Kasus MCK Masjid, Warga Huta Tinggi Pertanyakan Uang Pelicin

Thursday, 12 June 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumut.newsline.id | MADINA – Kasus pembangunan Mandi Cuci Kakus (MCK) Masjid Nurul Iman di Desa Huta Tinggi, Kecamatan Puncak Sorik Merapi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) masih terus bergulir dengan berbagai kecurigaan dan pertanyaan dari warga terkait transparansi dan pengelolaan dana pembangunan.

Informasi terbaru dari warga Desa Huta Tinggi yang dihubungi media ini pada Kamis (12/6/2025) mengatakan, mereka semakin curiga terhadap transparansi dan pengelolaan dana pembangunan Masjid mereka.

Apalagi kata warga, Kepala Desa mereka mengakui anggaran pembangunan sudah habis, dan telah memberikan uang pelicin atau fee kepada oknum tertentu untuk memuluskan pencairan dananya.

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Semakin curiga kami kalau begitu, uang 400 juta kok bangunannya cuma segitu, itupun gak siap, dan ke siapa dana pelicin itu dikasih, dan berapa jumlahnya,”tanya warga penuh tanya???

Warga pun mengaku, jika memang dana hibah bantuan untuk Masjid mereka sudah habis, kenapa tidak dibuatkan rinciannya agar warga mengetahuinya.

Sementara, di akhir perbincangan dengan media ini, terlihat harapan masyarakat masih tinggi akan kelanjutan pembangunan MCK Masjid mereka.

Sehingga, tak sedikit warga yang berharap pembangunan MCK Masjid Nurul Iman dapat segera diselesaikan secepatnya, agar fasilitas tersebut dapat digunakan dengan layak dan nyaman oleh jemaah Masjid dan masyarakat.

“Kalau harapan kami semoga secepatnya pembangunan Masjid kami diselesaikan, karena pembangunan MCK yang hanya separuh jadi ini dibiarkan dalam keadaan sangat memprihatinkan,”tambah warga yang memohon identitasnya di sembunyikan agar tidak terjadi konflik panjang di Desa itu.

Sebelumnya, warga menduga ada penyelewengan dana untuk bantuan Masjid mereka karena dana sebesar Rp400 juta dinilai cukup untuk membangun MCK, namun kenyataannya hanya separuh yang siap.

Mereka juga meminta media ini melanjutkan pemberitaan untuk mengetahui siapa oknum yang menerima uang pelicin, dan bagaimana pengelolaan dana pembangunan MCK Masjid Nurul Iman.

Warga juga mengaku, jika terbukti ada penyelewengan dana, maka mereka berharap ada tindakan hukum terhadap pihak yang bertanggung jawab agar mencegah kasus serupa di lain tempat.

Sementara, Bendahara BKM Masjid maupun Kontraktor yang mengerjakan pembangunan MCK itu ketika dihubungi media ini melalui pesan WhatsApp belum memberikan jawaban.

 

(Dedek)

Berita Terkait

Seorang Pria Tewas, Saat Ditemukan Wajah Babak Belur di Lokasi Pengolahan Tambang
Marak PETI Rusak Lingkungan, Anggota Komisi XII DPR RI Rocky Candra: Tangkap Penadah, Bukan Hanya Penambang
KPK Segera Panggil Pemilik Maktour dalam Pengusutan Korupsi Kuota Haji ‎
Pegawai RSUD Husni Thamrin Natal Keluhkan Dugaan Pungli Saat Proses Pencairan THR
Momentum Ramadan, KB SMA Negeri 1 Batahan Buka Puasa Bersama
Didanai Infak Warga, Yayasan At-Taqwa Bina Puluhan Santri Secara Gratis
Sertijab Forkada Kepulauan Nias Bahas Pesawat Berbadan Besar
Polda Sumut Selidiki Pemilik 14 Alat Berat Tambang Ilegal, 17 Orang Berstatus Saksi‎ ‎
Berita ini 40 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 8 April 2026 - 15:29 WIB

Seorang Pria Tewas, Saat Ditemukan Wajah Babak Belur di Lokasi Pengolahan Tambang

Tuesday, 7 April 2026 - 23:31 WIB

Marak PETI Rusak Lingkungan, Anggota Komisi XII DPR RI Rocky Candra: Tangkap Penadah, Bukan Hanya Penambang

Tuesday, 7 April 2026 - 14:00 WIB

KPK Segera Panggil Pemilik Maktour dalam Pengusutan Korupsi Kuota Haji ‎

Monday, 16 March 2026 - 16:26 WIB

Pegawai RSUD Husni Thamrin Natal Keluhkan Dugaan Pungli Saat Proses Pencairan THR

Saturday, 14 March 2026 - 19:16 WIB

Momentum Ramadan, KB SMA Negeri 1 Batahan Buka Puasa Bersama

Berita Terbaru

Serba Serbi

Momentum Ramadan, KB SMA Negeri 1 Batahan Buka Puasa Bersama

Saturday, 14 Mar 2026 - 19:16 WIB