Newline.id MADINA – 20 juta hingga 50 juta dugaan pungli yang dilakukan Korwil Siabu dan Korwil Panyabungan Utara terhadap guru pemenang P3K 2024 mencuat.
Pernyataan itu disampaikan Mahasiswa saat melakukan aksi unjuk rasa di Dinas Pendidikan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) pada Rabu kemarin (14/5/2024).
Mahasiswa yang tergabung di Dewan Pimpinan Pusat Forum Komunikasi Aktivis Mahasiswa Pemuda Mandailing Natal (DPP FORKAMP MADINA) itu menyoroti kinerja ke 2 Korwil itu yang diduga melakukan pungli dengan modus penempatan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Permasalahan yang ada di tubuh Dinas Pendidikan Mandailing Natal tidak bisa dibiarkan karena dinilai semakin merajalela dan mengakar hingga ke Korwil IV Siabu, Korwil V Panyabungan Utara, bahkan ke jajaran kepala sekolah. Para Korwil ini diduga melakukan pungli terhadap para pemenang P3K dengan modus penempatan kerja,”ucap Alfarizi.
Selain itu, kata Alfarizi, Korwil IV Siabu dan Korwil V Panyabungan Utara diduga ikut terindikasi SPJ Fiktif dan pungli terhadap guru P3K yang sudah menang.
“Ada dugaan kami mereka melakukan pungli kepada guru P3K dengan kisaran bajet 20-50 Juta perorang dengan modus penempatan,”ucapnya.
Mahasiswa ini pun meminta Bupati Mandailing Natal Saipullah Nasution untuk segera mengganti ke 2 Korwil itu, dan segera mengevaluasi dan mencopot Sekretaris dan para Kabid di Dinas Pendidikan Mandailing Natal.
“Kami meminta Bupati Mandailing Natal Saipullah Nasution untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap oknum-oknum yang terlibat. Korwil Siabu dan Korwil Panyabungan Utara harus bertanggung jawab atas dugaan pungli ini.”ujar Alfarizi.
DPP FORKAMP MADINA juga meminta Inspektorat dan Kejaksaan Negeri serta Polres Madina untuk memanggil dan memeriksa oknum-oknum yang terlibat dalam kasus ini.
“Dugaan pungli ini telah menimbulkan keresahan di kalangan guru pemenang P3K 2024 dan masyarakat luas. DPP FORKAMP MADINA berharap agar pihak berwajib dapat segera mengambil tindakan atas dugaan ini dan menindak oknum-oknum yang terlibat,” Tutupnya.
Sementara, menanggapi hal ini, Korwil IV Siabu lebih memilih bungkam dan enggan menanggapi konfirmasi media.
(Dedek)










