Newsline.id MADINA – Afrizal Nasution, Sekretaris DPRD (Sekwan) Kabupaten Mandailing Natal (Madina), memilih bungkam dan tidak memberikan komentar saat dikonfirmasi mengenai Muhammad Asran, bendahara pengeluaran di Sekretariat DPRD, yang tengah menjadi sorotan dan diberitakan oleh sejumlah media.
Afrizal yang dikonfirmasi sejak Rabu lalu hingga kini tak kunjung merespons pertanyaan wartawan terkait tanggapannya terhadap anggotanya Muhammad Asran yang diduga belum melaporkan harta kekayaan lainnya ke Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).
Dalam konfirmasi melalui pesan Whatsapp itu, Afrizal diduga di intervensi sehingga takut dan tak berani berkomentar soal anggotanya, meski pesan itu sudah ia baca dan bercentang dua.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebelumnya, Muhammad Asran bendahara pengeluaran di Sekretariat DPRD Kabupaten Mandailing Natal disorot media karena memiliki harta yang sangat fantastis.
Dikutip dari laman Pengumuman Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Tanggal Penyampaian/Jenis Laporan – Tahun: 25 Maret 2025/Periodik – 2024. Oknum bendahara ini memiliki total harta Kekayaan mencapai Rp.4.788.150.602.
Selain memiliki aset yang fantastik, ternyata bendahara DPRD Kabupaten Madina Muhammad Asran diduga masih memiliki aset lain yang tidak dilaporkan ke Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara Lembaga (LHKPN).
Dari data yang diperoleh di lapangan, aset bendahara DPRD yang tidak didaftarkan tersebut berupa kenderaan roda 2 sebanyak 2 unit, yakni mobil Toyota merek Rush, dan mobil Toyota Raize warna kuning.
Tak hanya itu, aset lain yang diduga milik bendahara ini, yakni kepemilikan lahan perkebunan seluas 70 hektare di wilayah Desa Pagur, Kecamatan Panyabungan Timur, serta kebun sawit dan puluhan ekor Sapi di Kecamatan Muara Batang Gadis.
Serta 3 unit Stasiun Pom bensin mini yang tersebar di beberapa daerah, yakni 1 unit di perbatasan Tapsel Madina, 1 unit daerah Singkuang dan 1 unit di Desa Pagur Panyabungan Timur.
Bendahara ini pun dijuluki sebagai ‘bendahara seumur hidup’ dan ‘bendahara terkaya’ di lingkungan pemerintah daerah Kabupaten Madina.
(D/red)










