Newsline.id MADINA – Ratusan pedagang Pasar Baru Panyabungan dan Mahasiswa melakukan aksi demo di depan Kantor Bupati, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Senin (29/9/2025) sore.
Dalam aksi demo jilid II ini, massa dan mahasiswa terlibat bentrok dan aksi saling dorong dengan aparat Kepolisian dan Satpol PP yang menjaga jalannya aksi.
Kericuhan bermula saat para pedagang mendesak untuk bertemu langsung dengan Bupati Madina, H. Saipullah Nasution, guna menyampaikan aspirasi terkait polemik Pasar Baru yang hingga kini belum menemui titik terang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, upaya para pedagang untuk masuk ke dalam kantor Bupati dihalau oleh petugas keamanan, sehingga membuat situasi kian memanas.
Aksi saling dorong pun tak terhindarkan, bahkan beberapa pedagang terlihat saling pukul dengan petugas yang mencoba mengendalikan keadaan.
Sementara, massa juga meneriaki Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Madina dengan sebutan “Belanda Penjajah” yang di iringi sorak dari ratusan pendemo.
“Kami ingin keadilan, kenapa harus dihalangi, ini menyangkut nasib kami!” teriak salah satu pedagang di tengah kerumunan pendemo.

Selain itu, massa juga meminta Bupati Madina Saipullah Nasution untuk mundur dari jabatannya jika tidak mampu menuntaskan masalah Pasar Baru Panyabungan.
Bahkan, massa mengancam jika aksi ini tak juga ditindaklanjuti pemerintah, maka aksi lanjutan akan digelar dengan jumlah massa yang lebih banyak.
Bupati Madina yang menjumpai massa pun berjanji akan menyelesaikan permasalahan ini dengan secepatnya, bahkan ia berjanji akan menemui pedagang di Pasar Baru.
Dalam penyampaiannya, Bupati mengaku iklas dan beribadah dalam menjalankan tugasnya sebagai Bupati Madina “Saya menjadi Bupati karena beribadah, bukan mencari kekayaan,” ucapnya didepan ratusan massa.
Diketahui, aksi unjuk rasa ini merupakan lanjutan dari aksi demo sebelumnya, di mana para pedagang menuntut harga sewa kios dikurangi karena dinilai merugikan pedagang kecil.
Penulis : Dede










