Dituduh Tanpa Bukti, Keluarga di Madina Diusir dari Desa Selama 20 Tahun

Tuesday, 26 August 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Newsline.id MADINA – Keluarga Gantina (53), warga Desa Pastab Julu, Kecamatan Tambangan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), diusir dari kampung akibat dugaan pencemaran nama baik salah satu warga.

Namun, Gantina membantah tuduhan tersebut. Ia menyebut tidak ada bukti maupun fakta yang menguatkan kasus ini dan menilai tuduhan tersebut hanya untuk menyudutkan keluarganya di tengah masyarakat desa.

Menurut Gantina, masalah ini bermula dari tuduhan dan dugaan perselingkuhan antara dirinya dengan seorang warga berinisial MP.

ADVERTISEMENT

banner BCChost

SCROLL TO RESUME CONTENT

Atas tuduhan itu, ia dipaksa menandatangani surat pernyataan yang dibuat oleh warga. Padahal ia tidak terbukti dan warga tidak mempunyai fakta dugaan perselingkuhan tersebut.

Isi surat tersebut juga memerintahkan Gantina keluar dari Desa Pastab Julu dan melarangnya kembali menetap di desa selama 20 tahun.

Dalam surat itu juga tertulis, Gantina hanya diperbolehkan berkunjung sekali setiap dua bulan dan tidak diizinkan menginap, bahkan dalam keadaan mendesak sekalipun.

Akibat kejadian ini, Gantina mengaku sangat dirugikan dan dipermalukan. Keluarganya kini merasa terasing di masyarakat.

Ia pun meminta aparat penegak hukum bersikap adil serta berharap kasus ini mendapat perhatian dari Komnas HAM.

Gantina juga menyesalkan sikap Polsek Kotanopan yang dinilainya berpihak sebelah. Menurutnya, sebagai aparat, polisi seharusnya menjadi penengah, namun justru terkesan memihak dan menyudutkan pihaknya.

“Surat pernyataan ini dibuat di Kantor Polsek Kotanopan, saya langsung dipaksa menandatanganinya dan diusir dari kampung,” ujar Gantina, Selasa (26/8/2025).1756199911499

Sementara itu, pengacara korban, Muhammad Nuh, S.H., meminta polisi bersikap netral. Dan harus melakukan Lidik dulu sebelum membuat langkah yang menurut nya merugikan klient nya

“Korban sangat dirugikan. Sikap kepolisian yang seakan memihak seperti ini patut disesalkan,” ujarnya.

Muhammad Nuh juga mendesak Propam Polres Madina memeriksa anggota Polsek Kotanopan yang terlibat karena dinilai bertindak tidak adil. Ia menilai, peristiwa ini telah merampas hakasasi manusia.

Korban sudah melaporkan perkara ini ke Mapolres Mandailing Natal , berharap agar mendapatkan keadilan.

 

(D/red)

Berita Terkait

IMA Kamus Madina Gelar Barakasih di Panti Asuhan Siti Aisyah, Hadirkan Kebahagiaan Lewat Kebersamaan
Gegara Takaran BBM Diduga Dicurangi, Manajer dan Supervisor SPBU di Sergai Ditangkap Polisi
Dugaan Status Keanggotaan Arianto di KUD Maju Bersama Desa Pardamean Baru Terkuak
TP PKK Madina Gelar Aksi Sosial di Gunung Baringin, Salurkan Bantuan hingga CKG Untuk Warga
Kolaborasi Camat Natal, Kapolsek dan Kacabjari Bagikan Masker di Tengah Kabut Asap
Jenderal Tandyo Jadi KSAD, Anggota DPR Singgung Peluang Jadi Panglima TNI
Program Bedah Rumah BSPS di Madina Disorot, Diduga Ada Penerima Tak Penuhi Syarat
Pengurus KUD Maju Bersama Ajukan PMH ke PN Madina, Sidang Perdana Dimulai
Berita ini 358 kali dibaca

Berita Terkait

Monday, 2 November 2026 - 09:27 WIB

IMA Kamus Madina Gelar Barakasih di Panti Asuhan Siti Aisyah, Hadirkan Kebahagiaan Lewat Kebersamaan

Monday, 26 October 2026 - 22:25 WIB

Gegara Takaran BBM Diduga Dicurangi, Manajer dan Supervisor SPBU di Sergai Ditangkap Polisi

Friday, 16 October 2026 - 18:14 WIB

Dugaan Status Keanggotaan Arianto di KUD Maju Bersama Desa Pardamean Baru Terkuak

Friday, 16 October 2026 - 16:44 WIB

TP PKK Madina Gelar Aksi Sosial di Gunung Baringin, Salurkan Bantuan hingga CKG Untuk Warga

Friday, 16 October 2026 - 14:20 WIB

Jenderal Tandyo Jadi KSAD, Anggota DPR Singgung Peluang Jadi Panglima TNI

Berita Terbaru