Menembus Rimba Demi Konektivitas: Langkah Awal Jalan Penghubung Madina–Palas

Tuesday, 10 June 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumut.newsline.id | Madina – Di bawah mentari pagi Desa Hapung Baru, Kecamatan Sosa, suara doa dan semangat menyatu saat Bupati Mandailing Natal (Madina), H. Saipullah Nasution, dan Wakil Bupati Padanglawas (Palas), Achmad Fauzan Nasution, melepas tim survei pembukaan jalan yang akan menghubungkan dua kabupaten bertetangga kabupaten—Mandailing Natal (Madina) dan Padanglawas (Palas).

FB IMG 1749549638711

Pada Selasa, 10 Juni 2025, Bupati Madina H. Saipullah Nasution dan Wakil Bupati Palas Achmad Fauzan Nasution melepas tim survei yang akan menelusuri jalur penghubung antar daerah yang telah lama dinantikan masyarakat. Di tengah gemuruh semangat dan ketegangan, misi ini bukan hanya tentang membangun jalan—tetapi tentang menembus keterisolasian, membuka akses kehidupan, dan merangkai masa depan.

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini lebih dari proyek infrastruktur. Ini adalah ikhtiar kita untuk menyatukan denyut nadi dua kabupaten yang selama ini terpisah oleh hutan dan waktu tempuh yang melelahkan,” ujar Bupati Saipullah dengan suara bergetar, menggambarkan makna mendalam dari momen tersebut.

FB IMG 1749545113698

Tim yang dipimpin Kabid Bina Marga Dinas PUPR Madina, Rajab Asri, bukanlah sekadar teknisi jalan. Mereka adalah pionir, pejuang jalanan yang akan menembus rimba, meniti jalur dari Hapung Baru menuju Hutatinggi, Kecamatan Panyabungan Timur. Diperkirakan butuh waktu tiga hingga empat hari untuk menyelesaikan survei medan—yang bagi mereka, bukan sekadar tugas, tapi amanah dari harapan ribuan warga.

Mengiringi perjalanan itu adalah masyarakat Panyabungan Timur, personel TNI, dan tim IOF Tapanuli Bagian Selatan. Di tengah medan terjal dan potensi bahaya, mereka membawa lebih dari sekadar alat ukur. Mereka membawa tekad.

Diskusi hangat pun berlangsung di bawah tenda sederhana antara Bupati Madina dan Bupati Palas, Putra Mahkota Alam Hasibuan. Di antara kopi panas dan angin desa yang sejuk, mereka berbicara tentang lebih dari sekadar pembukaan jalan: tentang kolaborasi lintas batas, tentang pertumbuhan ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan kehidupan yang lebih baik untuk masyarakat mereka.

“Kami berdua sepakat, ini bukan hanya soal pembangunan fisik. Ini soal menyatukan masa depan,” kata Bupati Putra Mahkota sambil menatap peta jalur yang terbentang.

Namun, bukan tanpa tantangan. Jalur yang direncanakan melintasi kawasan hutan terbatas, menuntut koordinasi serius dengan pemerintah provinsi. Tapi langkah telah dimulai. Surat permohonan peminjaman lahan akan segera dikirimkan ke Gubernur Sumatra Utara. Dan sinyal dukungan pun telah diberikan.

Jika jalur ini berhasil dibuka, waktu tempuh yang selama ini bisa memakan setengah hari, akan dipangkas menjadi hanya dua jam. Tak hanya mempercepat perjalanan, tapi juga mempercepat pertukaran ekonomi, budaya, bahkan kesempatan.

“Bayangkan berapa banyak pedagang, petani, anak sekolah, dan ibu melahirkan yang akan terbantu jika jalan ini terwujud,” ujar Saipullah, matanya menerawang ke garis hijau hutan yang belum terjamah.

Di balik semua itu, hadir juga wajah-wajah lain yang bekerja dalam diam. Pj. Sekda M. Sahnan Pasaribu, Kadis PUPR Ir. Elpi Yanti Harahap, Kadis Kominfo Azhar Parasmuda Hasibuan, hingga Kabag Umum dan Kesra. Mereka adalah tulang punggung administrasi yang memastikan segala urusan bergerak di balik layar.

Ketika akhirnya rombongan tim survei bergerak, jalan di hadapan mereka masih berupa semak belukar dan tanah liar. Namun di mata mereka, itu adalah jalur masa depan. Sebuah lorong harapan yang suatu hari nanti akan dilewati anak-anak menuju sekolah, petani menuju pasar, dan keluarga menuju kehidupan yang lebih layak.

Jalan itu mungkin belum terbentang hari ini. Tapi di hati semua yang hadir, jalan itu sudah mulai terbuka.

Redaksi

Berita Terkait

Seorang Pria Tewas, Saat Ditemukan Wajah Babak Belur di Lokasi Pengolahan Tambang
Pegawai RSUD Husni Thamrin Natal Keluhkan Dugaan Pungli Saat Proses Pencairan THR
Momentum Ramadan, KB SMA Negeri 1 Batahan Buka Puasa Bersama
Didanai Infak Warga, Yayasan At-Taqwa Bina Puluhan Santri Secara Gratis
Sertijab Forkada Kepulauan Nias Bahas Pesawat Berbadan Besar
Polda Sumut Selidiki Pemilik 14 Alat Berat Tambang Ilegal, 17 Orang Berstatus Saksi‎ ‎
Kepala Desa Lahagu Tegaskan Tidak Ada Intimidasi terhadap Wartawan
Viral Dugaan Penolakan Pasien BPJS RSU Full Bethesda ‎
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 8 April 2026 - 15:29 WIB

Seorang Pria Tewas, Saat Ditemukan Wajah Babak Belur di Lokasi Pengolahan Tambang

Monday, 16 March 2026 - 16:26 WIB

Pegawai RSUD Husni Thamrin Natal Keluhkan Dugaan Pungli Saat Proses Pencairan THR

Saturday, 14 March 2026 - 19:16 WIB

Momentum Ramadan, KB SMA Negeri 1 Batahan Buka Puasa Bersama

Friday, 6 March 2026 - 16:56 WIB

Sertijab Forkada Kepulauan Nias Bahas Pesawat Berbadan Besar

Tuesday, 3 March 2026 - 21:31 WIB

Polda Sumut Selidiki Pemilik 14 Alat Berat Tambang Ilegal, 17 Orang Berstatus Saksi‎ ‎

Berita Terbaru

Serba Serbi

Momentum Ramadan, KB SMA Negeri 1 Batahan Buka Puasa Bersama

Saturday, 14 Mar 2026 - 19:16 WIB