Janji yang Menggantung : Warga Panggautan Tagih Hasil Riksus Dana Desa

Monday, 23 June 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumut.newsline.id | Mandailing Natal – Warga Desa Panggautan, Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), keresahan tengah menggelayut di benak warganya. Harapan yang pernah dilambungkan oleh janji seorang bupati, kini berubah menjadi tanda tanya besar. Sudah lebih dari sebulan berlalu sejak Inspektorat Madina melakukan pemeriksaan khusus (riksus) terhadap dugaan penyimpangan Dana Desa (DD), namun hingga hari ini, hasilnya belum juga diumumkan ke publik.

Ketidakpastian itu perlahan berubah menjadi kekecewaan. Di warung kopi, di pelataran masjid, warga mulai mempertanyakan : ada apa sebenarnya di balik diamnya pemerintah?

“Kalau memang ada pelanggaran, tindak tegas. Tapi kalau tidak ada, umumkan juga secara terbuka. Jangan dibiarkan menggantung seperti ini,” ujar Junaidi, tokoh pemuda Desa Panggautan, dengan nada tegas saat ditemui pada Sabtu (21/6/2025).

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, ketidakjelasan ini bukan hanya membingungkan, tetapi juga memecah kepercayaan antarwarga. Fitnah dan prasangka mulai berkembang, menyusup di sela-sela obrolan harian.

Janji Tinggal Janji

Pada 21 Mei lalu, Bupati Madina pernah menyatakan kepada publik bahwa hasil riksus akan diumumkan paling lambat dalam lima hari kerja. Bahkan, kala itu, ia menyebut akan mengevaluasi kinerja Inspektur Inspektorat jika janji itu tidak ditepati.

Namun kini, tepat satu bulan lebih sejak janji itu dilontarkan, masyarakat belum menerima secuil pun informasi resmi.

“Kami tak mau lagi dengar janji-janji. Sudah satu bulan lebih sejak Bupati menyampaikan bahwa hasil riksus akan diumumkan dalam lima hari kerja. Mana buktinya? Tidak ada,” kata Huzairi, tokoh adat dan budaya desa setempat, dengan wajah kecewa.

Dana Desa yang Diduga Tak Sampai Tujuan, warga Panggautan justru menyimpan daftar panjang pertanyaan. Masdin, tokoh agama di desa itu, menyebut beberapa kegiatan yang dibiayai oleh Dana Desa tahun 2024 tidak pernah direalisasikan.

“Salah satunya dana untuk Perayaan Hari Besar Islam dan HUT RI. Anggarannya sekitar Rp35 juta, tapi tidak pernah disalurkan. Kami akhirnya patungan antarwarga untuk menyelenggarakannya,” ujarnya.

Tak hanya itu, anggaran untuk pembinaan seni budaya, pembangunan dek penahan tanah di muara, hingga akses jalan bagi para nelayan juga dipertanyakan. Warga menilai ada kejanggalan dalam pengelolaannya, dan mereka tak mau lagi dengan ketidakjelasan ini.

“Kalau hasil pemeriksaan ini tidak juga diumumkan, kami siap melakukan aksi unjuk rasa, Ini bukan ancaman, tapi hak kami sebagai warga,” tegas Junaidi lagi.

Pemerintah Belum Bersikap

Ironisnya, hingga berita ini diturunkan, tidak satu pun pejabat dari Inspektorat atau Dinas PMD Kabupaten Madina yang memberikan pernyataan resmi. Upaya konfirmasi yang dilakukan pun tak membuahkan hasil — beberapa kali sambungan telepon justru ditolak.

Ketiadaan komunikasi ini memperparah ketidakpercayaan publik. Warga merasa seolah-olah suara mereka tak lagi penting.

“Kami hanya minta transparansi. Itu saja. Jangan biarkan masyarakat bertanya-tanya terus. Ini bukan tentang siapa yang salah, tapi tentang kejujuran,” kata Huzairi, menutup perbincangan dengan nada getir.

Kini, Desa Panggautan tak hanya menunggu hasil pemeriksaan — mereka menanti kepastian, integritas, dan kepedulian. Karena bagi mereka, desa adalah rumah yang harus dijaga bersama. Dan kejelasan atas Dana Desa bukan semata urusan administratif, tapi juga wujud cinta pada tanah kelahiran.

(TIM RED/SNL)

Berita Terkait

Pemkab Nias Barat Tingkatkan Penghasilan PPPK Paruh Waktu Dari Rp 250 Menjadi Rp 750 Ribu
Pelatihan Practical Office BLK Panyabungan Vokasi Nasional Batch 3 Ditutup
Job Fair Madina 2026 Buka 245 Lowongan Kerja dari 13 Perusahaan
Jelang Musda KAHMI Medan, Ansor Harahap Jadi Kandidat Pertama yang Mendaftar, Bawa Gagasan “Rumah Besar Merawat Nilai”
Kadis PKPLH Nias Barat Tegaskan Bantuan BSPS Gratis, Tak Ada Pungutan Sepersen Pun
Pemkab Nias Barat Perkuat Infrastruktur, Enam Ruas Jalan Lahomi–Sirombu Ditinjau
Berikut Penjelasan DKPP Nias Barat Tentang Tentang Babi
Filemo Daeli Resmi Dilantik Pimpin Pemuda Katolik Nias Barat Periode 2026–2029
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Saturday, 5 September 2026 - 12:11 WIB

Pemkab Nias Barat Tingkatkan Penghasilan PPPK Paruh Waktu Dari Rp 250 Menjadi Rp 750 Ribu

Saturday, 5 September 2026 - 00:08 WIB

Job Fair Madina 2026 Buka 245 Lowongan Kerja dari 13 Perusahaan

Thursday, 3 September 2026 - 09:54 WIB

Jelang Musda KAHMI Medan, Ansor Harahap Jadi Kandidat Pertama yang Mendaftar, Bawa Gagasan “Rumah Besar Merawat Nilai”

Tuesday, 1 September 2026 - 20:50 WIB

Kadis PKPLH Nias Barat Tegaskan Bantuan BSPS Gratis, Tak Ada Pungutan Sepersen Pun

Sunday, 30 August 2026 - 16:33 WIB

Pemkab Nias Barat Perkuat Infrastruktur, Enam Ruas Jalan Lahomi–Sirombu Ditinjau

Berita Terbaru

Uncategorized

Ansor Harahap Calon Ketua KAHMI Medan, Bawa 3 Gagasan Besar

Tuesday, 8 Sep 2026 - 14:07 WIB

Uncategorized

Naik Bus Bawa 4 Kg Sabu, Kurir Dibekuk TNI-Polri di Labuhanbatu

Sunday, 6 Sep 2026 - 12:25 WIB