Konflik Dana Desa: Bupati Simalungun Turun Tangan Selamatkan Nasib Warga Purwodadi

Saturday, 16 August 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎Sumut.newslline.id, Simalungun – Konflik internal terkait realisasi Dana Desa (DD) di Nagori Purwodadi, Kecamatan Pamatang Bandar, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, akhirnya mendapat perhatian serius dari Bupati Simalungun, Dr. H. Anton Achmad Saragih.
‎
‎Ketidaksepahaman antara Pangulu (Kepala Desa) dan Maujana (Badan Permusyawaratan Desa) dalam pengelolaan Dana Desa membuat berbagai program penting seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT), pembinaan kader desa, ketahanan pangan, penanganan stunting, hingga pembangunan infrastruktur desa, terhenti.
‎
‎Untuk mengatasi krisis ini, Bupati Anton langsung memimpin mediasi di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Jumat (15/8/2025), berupaya mendamaikan kedua belah pihak demi kelancaran pembangunan desa dan kesejahteraan masyarakat.
‎
‎Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Nagori (DPMPN) Simalungun, Sarimuda Purba, menegaskan bahwa kasus kegagalan pencairan Dana Desa akibat konflik internal seperti ini adalah yang pertama kali terjadi selama tugasnya.
‎
‎Camat Pamatang Bandar, Pahot Halomoan Siregar, menambahkan bahwa konflik ini sudah berlangsung sejak 2024 dan meski sudah ada upaya damai, ketegangan kembali muncul di tahun 2025 dengan berbagai tindakan kontroversial.
‎
‎Sementara itu, dari pihak Maujana dan Pangulu saling tuding soal pelanggaran aturan dan manuver sepihak yang memperburuk situasi.
‎
‎Pj. Sekretaris Daerah, Albert R. Saragih, menyerukan agar kedua belah pihak menurunkan ego demi masyarakat yang menjadi korban dari konflik ini.
‎
‎Kepala Inspektorat Simalungun pun memastikan akan menindaklanjuti sesuai ketentuan hukum.
‎
‎Bupati Anton menegaskan bahwa kegagalan realisasi Dana Desa akibat konflik internal ini adalah aib daerah dan langsung merugikan rakyat. Ia mengajak semua pihak mengedepankan hati nurani dan kepentingan rakyat di atas segala perbedaan.
‎
‎“Bayangkan kalau kalian penerima BLT, tapi bantuan itu tidak cair gara-gara konflik elite desa. Bagaimana perasaan kalian? Jangan saling menyalahkan, pikirkan rakyat,” pesannya penuh harap.
‎
‎Sebagai tindak lanjut, Bupati memerintahkan aparat terkait segera menyelesaikan persoalan ini berdasarkan aturan yang berlaku agar pembangunan dan bantuan desa kembali berjalan lancar.(sp/snl)

Berita Terkait

Tolak PETI di Lahan Sitaan Satgas PKH, Koperasi MSM Minta PT Agrinas Turun Tangan
IMA Kamus Madina Gelar Barakasih di Panti Asuhan Siti Aisyah, Hadirkan Kebahagiaan Lewat Kebersamaan
Dugaan Status Keanggotaan Arianto di KUD Maju Bersama Desa Pardamean Baru Terkuak
TP PKK Madina Gelar Aksi Sosial di Gunung Baringin, Salurkan Bantuan hingga CKG Untuk Warga
Kolaborasi Camat Natal, Kapolsek dan Kacabjari Bagikan Masker di Tengah Kabut Asap
Program Bedah Rumah BSPS di Madina Disorot, Diduga Ada Penerima Tak Penuhi Syarat
Pengurus KUD Maju Bersama Ajukan PMH ke PN Madina, Sidang Perdana Dimulai
Atang Bantah Dituding Mafia PETI, Tegaskan Sudah 3 Tahun Tak Menjabat Sekdes
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 4 November 2026 - 23:48 WIB

Tolak PETI di Lahan Sitaan Satgas PKH, Koperasi MSM Minta PT Agrinas Turun Tangan

Monday, 2 November 2026 - 09:27 WIB

IMA Kamus Madina Gelar Barakasih di Panti Asuhan Siti Aisyah, Hadirkan Kebahagiaan Lewat Kebersamaan

Friday, 16 October 2026 - 18:14 WIB

Dugaan Status Keanggotaan Arianto di KUD Maju Bersama Desa Pardamean Baru Terkuak

Friday, 16 October 2026 - 14:46 WIB

Kolaborasi Camat Natal, Kapolsek dan Kacabjari Bagikan Masker di Tengah Kabut Asap

Friday, 16 October 2026 - 13:03 WIB

Program Bedah Rumah BSPS di Madina Disorot, Diduga Ada Penerima Tak Penuhi Syarat

Berita Terbaru