan Provinsi Sumatera Utara.
“Galian C yang diduga milik KA alias IRL ini tetap melakukan aktivitas penambangan pasir dan bebatuan, meskipun sudah ada peringatan dan larangan dari Dinas Pertambangan Provinsi Sumatera Utara kala itu,” tambah Parwis.
Warga dari 4 desa yang protes yaitu Desa Barbaran, Barbaran Jae, Batang Gadis, dan Desa Batang Gadis Jae.
Dengan keresahan yang semakin meningkat, warga berharap Bupati Madina Saipullah Nasution dapat segera mengambil tindakan yang tepat untuk melindungi masyarakat dan lingkungan.
Dengan tindakan yang cepat dan tepat dari pemerintah, diharapkan keresahan warga dapat segera diatasi dan kehidupan masyarakat dapat berjalan normal kembali.
(Dedek)










