Dana Rp400 Juta untuk MCK Masjid, Kades Akui Beri Fee kepada Oknum

Tuesday, 10 June 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

0-0x0-0-0#

0-0x0-0-0#

Newsline.id MADINA – Kepala Desa Huta Tinggi, Kecamatan Puncak Sorik Merapi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Muhammad Taufik, mengungkapkan pengakuan mengejutkan saat diwawancarai wartawan terkait pembangunan MCK Masjid Nurul Iman yang diduga terbengkalai.

Selain menyatakan bahwa anggaran dana pembangunan sebesar Rp400 juta telah habis, Kades juga mengakui telah menyerahkan uang pelicin atau fee kepada oknum tertentu untuk memuluskan pencairan dana.

Namun sang Kades enggan mengatakan siapa oknum yang menerima uang pelicin atau fee tersebut ke wartawan yang mengkonfirmasinya.

ADVERTISEMENT

banner BCChost

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kan ada juga kita kasih fee nya ke mereka, gak semua uang yang 400 juta itu kita terima,” ujar Kades ini ketika di konfirmasi di depan kediamannya. Minggu (8/6/2025) kemarin.

Akibat pengakuan ini, warga Desa Huta Tinggi mengaku menambah kecurigaan masyarakat terhadap transparansi dan pengelolaan dana pembangunan Masjid mereka.

Sementara, meski belum sepenuhnya siap, MCK Masjid Nurul Iman terpaksa digunakan oleh jemaah masjid karena menjadi satu-satunya fasilitas sanitasi yang tersedia di Desa Huta Tinggi.

Kondisi MCK yang hanya separuh jadi dan dibiarkan dalam keadaan memprihatinkan sejak Januari lalu menimbulkan keprihatinan warga.

Warga berharap agar pembangunan MCK dapat segera diselesaikan dan fasilitas tersebut dapat digunakan dengan layak dan nyaman.

Sebelumnya, Pembangunan MCK di Masjid Nurul Iman, Desa Huta Tinggi, Kecamatan Puncak Sorik Merapi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), sebagian terbengkalai dan belum selesai dikerjakan hingga saat ini.

Padahal, proyek ini telah berjalan hampir satu tahun, dan dana hibah dari Provinsi sebesar Rp400 juta pada tahun 2024 telah digelontorkan untuk pembangunan tersebut.

Informasi langsung yang diperoleh media ini dari masyarakat Desa Huta Tinggi mengaku sangat kecewa, dan menduga ada penyelewengan dana untuk bantuan Masjid mereka.

“Dananya kan cukup untuk membangun MCK itu, namun kenapa cuma separuh yang siap, dan separuh lagi tak kunjung dikerjakan hingga hari ini,” Ucap salah satu warga yang ditemui dilokasi Masjid.

 

(Dedek)

Berita Terkait

Tolak PETI di Lahan Sitaan Satgas PKH, Koperasi MSM Minta PT Agrinas Turun Tangan
IMA Kamus Madina Gelar Barakasih di Panti Asuhan Siti Aisyah, Hadirkan Kebahagiaan Lewat Kebersamaan
Gegara Takaran BBM Diduga Dicurangi, Manajer dan Supervisor SPBU di Sergai Ditangkap Polisi
Dugaan Status Keanggotaan Arianto di KUD Maju Bersama Desa Pardamean Baru Terkuak
TP PKK Madina Gelar Aksi Sosial di Gunung Baringin, Salurkan Bantuan hingga CKG Untuk Warga
Kolaborasi Camat Natal, Kapolsek dan Kacabjari Bagikan Masker di Tengah Kabut Asap
Jenderal Tandyo Jadi KSAD, Anggota DPR Singgung Peluang Jadi Panglima TNI
Program Bedah Rumah BSPS di Madina Disorot, Diduga Ada Penerima Tak Penuhi Syarat
Berita ini 108 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 4 November 2026 - 23:48 WIB

Tolak PETI di Lahan Sitaan Satgas PKH, Koperasi MSM Minta PT Agrinas Turun Tangan

Monday, 2 November 2026 - 09:27 WIB

IMA Kamus Madina Gelar Barakasih di Panti Asuhan Siti Aisyah, Hadirkan Kebahagiaan Lewat Kebersamaan

Monday, 26 October 2026 - 22:25 WIB

Gegara Takaran BBM Diduga Dicurangi, Manajer dan Supervisor SPBU di Sergai Ditangkap Polisi

Friday, 16 October 2026 - 18:14 WIB

Dugaan Status Keanggotaan Arianto di KUD Maju Bersama Desa Pardamean Baru Terkuak

Friday, 16 October 2026 - 14:46 WIB

Kolaborasi Camat Natal, Kapolsek dan Kacabjari Bagikan Masker di Tengah Kabut Asap

Berita Terbaru