Kejati Sumut Diminta Segera Tangkap Tersangka Kasus Korupsi Stunting di Madina

Wednesday, 4 June 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Newsline.id MEDAN – Puluhan Pengurus Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Al Washliyah Provinsi Sumatera Utara kembali mendatangi dan menggelar aksi demo ke Kantor Kejaksaan Tinggi sumatera utara. Selasa (03/06/2025).

Aksi demo ini diketahui merupakan aksi massa untuk kedua kalinya menyoroti dugaan kasus korupsi dana Stunting di Kabupaten Madina tahun 2022-2023.

Dalam aksi ini, massa menilai pihak Kejati Sumut lamban dalam memproses kasus ini, sehingga massa mengaku perlu mempertanyakan kelanjutan dari pemeriksaan yang di lakukan oleh Kejati.

ADVERTISEMENT

banner BCChost

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kordinator aksi menyebut, anggaran dana Stunting tahun 2022 – 2023 yang diduga mencapai 103 milliar rupiah perlu dipertanyakan karena sudah merugikan negara.

“Pada tanggal 17-12-2024 yang lalu Kejati sumut sudah memanggil Wakil Bupati Madina selaku ketua Tim Percepatan penurunan Stunting (TPPS), dan Kepala Dinas Pengendalian Pendudukan dan Keluarga Berencana (PPKB) beserta beberapa kepala bidang”ucap Zaldi Hafiz Umayyah.

Setelah itu lanjut Zaldi, pada 22 april 2025 Kejati sumut kembali memanggil beberapa kepala Desa dan Kepala Puskesmas di Madina, namun hingga saat ini peroses ini belum membuahkan hasil.

“Ada apa dengan Kejati Sumut”tambah Zaldi dalam orasinya.

Ditempat yang sama, Ketua Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Al Washliyah provinsi sumatera utara Mhd Amril Harahap mengatakan Kejati Sumut jangan mempetieskan persolaan ini.

“Segara Tangkap itu Wakil Bupati Madina dan para oknum yang terkait yang diduga Penyelewengan Anggaran Stunting, termasuk mantan Bupatinya,”teriaknya dalam orasi tersebut.

Mereka Menduga kurang seriusnya Kejati Sumut dalam mengungkap dan menetapkan tersangka dalam kasus ini bisa menimbulkan masa depan kesehatan bayi, dan ibu hamil sudah tergadaikan.

Sementara, dalam aksi itu terjadi adu mulut antara masa PW IPA Sumut dengan Pihak Kasi Intel Kejaksaan tinggi sumatera utara atas nama Dewi dan sarjani yang menemui masa aksi.

Massa pun berjanji akan melaporkan hal ini kepada kepala kejaksaan tinggi dan meminta keterlibatan IPA Sumut dalam mengkawal kasus ini.

Massa pun berjanji akan terus menyuarakan hal ini walaupun turun aksi sampai berjilid jilid dan mengadukan hal ini sampai ke kejagung jika Kejati sumut tidak serius.

Aksi ini ditutup dengan penyerahan LP kepada pihak kejati Sumut.

 

(Red)

Berita Terkait

Tolak PETI di Lahan Sitaan Satgas PKH, Koperasi MSM Minta PT Agrinas Turun Tangan
IMA Kamus Madina Gelar Barakasih di Panti Asuhan Siti Aisyah, Hadirkan Kebahagiaan Lewat Kebersamaan
Gegara Takaran BBM Diduga Dicurangi, Manajer dan Supervisor SPBU di Sergai Ditangkap Polisi
Dugaan Status Keanggotaan Arianto di KUD Maju Bersama Desa Pardamean Baru Terkuak
TP PKK Madina Gelar Aksi Sosial di Gunung Baringin, Salurkan Bantuan hingga CKG Untuk Warga
Kolaborasi Camat Natal, Kapolsek dan Kacabjari Bagikan Masker di Tengah Kabut Asap
Jenderal Tandyo Jadi KSAD, Anggota DPR Singgung Peluang Jadi Panglima TNI
Program Bedah Rumah BSPS di Madina Disorot, Diduga Ada Penerima Tak Penuhi Syarat
Berita ini 94 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 4 November 2026 - 23:48 WIB

Tolak PETI di Lahan Sitaan Satgas PKH, Koperasi MSM Minta PT Agrinas Turun Tangan

Monday, 2 November 2026 - 09:27 WIB

IMA Kamus Madina Gelar Barakasih di Panti Asuhan Siti Aisyah, Hadirkan Kebahagiaan Lewat Kebersamaan

Monday, 26 October 2026 - 22:25 WIB

Gegara Takaran BBM Diduga Dicurangi, Manajer dan Supervisor SPBU di Sergai Ditangkap Polisi

Friday, 16 October 2026 - 18:14 WIB

Dugaan Status Keanggotaan Arianto di KUD Maju Bersama Desa Pardamean Baru Terkuak

Friday, 16 October 2026 - 14:46 WIB

Kolaborasi Camat Natal, Kapolsek dan Kacabjari Bagikan Masker di Tengah Kabut Asap

Berita Terbaru