Lucu, Rencana Bekingi Peti Bocor, Oknum Wartawan Lingga Bayu Ngaku Difitnah

Tuesday, 30 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Newsline.id MADINA – Terkait dugaan keterlibatan sejumlah oknum yang mengaku wartawan dalam membekingi aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (Peti) di Kecamatan Lingga Bayu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) kini mengaku difitnah.

Belasan oknum ngaku wartawan tersebut, kini justru melakukan pembelaan melalui pemberitaan di media online.

Padahal, dari informasi dan surat yang beredar, 15 oknum tersebut diduga kuat hendak melakukan pembekingan terhadap aktivitas Peti yang jelas merusak lingkungan.

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam sebuah surat yang beredar di grup WhatsApp, dikirim salah seorang anggota Grup berinisial ORR, secara terang-terangan tampak bahwa para oknum itu berniat menjadi bagian dari aktivitas ilegal tersebut.

Ironisnya, setelah kasus ini diberitakan sejumlah media online, mereka malah mengaku difitnah dan membantah telah melakukan pembekingan terhadap mafia Peti.

Bahkan, pemberitaan yang mereka buat justru terkesan membenarkan aktivitas ilegal tersebut sekaligus memojokkan media lain dengan menuding pemberitaan sebelumnya tidak benar dan tidak sesuai fakta.

Sementara itu, salah seorang dari belasan oknum mengakui di grup WhatsApp Berita Sumut bahwa rencana tersebut memang ada, namun belum terealisasi di lapangan.

“Itu kan baru ancang-ancang, Bang. Ke lapangan belum ada realisasi apa pun. Yang ada jelas ke lapangan mengatasnamakan media se-Pantai Barat dan Seduania. Itu baru ada dan sudah eksekusi,” tulis Abdul Basid pada Senin sore (29/9/2025).

Basid juga berdalih bahwa surat yang beredar tidak benar, dan meminta agar hal itu ditanyakan langsung kepada mafia Peti di Lingga Bayu.

Ia bahkan menuding, oknum wartawan yang membackup mafia Peti justru berasal dari wilayah Pantai Barat.

“Bisa ditanya langsung sama toke beko, Bang, apa betul ada itu mengutip atas nama Media Lingga Bayu. Yang mengatasnamakan Media Pantai Barat baru ada barang buktinya. Coba abang cek ke Lingga Bayu,” tulisnya.

Diketahui, aktivitas Peti di Kecamatan Lingga Bayu bukan hanya ilegal, tetapi juga merusak lingkungan dan berpotensi menimbulkan dampak bencana.

Sebelumnya, dugaan keterlibatan belasan oknum yang mengaku sebagai wartawan dan LSM dalam aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kecamatan Lingga Bayu mencuat ke publik.

Para oknum ini disebut-sebut secara terang-terangan membekingi aktivitas tambang ilegal yang merusak lingkungan.

Informasi ini mencuat setelah daftar nama-nama oknum tersebut beredar luas di grup WhatsApp Forum Anak Madina pada Senin pagi (29/9/2025).

Daftar nama pembekap yang mengaku wartawan itu dibagikan oleh seorang anggota forum WhatsApp bernama Okis Ridwan Rangkuti.

Dalam daftar tersebut, terdapat 15 nama yang diduga menjalin kerja sama dengan para pengusaha tambang emas ilegal.

Mereka bahkan dituding bermitra dan menerima “jatah bulanan” dari para toke tambang sebagai imbalan atas perlindungan dan pembiaran yang diberikan.

Dari surat kerja sama yang beredar, para oknum ini diduga memanfaatkan Aula Kantor Camat sebagai sarana tempat musyawarah dengan para mafia tambang ilegal.

Dan acara musyawarah ini diadakan pada Senin 15 September 2025 yang lalu dengan tujuan menjalin kerja sama dan menjaga ke kondusifan aktivitas tambang di wilayah itu.

