Ketua Fraksi PKB Harapkan Dinas Sosial P2P Madina Beri Pendampingan terhadap Korban Asusila 

Tuesday, 26 August 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Newsline.id MADINA – Anggota DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Edi Anwar meminta pemerintah daerah Kabupaten Madina melakukan pendamping terhadap korban asusila melibatkan anak di bawah umur di Kecamatan Kotanopan.

“Kasus asusila yang terjadi di Kabupaten Mandailing Natal, Kecamatan Kotanopan menjadi keprihatinan kita semua, saya mengharapkan Dinas Sosial P2P Madina yang juga mitra kerja kita di komisi empat memberikan pendampingan kepada korban untuk mengatasi psikis dan trauma yang dialami oleh korban,” kata Edi ketika dikonfirmasi, Selasa (26/8/2025).

Sebagaimana diketahui, baru baru ini Polres Madina mengamankan seorang pria berusia 56 tahun di Kecamatan Kotanopan karena telah melakukan tindak asusila terhadap dua anak perempuannya. Kedua anak perempuannya masih di bawah umur.

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari penyelidikan kepolisian aksi bejat sang ayah telah dilakukan dalam kurun waktu tiga tahun terakhir mulai tahun 2022 hingga 2023. Kejadian ini terungkap setelah ibu korban mencurigai bentuk tubuh salah satu anaknya kemudian membuat laporan polisi.

Dalam kejadian ini, sang anak akan mengalami trauma dan dapat menjadi beban psikologis berkepanjangan.

Maka untuk itu, pemerintah daerah melalui Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak (P2PA) Kabupaten Madina diharapkan memberikan pendampingan penuh kepada kedua korban.

Ketua Fraksi PKB DPRD Madina itu pun menyebut kasus ini tidak hanya ditangani secara hukum terhadap pelaku, akan tetapi perlu juga memperhatikan kondisi kesehatan dan psikologis oleh korban.

Edi Anwar menambahkan bahwa pemerintah daerah setempat juga memperluas jangkauan edukasi perlindungan anak hingga ke tingkat desa sebagai upaya pencegahan kekerasan seksual terhadap anak.

Menurutnya kasus dugaan tindakan asusila terhadap dua anak di bawah umur di Kecamatan Kotanopan menjadi peringatan keras semua pihak untuk menciptakan lingkungan yang aman baik di rumah maupun lingkungan sekitar.

Disisi lain, sekretaris DPC PKB Madina mendorong agas sosialisasi edukasi terhadap anak dilakukan baik melalui posyandu desa, penggerak kader PKK desa, pengajian emak-emak di desa maupun pihak di sekolah harus juga terlibat aktif dalam mengkampenyakan edukasi perlindungan anak untuk mencegah tindakan kekerasan tersebut

“Edukasi soal perlindungan anak terutama para orang tua, juga harus memahami cara mencegah dan melindungi anak dari tindak kekerasan,” imbuh Edi.

 

(D/🔴red)

Berita Terkait

Musdes RKPDES 2026 Sinunukan V, Anggaran DD Fokus Program Prioritas
Pemkab Nias Barat: Cerah Medika Adalah Simbol Harapan Pelayanan Kesehatan bagi Masyarakat
Wisuda Perdana TK Swasta Maju Bersama, Menanam Harapan Besar dari Sekolah Sederhana di Desa Hayo
Kecelakaan di Jalinsum Sergai, Pemotor 19 Tahun Tewas usai Tabrakan dengan Truk
BGN Luncurkan Aplikasi “Reviu MBG”, Guru hingga Pengurus Pesantren Kini Bisa Nilai Kualitas Makanan Gratis
Camat Natal Lepas Pawai Takbir Idul Adha 1447 H, Camat Nori: Semangat Kebersamaan dan Silaturahmi Harus Tetap Terjaga
Semangat Berbagi di Tengah Upaya Pemkab Madina Genapi Target Kurban Idul Adha ‎
Haru dan Semangat, SMPN 1 Panyabungan Timur Lepaskan Siswa Kelas IX Menuju Jenjang Baru
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Friday, 5 June 2026 - 22:15 WIB

Musdes RKPDES 2026 Sinunukan V, Anggaran DD Fokus Program Prioritas

Monday, 1 June 2026 - 00:07 WIB

Pemkab Nias Barat: Cerah Medika Adalah Simbol Harapan Pelayanan Kesehatan bagi Masyarakat

Saturday, 30 May 2026 - 18:52 WIB

Wisuda Perdana TK Swasta Maju Bersama, Menanam Harapan Besar dari Sekolah Sederhana di Desa Hayo

Wednesday, 27 May 2026 - 02:10 WIB

Kecelakaan di Jalinsum Sergai, Pemotor 19 Tahun Tewas usai Tabrakan dengan Truk

Wednesday, 27 May 2026 - 01:45 WIB

BGN Luncurkan Aplikasi “Reviu MBG”, Guru hingga Pengurus Pesantren Kini Bisa Nilai Kualitas Makanan Gratis

Berita Terbaru