Dugaan Pungli dan SPJ Fiktif, Korwil Siabu Seolah Menghindari Tanggung Jawab

Monday, 19 May 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Newsline.id MADINA – Yusnaleli, Korwil IV Siabu, mengaku tidak mau tahu soal dugaan pungli dan SPJ fiktif yang tengah menjadi sorotan akhir-akhir ini. Pernyataan ini disampaikan Yusnaleli saat dikonfirmasi oleh media pada Senin, (19/5/2025).

Yusnaleli terlihat tidak ambil pusing dengan dugaan pungli tersebut, bahkan ketika isu tersebut dikaitkan dengan pimpinan yakni Bupati Mandailing Natal (Madina) Saipullah Nasution.

Justru, Yusnaleli seolah melempar tanggung jawab kepada Korwil Panyabungan Utara, meskipun ada informasi yang menyebutkan bahwa Yusnaleli terlibat dalam kegiatan pungli di wilayahnya tersebut.

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bahkan, informasi yang diterima dari narasumber, Yusnaleli juga terlibat soal dugaan pungli ke sejumlah guru P3K di Kecamatan Panyabungan Barat.

“Saya tidak mau tahu soal itu, karena bukan saya yang terlibat,” kata Yusnaleli singkat saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon WhatsApp. Senin, (19/5/2025) sore.

Padahal, dugaan pungli yang dilakukan oleh Korwil Siabu dan Panyabungan Utara ini telah menimbulkan keresahan di kalangan guru P3K yang baru menang.

Namun sikap dan tindakan yang di ucapkan Yusnaleli ini seolah menggambarkan ketidakpedulian dan keberaniannya untuk mengabaikan dugaan pungli dan SPJ fiktif yang tengah menjadi sorotan.

Sikap Yusnaleli ini juga dinilai sebagai upaya untuk menghindari tanggung jawab dan mengalihkan perhatian dari masalah dugaan pungli dan SPJ fiktif yang tengah jadi sorotan.

Dugaan pungli dan SPJ fiktif ini pun telah menimbulkan keresahan di kalangan guru P3K dan masyarakat, sehingga sikap Yusnaleli ini dapat memicu reaksi keras dari berbagai pihak termasuk mantan anggota DPRD Kabupaten Mandailing Natal (2009-2014), Iskandar Hasibuan, SE.

Dalam rilisan berita sebelumnya, Iskandar Hasibuan mengatakan jika pungli dan SPJ fiktif ini benar, maka ini adalah salah satu contoh aksi korupsi di lingkungan Pemda Mandailing Natal yang sangat memprihatinkan.

Iskandar juga mempertanyakan siapa yang memerintahkan Korwil Siabu ini untuk melakukan pungli, dan kepada siapa uang kutipan tersebut diserahkan.

“DPRD harus memanggil Korwil itu terkait kutipan dan SPJ fiktif tersebut,” tegas Iskandar saat itu.

(Dedek)

Berita Terkait

Isu Permintaan Uang Viral, Pegawai Kominfo Nias Barat: Tidak Benar
Pemkab Nias Barat Tingkatkan Penghasilan PPPK Paruh Waktu Dari Rp 250 Menjadi Rp 750 Ribu
Pelatihan Practical Office BLK Panyabungan Vokasi Nasional Batch 3 Ditutup
Job Fair Madina 2026 Buka 245 Lowongan Kerja dari 13 Perusahaan
Jelang Musda KAHMI Medan, Ansor Harahap Jadi Kandidat Pertama yang Mendaftar, Bawa Gagasan “Rumah Besar Merawat Nilai”
Kadis PKPLH Nias Barat Tegaskan Bantuan BSPS Gratis, Tak Ada Pungutan Sepersen Pun
Pemkab Nias Barat Perkuat Infrastruktur, Enam Ruas Jalan Lahomi–Sirombu Ditinjau
Berikut Penjelasan DKPP Nias Barat Tentang Tentang Babi
Berita ini 61 kali dibaca

Berita Terkait

Tuesday, 15 September 2026 - 22:47 WIB

Isu Permintaan Uang Viral, Pegawai Kominfo Nias Barat: Tidak Benar

Saturday, 5 September 2026 - 12:11 WIB

Pemkab Nias Barat Tingkatkan Penghasilan PPPK Paruh Waktu Dari Rp 250 Menjadi Rp 750 Ribu

Saturday, 5 September 2026 - 00:08 WIB

Job Fair Madina 2026 Buka 245 Lowongan Kerja dari 13 Perusahaan

Thursday, 3 September 2026 - 09:54 WIB

Jelang Musda KAHMI Medan, Ansor Harahap Jadi Kandidat Pertama yang Mendaftar, Bawa Gagasan “Rumah Besar Merawat Nilai”

Tuesday, 1 September 2026 - 20:50 WIB

Kadis PKPLH Nias Barat Tegaskan Bantuan BSPS Gratis, Tak Ada Pungutan Sepersen Pun

Berita Terbaru

Uncategorized

Ansor Harahap Calon Ketua KAHMI Medan, Bawa 3 Gagasan Besar

Tuesday, 8 Sep 2026 - 14:07 WIB

Uncategorized

Naik Bus Bawa 4 Kg Sabu, Kurir Dibekuk TNI-Polri di Labuhanbatu

Sunday, 6 Sep 2026 - 12:25 WIB