Sumut.newsline.id | Madina – Pemerintah Desa Pasar Batahan, Kecamatan Batahan, Kabupaten Mandailing Natal, menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) Tahap I Tahun 2025 kepada 30 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Penyaluran ini mencakup bantuan untuk periode enam bulan, terhitung sejak Januari hingga Juni 2025. Kegiatan berlangsung pada Rabu, 19 Juni 2025, di Kantor Desa Pasar Batahan.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai unsur pemerintahan dan aparat kewilayahan, di antaranya Kepala Desa Pasar Batahan Asbul beserta perangkat desa, Ketua BPD Doni bersama anggota, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), perwakilan dari Kantor Camat Batahan, Babinsa, serta Bhabinkamtibmas.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Asbul menyampaikan bahwa alokasi BLT-DD tahun ini telah ditetapkan sebesar 15 persen dari total Dana Desa, sebagaimana diatur dalam regulasi yang berlaku. Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menjaga ketahanan ekonomi masyarakat di tengah dinamika sosial dan ekonomi yang masih belum sepenuhnya pulih.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Penyaluran BLT ini merupakan bentuk perhatian pemerintah desa kepada warga yang tergolong kurang mampu secara ekonomi. Kami berharap bantuan yang diterima ini bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan dasar rumah tangga, seperti pangan, pendidikan anak, dan kebutuhan kesehatan,” ujar Asbul di hadapan para penerima bantuan.
Ia juga mengingatkan para penerima agar menggunakan bantuan tersebut dengan bijak dan tidak konsumtif. “Kami ingin bantuan ini benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi keluarga penerima,” tambahnya.
Sementara itu, perwakilan dari Kantor Camat Batahan yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, memberikan apresiasi terhadap tertibnya proses penyaluran. Ia menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan Dana Desa, khususnya dalam hal bantuan sosial seperti BLT-DD.
Dengan tersalurkannya BLT-DD tahap pertama ini, Pemerintah Desa Pasar Batahan berharap dapat turut membantu meningkatkan kesejahteraan warga, sekaligus mendorong pemulihan ekonomi di tingkat desa secara berkelanjutan.
TP