Bahkan, dalam isi surat itu, para oknum yang mengaku wartawan ini meminta dan mengutus Mawardi sebagai kaki tangan mereka ke Toke Tambang.

Sementara, menurut pengakuan Camat Lingga Bayu, Edi Ikhsan, para oknum ini awalnya datang bersilaturahmi ke Aula Kantor Camat, dan ia tidak tahu jika tujuannya untuk membekap Peti.

“Saya tidak tahu, mereka datang silaturahmi, dan saya terima, dan pada saat itu tidak ada cerita mau membekap Peti, dan saya pun tidak tahu jika tujuan mereka seperti itu,” ucapnya.

Berikut daftar nama oknum yang mengaku wartawan dan diduga terlibat membekingi aktivitas Peti di Lingga Bayu.

 

1. Abdul Basid (MP) 

 

2. Mawardi (K Prabowo) 

 

3. Mansirin (LSM Rajawali) 

 

4. Hadiaman (Intel Pos) 

 

5. Nasril (Portibi) 

 

6.Darlansyah (Mitra Mabes) 

 

7.Zulfikri (Sumteng) 

 

8. Hendri (Martabe) 

 

9. Sakti (MP) 

 

10. Khairuman (Darah Juang News) 

 

11. Erwin (TN) 

 

12. Regar 

 

13. Hombing

 

14. Taufik

 

15. Muid. 

 

 

Penulis : Dede

Berita Terkait

Isu Permintaan Uang Viral, Pegawai Kominfo Nias Barat: Tidak Benar
Pemkab Nias Barat Tingkatkan Penghasilan PPPK Paruh Waktu Dari Rp 250 Menjadi Rp 750 Ribu
Pelatihan Practical Office BLK Panyabungan Vokasi Nasional Batch 3 Ditutup
Job Fair Madina 2026 Buka 245 Lowongan Kerja dari 13 Perusahaan
Jelang Musda KAHMI Medan, Ansor Harahap Jadi Kandidat Pertama yang Mendaftar, Bawa Gagasan “Rumah Besar Merawat Nilai”
Kadis PKPLH Nias Barat Tegaskan Bantuan BSPS Gratis, Tak Ada Pungutan Sepersen Pun
Pemkab Nias Barat Perkuat Infrastruktur, Enam Ruas Jalan Lahomi–Sirombu Ditinjau
Berikut Penjelasan DKPP Nias Barat Tentang Tentang Babi
Berita ini 174 kali dibaca

Berita Terkait

Tuesday, 15 September 2026 - 22:47 WIB

Isu Permintaan Uang Viral, Pegawai Kominfo Nias Barat: Tidak Benar

Saturday, 5 September 2026 - 12:11 WIB

Pemkab Nias Barat Tingkatkan Penghasilan PPPK Paruh Waktu Dari Rp 250 Menjadi Rp 750 Ribu

Saturday, 5 September 2026 - 00:08 WIB

Job Fair Madina 2026 Buka 245 Lowongan Kerja dari 13 Perusahaan

Thursday, 3 September 2026 - 09:54 WIB

Jelang Musda KAHMI Medan, Ansor Harahap Jadi Kandidat Pertama yang Mendaftar, Bawa Gagasan “Rumah Besar Merawat Nilai”

Tuesday, 1 September 2026 - 20:50 WIB

Kadis PKPLH Nias Barat Tegaskan Bantuan BSPS Gratis, Tak Ada Pungutan Sepersen Pun

Berita Terbaru

Uncategorized

Ansor Harahap Calon Ketua KAHMI Medan, Bawa 3 Gagasan Besar

Tuesday, 8 Sep 2026 - 14:07 WIB

Uncategorized

Naik Bus Bawa 4 Kg Sabu, Kurir Dibekuk TNI-Polri di Labuhanbatu

Sunday, 6 Sep 2026 - 12:25 WIB